Siapa Raja Zulkarnain?
Raja Zulkarnain adalah sosok yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai pemimpin besar yang diberi kekuasaan oleh Allah untuk menaklukkan berbagai negeri.
Salah satu ayat Al-Qur’an yang menyebutkan Zulkarnain adalah QS. Al-Kahfi [18]: 83-84:
وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنْ ذِى الْقَرْنَيْنِۗ قُلْ سَاَتْلُوْا عَلَيْكُمْ مِّنْهُ ذِكْرًا ۗ
اِنَّا مَكَّنَّا لَهٗ فِى الْاَرْضِ وَاٰتَيْنٰهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا ۙ
Artinya:
Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Zulqarnain. Katakanlah, “Akan aku bacakan kepadamu sebagian kisahnya.”. Sesungguhnya Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi dan Kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai) segala sesuatu.
Banyak sejarawan mengaitkannya dengan Iskandar Agung (Alexander the Great), meski perdebatan masih terus berlangsung.
Namun, yang menarik perhatian bukan hanya kejayaannya, melainkan kisah kematian Raja Zulkarnain yang penuh pelajaran hidup.
Kronologi Kematian Raja Zulkarnain
Kisah wafatnya Zulkarnain diceritakan dalam banyak sumber klasik dan literatur Islam. Disebutkan bahwa ketika menaklukkan negeri India, ia menyeberangi Sungai Hindus dan digigit seekor nyamuk kecil. Tidak ada yang menyangka bahwa gigitan serangga sepele itu membawa penyakit mematikan—malaria.
Seorang penakluk dunia yang tidak terkalahkan oleh pasukan mana pun akhirnya tumbang hanya karena gigitan nyamuk. Inilah awal dari kematian Raja Zulkarnain yang menjadi renungan mendalam bagi manusia sepanjang zaman.
Wasiat Menjelang Ajal
Saat merasakan ajalnya mendekat, Raja Zulkarnain memanggil orang-orang terdekatnya. Ia meninggalkan pesan yang sangat simbolis:
- Jenazahnya dimasukkan ke dalam peti yang dilubangi di kedua sisi.
- Tangan sang raja harus dikeluarkan dari lubang itu, agar terlihat kosong.
- Peti jenazah diarak dengan kereta terbuka menuju Makedonia.
Pesan terakhir itu ingin menunjukkan bahwa kematian Raja Zulkarnain menjadi bukti bahwa manusia, betapapun berkuasa, akan kembali kepada Allah tanpa membawa harta atau pangkat sedikit pun.
Hikmah dari Kematian Raja Zulkarnain
Dari kisah ini, terdapat sejumlah pelajaran berharga:
1. Kekuasaan Tidak Menjamin Kekekalan
Raja Zulkarnain yang menguasai wilayah luas pun tidak bisa melawan ajal. Ini mengingatkan kita bahwa kekuasaan hanyalah titipan sementara.
2. Nyamuk: Simbol Kuasa Allah
Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 26) menyebutkan bahwa Allah tidak segan memberikan perumpamaan dengan makhluk kecil seperti nyamuk. Kematian Raja Zulkarnain akibat nyamuk menjadi bukti bahwa kuasa Allah meliputi segala sesuatu.
3. Wasiat Tentang Kehampaan Dunia
Kedua tangan Zulkarnain yang terulur keluar dari peti menjadi simbol kuat: manusia mati tanpa membawa apapun kecuali amal perbuatan.
4. Mengingat Kematian (Dzikrul Maut)
Kisah ini mengajarkan pentingnya dzikrul maut—mengingat mati—agar manusia tidak lalai dan selalu menyiapkan bekal akhirat.
Relevansi Kisah Kematian Raja Zulkarnain bagi Kita
Kisah ini relevan hingga kini. Banyak orang mengejar harta, pangkat, dan kekuasaan, seolah-olah itu bisa bertahan selamanya. Namun, sebagaimana kematian Raja Zulkarnain, semua akan berakhir. Yang tersisa hanyalah amal, doa anak saleh, dan sedekah jariyah.
Kematian Raja Zulkarnain menjadi pengingat keras bahwa sehebat apa pun manusia, ia tetap makhluk lemah di hadapan Allah. Kuasa dan kejayaan dunia tidak bisa menolong saat ajal tiba.
Mari kita renungkan: sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian? Seperti Zulkarnain yang wafat dengan pesan kerendahan hati, semoga kita pun meninggalkan dunia dengan amal yang diridai Allah.









