Merantau untuk mencari nafkah bukanlah hal baru dalam sejarah Islam. Sejak zaman para sahabat, banyak kaum muslimin yang berpindah ke negeri lain demi menjemput rezeki dari Allah SWT.
Di era modern, fenomena ini semakin meluas, banyak pekerja muslim Indonesia yang memilih bekerja di luar negeri, termasuk di negara-negara seperti Australia.
Namun, bekerja di negeri minoritas muslim tentu menghadirkan tantangan tersendiri.
Berikut adalah panduan islami yang bisa menjadi bekal sebelum mengambil keputusan untuk bekerja di luar negeri.
1. Niat yang Benar dalam Mencari Rezeki
Islam mengajarkan bahwa setiap amal bergantung pada niat.
Merantau untuk bekerja sebaiknya diniatkan bukan hanya untuk mencari penghasilan, tetapi juga untuk menafkahi keluarga dengan cara yang halal dan menjaga kehormatan diri.
Rasulullah ﷺ bersabda:
نِعِمَّا بِالْمَالِ الصَّالِحِ لِلرَّجُلِ الصَّالِحِ (رَوَاهُ أَحْمَدُ)
Artinya: “Sebaik-baik harta yang baik adalah harta yang dimiliki oleh orang yang shalih” (HR Ahmad).
Dengan niat yang benar, pekerjaan di luar negeri bisa menjadi jalan keberkahan.
2. Menjaga Identitas Keislaman di Negeri Non-Muslim
Bekerja di Australia atau negara lain yang bukan mayoritas muslim menuntut kita lebih disiplin dalam menjaga ibadah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Shalat tepat waktu: Cari tahu lokasi masjid atau mushala terdekat. Jika tidak memungkinkan, siapkan ruang kecil untuk shalat di tempat kerja.
- Makanan halal: Pastikan konsumsi makanan halal, baik dengan mencari restoran bersertifikat halal maupun memasak sendiri.
- Berinteraksi dengan lingkungan: Tetaplah ramah dan terbuka, sambil menjaga batasan syariat.
3. Persiapan Mental dan Keterampilan
Selain aspek spiritual, ada hal teknis yang tidak kalah penting:
- Bahasa: Kemampuan bahasa Inggris yang baik akan sangat membantu adaptasi.
- Skill kerja: Pekerjaan di Australia umumnya membutuhkan keterampilan tertentu, misalnya di sektor pertanian, konstruksi, kesehatan, dan jasa.
- Kemandirian: Hidup jauh dari keluarga menuntut kemandirian dalam mengatur waktu, uang, dan emosi.
4. Komunitas Muslim sebagai Penopang
Bergabung dengan komunitas muslim di Australia bisa sangat bermanfaat. Selain menjadi tempat silaturahmi, komunitas ini juga bisa membantu dalam hal ibadah, informasi makanan halal, hingga kegiatan sosial.
Banyak organisasi Islam di kota-kota besar Australia yang terbuka bagi pendatang baru. Kehadiran mereka bisa menjadi penguat iman sekaligus jejaring sosial.
5. Menemukan Peluang Kerja
Bagi pembaca yang serius ingin mencoba peruntungan di negeri Kanguru, berbagai lowongan kerja di Australia dapat diakses secara online. Pastikan memilih jalur resmi agar terhindar dari penipuan dan permasalahan hukum.
Selain itu, carilah informasi mengenai visa kerja, peraturan ketenagakerjaan, dan hak-hak pekerja di Australia agar pengalaman kerja Anda berjalan lancar dan sesuai aturan.
Bekerja di luar negeri, termasuk di Australia, bisa menjadi jalan rezeki yang halal sekaligus pengalaman hidup yang berharga. Namun, seorang muslim hendaknya tetap menjadikan iman dan ibadah sebagai pondasi utama. Dengan niat yang benar, persiapan matang, dan tawakal kepada Allah, insyaAllah rezeki yang diperoleh akan penuh berkah.









