Puasa Senin–Kamis adalah amalan sunnah yang ringan namun sarat keutamaan.
Agar sempurna, mari kenali doa berbuka puasa yang shahih, kapan waktu terbaik membacanya, serta adab berbuka sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
Doa Buka Puasa Senin Kamis yang Shahih
1. Doa Berbuka Puasa Utama (paling shahih)
Dari Abdullah bin ‘Umar RA, Rasulullah ﷺ berdoa saat berbuka:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu, wa tsabatal ajru in syā’ Allāh.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”
2. Doa Berbuka Tambahan
Riwayat lain menyebut bacaan:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allāhumma laka shumtu wa ‘alā rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Catatan ringkas: Doa pertama di atas yang paling kuat kesahihannya. Doa kedua dikenal luas dan dibolehkan diamalkan.
3. Doa Kombinasi yang Populer
Banyak dibaca di Indonesia (gabungan yang baik):
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allāhumma laka shumtu wa bika āmantu wa ‘alā rizqika afthartu, birahmatika yā arhamar rāhimīn.
Artinya: “Untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka—dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang.”
Waktu yang Tepat Membaca Doa Buka Puasa
Lebih Utama Setelah Berbuka
Mayoritas ulama menilai lebih afdhal dibaca setelah membatalkan puasa (mis. setelah seteguk air atau kurma). Alasannya:
- Bahasa hadits menggunakan bentuk lampau (“telah hilang haus…”), menandakan kondisi setelah minum.
- Penjelasan fikih: di antara sunnah puasa adalah berdoa usai berbuka (ad-du‘ā’ ‘aqbal-fithr).
Boleh Sebelum Berbuka
Tetap boleh berdoa menjelang berbuka, karena:
- Waktu menjelang maghrib adalah mustajab.
- Ada hadits tentang doa orang berpuasa saat berbuka yang tidak tertolak.
Ringkasnya: Ambil dua-duanya—berdoa jelang berbuka untuk hajat pribadi dan bacakan doa ma’tsūr saat/tepat setelah membatalkan puasa.
Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunnah
- Menyegerakan berbuka saat yakin Maghrib masuk.
- Basmalah, lalu berbuka dengan kurma (ruthab/tamr). Jika tidak ada, air.
- Porsi ringan dahulu, kemudian shalat Maghrib, baru makan utama.
- Berdoa (ma’tsūr + hajat) di waktu mustajab ini.
- Tidak berlebihan dalam makan-minum.
Keutamaan Waktu Berbuka untuk Berdoa
- Doa orang berpuasa saat berbuka tidak tertolak.
- Momentum ini ideal untuk:
- membaca doa ma’tsūr;
- memohon ampunan;
- mengajukan hajat dunia–akhirat;
- mendoakan orang tua, keluarga, dan kaum muslimin.
Panduan Praktis Puasa Senin–Kamis
1. Niat Puasa
Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil khamīsi sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Tips konsistensi: siapkan jadwal mingguan, pasang pengingat, dan jaga pola sahur yang cukup bergizi.
Manfaat Membaca Doa Buka Puasa Senin–Kamis
- Spiritual: mensyukuri nikmat, menumbuhkan khusyuk, dan menghadirkan ketenangan hati.
- Praktis: meraih momennya doa mustajab, menata niat, serta menjaga ritme ibadah sepanjang pekan.
Contoh Alur Berbuka yang Disarankan
- Azan Maghrib → 2) Bismillah → 3) Kurma + air (secukupnya) →
- Doa ma’tsūr (mis. Dzahabazh zhama’u…) → 5) Shalat Maghrib → 6) Makan utama seperlunya.
Kesimpulan
- Doa paling shahih saat berbuka: Dzahabazh zhama’u… dari Ibn ‘Umar RA.
- Waktu terbaik membacanya: setelah berbuka (setelah teguk pertama), namun boleh berdoa sebelum berbuka karena waktu mustajab.
- Sempurnakan dengan adab berbuka dan niat yang ikhlas, agar puasa Senin–Kamis lebih bernilai dan berdampak dalam hidup.









