Selain shalat 5 waktu yang wajib, Islam mengajarkan shalat sunnah rawatib — shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu. Berapa rakaat sebelum Maghrib? Berapa rakaat setelah Subuh? Artikel ini merangkum lengkap 12 rakaat rawatib muakkadah beserta dalilnya.
Jawaban Singkat
Ada 12 rakaat shalat rawatib muakkadah (sangat dianjurkan) dalam sehari semalam: 2 rakaat sebelum Subuh, 4 rakaat sebelum Dzuhur, 2 rakaat sesudah Dzuhur, 2 rakaat sesudah Maghrib, dan 2 rakaat sesudah Isya. Selain itu ada rawatib ghairu muakkadah (tidak terlalu ditekankan) sebelum Ashar, sebelum Maghrib, dan sebelum Isya.
Dalil Keutamaan Shalat Rawatib 12 Rakaat
Dari Ummu Habibah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa shalat 12 rakaat dalam sehari semalam (di luar yang wajib), maka akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Dalam riwayat At-Tirmidzi, dirinci susunan 12 rakaat tersebut: 4 rakaat sebelum Dzuhur dan 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat sesudah Maghrib, 2 rakaat sesudah Isya, dan 2 rakaat sebelum Subuh.
Rincian 12 Rakaat Rawatib Muakkadah
| Shalat | Jumlah Rakaat | Waktu |
|---|---|---|
| Qobliyah Subuh | 2 rakaat | Sebelum Subuh |
| Qobliyah Dzuhur | 4 rakaat | Sebelum Dzuhur |
| Ba’diyah Dzuhur | 2 rakaat | Sesudah Dzuhur |
| Ba’diyah Maghrib | 2 rakaat | Sesudah Maghrib |
| Ba’diyah Isya | 2 rakaat | Sesudah Isya |
Keutamaan Khusus Qobliyah Subuh
Di antara 12 rakaat tersebut, 2 rakaat sebelum Subuh memiliki keutamaan paling besar. Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)
Shalat Rawatib Ghairu Muakkadah (Tidak Terlalu Ditekankan)
Selain 12 rakaat di atas, ada juga rawatib yang hukumnya sunnah namun tidak seditekankan, yaitu:
- 2 atau 4 rakaat sebelum Ashar
- 2 rakaat sebelum Maghrib
- 2 rakaat sebelum Isya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah merahmati orang yang shalat 4 rakaat sebelum Ashar.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dinilai hasan)
Tanya Jawab Seputar Shalat Rawatib
Apa hukum shalat rawatib, wajib atau sunnah?
Semua shalat rawatib hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun yang 12 rakaat (muakkadah) sangat dianjurkan dan sebaiknya tidak ditinggalkan karena keutamaannya yang besar.
Bagaimana jika rawatib Subuh terlewat karena kesiangan?
Boleh diqadha setelah shalat Subuh atau setelah matahari terbit, mengikuti teladan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang pernah mengqadhanya ketika tertidur hingga terlewat waktunya.
Apakah rawatib Dzuhur harus 4+2, atau boleh 2+2?
Riwayat yang paling masyhur menyebutkan 4 rakaat sebelum dan 2 rakaat sesudah Dzuhur (total 6 rakaat, bagian dari 12 rakaat muakkadah). Namun ada juga riwayat yang menyebutkan variasi jumlah, dan ulama membolehkan mengerjakan minimal 2 rakaat sebelum dan 2 rakaat sesudah jika kondisi tidak memungkinkan 4 rakaat penuh.
===
Referensi:
– HR. Muslim no. 728 (dari Ummu Habibah RA)
– HR. Muslim tentang keutamaan qobliyah Subuh (dari Aisyah RA)
– HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi tentang 4 rakaat sebelum Ashar
– Riwayat At-Tirmidzi tentang rincian 12 rakaat









