Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Home Insight Hadits

Keutamaan Ayat Seribu Dinar (QS. At-Talaq: 2-3) & Asal-Usul Namanya

by Daily Muslim
16 Oktober 2026
Sekelompok orang menengadahkan wajah dan tangan dalam doa, ilustrasi keutamaan Ayat Seribu Dinar (QS At-Talaq 2-3)

Keutamaan Ayat Seribu Dinar

Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

QS. At-Talaq ayat 2-3 populer dijuluki “Ayat Seribu Dinar” dan dipercaya membuka pintu rezeki. Namun dari mana sebenarnya nama ini berasal, dan apa makna ayat ini yang sebenarnya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Daftar Isi

Toggle
  • Teks Ayat
  • Dari Mana Nama “Seribu Dinar” Berasal?
  • Sebab Turunnya Ayat Ini
  • Tanya Jawab Seputar Ayat Seribu Dinar
    • Apakah boleh mengamalkan/membaca ayat ini sebagai doa memohon rezeki?
    • Apa beda takwa dan tawakal yang disebutkan dalam ayat ini?
    • Baca Juga
    • Hukum Adu Ayam (Sabung Ayam) dalam Islam
    • Dress Hijab Simple tapi Mewah? Begini Cara Memilih yang Tepat!

Teks Ayat

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Latin: “Wa may yattaqillaaha yaj’al lahuu makhrajaa. Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib, wa may yatawakkal ‘alallaahi fahuwa hasbuh.”

Artinya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At-Talaq: 2-3)

Dari Mana Nama “Seribu Dinar” Berasal?

Perlu kejujuran di sini: istilah “Ayat Seribu Dinar” tidak berasal dari Al-Qur’an maupun hadits Nabi, melainkan sebutan populer di masyarakat yang bersumber dari sebuah kisah dalam buku berjudul Rahasia Keajaiban Ayat-ayat Seribu Dinar — kisah tentang seorang pedagang yang dalam mimpinya bertemu Nabi Khidir dan diminta bersedekah seribu dinar, lalu mengamalkan ayat ini hingga mendapat rezeki tak terduga. Kisah semacam ini tergolong cerita hikmah (bukan hadits), sehingga tidak boleh dijadikan dasar keyakinan keagamaan yang pasti, apalagi sampai beranggapan ayat ini adalah “jampi kekayaan instan”.

Yang perlu ditegaskan: ayat ini sendiri adalah bagian sah dari Al-Qur’an (QS. At-Talaq: 2-3), sehingga kandungan maknanya — janji Allah memberi jalan keluar dan rezeki tak terduga bagi orang yang bertakwa dan bertawakal — adalah kebenaran mutlak sebagai firman Allah, terlepas dari julukan “seribu dinar” dan kisah tambahan yang menyertainya.

Sebab Turunnya Ayat Ini

Para mufassir menjelaskan ayat ini turun berkaitan dengan kisah Auf bin Malik Al-Asyja’i RA yang mengadukan anaknya yang ditahan musuh, lalu Rasulullah menasihatinya untuk memperbanyak membaca “laa haula wa laa quwwata illaa billah”. Tak lama kemudian, anaknya berhasil pulang membawa kambing-kambing musuh, dan turunlah ayat ini sebagai penegasan prinsip umum: ketakwaan dan tawakal adalah kunci jalan keluar dari kesulitan.

Tanya Jawab Seputar Ayat Seribu Dinar

Apakah boleh mengamalkan/membaca ayat ini sebagai doa memohon rezeki?

Sangat boleh, bahkan dianjurkan, karena ini adalah ayat Al-Qur’an yang sah dan maknanya memang berbicara tentang rezeki dan jalan keluar dari kesulitan. Yang perlu diluruskan hanyalah menghindari keyakinan keliru bahwa sekadar membacanya tanpa ketakwaan dan ikhtiar nyata akan otomatis mendatangkan “seribu dinar” secara ajaib — inti ayat ini justru menegaskan syarat utamanya: takwa dan tawakal yang sungguh-sungguh.

Apa beda takwa dan tawakal yang disebutkan dalam ayat ini?

Takwa adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah secara konsisten, sedangkan tawakal adalah menyerahkan hasil akhir dari suatu usaha kepada Allah setelah berikhtiar maksimal. Keduanya saling melengkapi: takwa sebagai sikap menyeluruh dalam hidup, tawakal sebagai sikap hati saat menghadapi hasil dari suatu urusan.

===

Referensi:
– QS. At-Talaq: 2-3
– Riwayat sebab turun ayat tentang Auf bin Malik Al-Asyja’i RA (tafsir Ibnu Katsir dan mufassir lainnya)

Baca Juga

Hukum Adu Ayam (Sabung Ayam) dalam Islam

Dress Hijab Simple tapi Mewah? Begini Cara Memilih yang Tepat!

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

Timbangan kuningan antik di atas rak kayu, ilustrasi hadits tentang akhlak mulia sebagai pemberat timbangan amal

Hadits tentang Akhlak Mulia: Pemberat Timbangan di Hari Kiamat

by Daily Muslim

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Berikut hadits-hadits tentang keutamaan akhlak mulia...

Langit malam dipenuhi gugusan bintang, ilustrasi hadits tentang 99 Asmaul Husna

Hadits tentang Asmaul Husna (99 Nama Allah), Teks dan Artinya

by Daily Muslim

Allah memiliki 99 nama indah yang dikenal sebagai Asmaul Husna. Rasulullah menjanjikan surga bagi siapa...

Bunga mawar putih mekar dengan latar gelap lembut, ilustrasi keutamaan Fatimah Az-Zahra sebagai penghulu wanita surga

Keutamaan Fatimah Az-Zahra dan Dalilnya

by Daily Muslim

Fatimah Az-Zahra RA, putri bungsu Rasulullah, mendapat gelar istimewa sebagai penghulu wanita penduduk surga. Berikut...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Minggu, 18 Oktober 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 04:04
Subuh 04:14
Dzuhur 11:41
Ashar 14:48
Maghrib 17:49
Isya' 18:58
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

Pemandangan udara Ka'bah dikelilingi jamaah yang shalat berjamaah, ilustrasi keutamaan Hijir Ismail sebagai bagian Ka'bah

Keutamaan Hijir Ismail dan Dalilnya

Kubah hijau toska bertuliskan kaligrafi Arab pada makam bersejarah, ilustrasi pembahasan hukum ziarah ke makam wali

Hukum Ziarah ke Makam Wali: Penjelasan Berimbang dan Batasannya

Wanita mengenakan cadar hitam menutup wajah, ilustrasi pembahasan hukum cadar dalam Islam

Hukum Cadar: Penjelasan Berimbang Pandangan Empat Madzhab

Lilin menyala di samping buku tua yang terbuka, ilustrasi pembahasan Doa Nurbuat

Doa Nurbuat: Penjelasan Jujur tentang Status dan Asal-Usulnya

Bulu putih melayang lembut dengan latar gelap, ilustrasi pembahasan Sholawat Jibril

Sholawat Jibril: Penjelasan Jujur tentang Asal-Usulnya

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami