Allah telah menetapkan empat bulan khusus sebagai bulan yang dimuliakan (haram) sejak penciptaan langit dan bumi. Berikut penjelasan lengkap tentang keutamaannya.
Dalil Al-Qur’an
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya terdapat empat bulan haram (yang dimuliakan).” (QS. At-Taubah: 36)
Penjelasan Rasulullah tentang Keempat Bulan Tersebut
Dari Abu Bakrah RA, dalam khutbah Haji Wada’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya semula pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram; tiga bulan berturut-turut: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta (satu bulan terpisah) Rajab yang terletak antara Jumadil (Akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 4662 dan Muslim no. 1679)
Mengapa Disebut “Haram” (Dimuliakan)?
Pada masa jahiliyah, keempat bulan ini sudah dihormati bangsa Arab dengan menghentikan peperangan antar suku, sehingga memungkinkan keamanan untuk berdagang dan beribadah (termasuk haji dan umrah). Islam datang mengukuhkan kemuliaan bulan-bulan ini, dengan konsekuensi: dosa yang dilakukan di dalamnya dinilai lebih berat, sementara amal shalih yang dikerjakan di dalamnya diganjar pahala yang lebih besar, sebagaimana dijelaskan Ibnu Abbas RA.
Larangan Menzalimi Diri Sendiri di Bulan-Bulan Ini
Allah berfirman pada kelanjutan ayat yang sama: “…maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu…” (QS. At-Taubah: 36) — sebuah larangan khusus untuk lebih berhati-hati dari perbuatan dosa dan kezaliman selama bulan-bulan mulia ini berlangsung.
Tanya Jawab Seputar Keutamaan 4 Bulan Haram
Apa amalan khusus yang dianjurkan selama 4 bulan haram ini?
Tidak ada ibadah ritual yang secara spesifik disyariatkan untuk keempat bulan ini secara keseluruhan (berbeda dengan 10 hari pertama Dzulhijjah yang memang memiliki dalil khusus). Yang dianjurkan secara umum adalah memperbanyak amal shalih dan lebih berhati-hati menjauhi dosa, mengingat nilai kedua jenis amal tersebut dilipatgandakan pada bulan-bulan mulia ini.
Mengapa Rajab terpisah dari tiga bulan haram lainnya yang berurutan?
Tiga bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram) berurutan karena berkaitan dengan musim ibadah haji — dibutuhkan waktu aman yang panjang bagi jamaah untuk melakukan persiapan, perjalanan, pelaksanaan haji, hingga perjalanan pulang. Sementara Rajab berdiri sendiri di pertengahan tahun, memberikan periode aman tambahan bagi yang hendak melaksanakan umrah di luar musim haji.
===
Referensi:
– QS. At-Taubah: 36
– HR. Bukhari no. 4662 & Muslim no. 1679 (dari Abu Bakrah RA)









