Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Home Guideline Hukum Islam

Berbakti kepada Orang Tua (Birrul Walidain): Dalil dan Keutamaannya

by Daily Muslim
7 Oktober 2026
Anak perempuan dewasa memeluk ayahnya yang lanjut usia, ilustrasi birrul walidain

Foto oleh Andrea Piacquadio / Pexels

Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Berbakti kepada orang tua (birrul walidain) adalah salah satu amalan yang paling ditekankan dalam Islam, bahkan kedudukannya disandingkan langsung setelah perintah shalat. Berikut dalil dan penjelasan lengkapnya.

Daftar Isi

Toggle
  • Dalil Berbakti kepada Orang Tua
  • Kedudukan Birrul Walidain dalam Hadits
  • Tetap Berbuat Baik Meski Orang Tua Tidak Adil atau Berbeda Keyakinan
  • Hukum Menghardik Anak Yatim
  • Tanya Jawab Seputar Birrul Walidain
    • Bagaimana jika orang tua memerintahkan sesuatu yang maksiat?
    • Apakah birrul walidain berlaku setelah orang tua meninggal?
    • Baca Juga
    • Hadits Tentang Shalat Tarawih 11 Rakaat & Cara Mengerjakannya
    • Hadits Lalat Masuk Minuman & Jadi Penawar Racun

Dalil Berbakti kepada Orang Tua

Allah SWT berfirman:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.” (QS. Al-Isra: 23)

Ayat ini menempatkan perintah berbakti kepada orang tua langsung setelah perintah tauhid (mengesakan Allah), menunjukkan betapa tinggi kedudukannya. Allah SWT melanjutkan dalam ayat berikutnya:

“Maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra: 23)

Kedudukan Birrul Walidain dalam Hadits

Dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Amal apa yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Ia bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Ia bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan birrul walidain menempati posisi kedua amal yang paling dicintai Allah, setelah shalat tepat waktu dan sebelum jihad di jalan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi, dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

Tetap Berbuat Baik Meski Orang Tua Tidak Adil atau Berbeda Keyakinan

Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman: 15, memerintahkan tetap berbuat baik (secara duniawi) kepada orang tua meski mereka memaksa untuk berbuat syirik — namun dalam hal keyakinan dan ketaatan kepada Allah, anak tidak wajib menaati jika bertentangan dengan syariat. Prinsip ini menunjukkan bahwa birrul walidain tetap berlaku bahkan ketika hubungan dengan orang tua tidak sempurna, misalnya ketika orang tua berlaku tidak adil kepada anak-anaknya — anak tetap dianjurkan berbuat baik dan sabar, meski boleh menyampaikan keberatan dengan cara yang santun.

Hukum Menghardik Anak Yatim

Masih terkait kasih sayang dalam keluarga, Allah SWT secara khusus melarang menghardik (membentak/menyakiti) anak yatim:

“Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.” (QS. Ad-Dhuha: 9)

Menghardik anak yatim termasuk perbuatan yang haram dan disebutkan bersamaan dengan pendustaan agama dalam QS. Al-Ma’un: 1-2.

Tanya Jawab Seputar Birrul Walidain

Bagaimana jika orang tua memerintahkan sesuatu yang maksiat?

Tidak wajib ditaati dalam hal maksiat, namun tetap wajib bersikap santun dan tidak memutuskan hubungan baik (silaturahmi) dengan mereka.

Apakah birrul walidain berlaku setelah orang tua meninggal?

Ya, bisa dilanjutkan dengan mendoakan mereka, menyambung silaturahmi dengan kerabat/sahabat orang tua, serta melunasi hutang atau wasiat mereka jika ada.

Baca Juga

Hadits Tentang Shalat Tarawih 11 Rakaat & Cara Mengerjakannya

Hadits Lalat Masuk Minuman & Jadi Penawar Racun

===

Referensi:
– QS. Al-Isra: 23-24
– QS. Luqman: 15
– QS. Ad-Dhuha: 9, QS. Al-Ma’un: 1-2
– HR. Bukhari & Muslim (dari Abdullah bin Mas’ud RA)
– HR. Tirmidzi tentang ridha Allah dan ridha orang tua
– Al Quran Digital Kementerian Agama Republik Indonesia

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

bolehkah saat puasa nonton mukbang

Saat Puasa Nonton Mukbang (Video Makanan), Boleh atau Tidak?

by Daily Muslim

Puasa adalah salah satu ibadah yang dilakukan umat muslim di seluruh dunia. Saat menjalankan ibadah...

Tangan menulis dan menandatangani formulir pinjaman di atas meja kayu

Hukum Hutang Piutang dalam Islam: Dalil dan Konsekuensinya

by Daily Muslim

Hutang piutang adalah muamalah yang dibolehkan dalam Islam, bahkan memberi pinjaman kepada yang membutuhkan termasuk...

berpegangan tangan

Hukum Pacaran dalam Islam: Penjelasan Komprehensif

by Daily Muslim

Hukum pacaran dalam Islam adalah haram, terutama dalam bentuk yang umum dipraktikkan di masyarakat modern,...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Rabu, 7 Oktober 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 04:10
Subuh 04:20
Dzuhur 11:44
Ashar 14:46
Maghrib 17:49
Isya' 18:58
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

Pasangan suami istri dalam suasana murung dan terpisah, ilustrasi hukum talak

Talak 1, 2, dan 3: Perbedaan Hukum dan Konsekuensinya

Kaki bayi mungil digenggam lembut oleh tangan orang dewasa

Hukum Khitan dalam Islam: Laki-laki, Perempuan, dan Waktunya

Dua pria berjabat tangan saling menyapa, ilustrasi hukum salam

Hukum Mengucapkan dan Menjawab Salam dalam Islam

Anak perempuan dewasa memeluk ayahnya yang lanjut usia, ilustrasi birrul walidain

Berbakti kepada Orang Tua (Birrul Walidain): Dalil dan Keutamaannya

Jamaah haji berihram mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram

Hukum Haji dalam Islam: Syarat Wajib dan Ketentuannya

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami