Surat Al-Fatihah adalah surat yang dibaca berulang kali setiap hari oleh umat Islam dalam shalat. Berikut hadits-hadits shahih tentang keutamaannya yang luar biasa.
Teks Hadits Utama: Surat Paling Agung dalam Al-Qur’an
Dari Abu Sa’id bin Al-Mu’alla RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah aku ajarkan kepadamu surat paling agung dalam Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid?” Lalu beliau bersabda: “Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin (Al-Fatihah), ia adalah as-sab’ul matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan Al-Qur’an Al-‘Azhim yang diberikan kepadaku.” (HR. Bukhari no. 4474)
Ummul Kitab: Induk Al-Qur’an
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Al-Hamdu lillahi Rabbil ‘aalamiin (Al-Fatihah) adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab, dan As-Sab’ul Matsani.” (HR. Tirmidzi no. 3124, dinilai shahih)
Disebut “induk Al-Qur’an” karena kandungan Al-Fatihah mencakup inti seluruh tema besar Al-Qur’an: pujian kepada Allah, pengakuan tauhid rububiyah dan uluhiyah, keimanan kepada hari akhir, serta permohonan petunjuk kepada jalan yang lurus.
Tidak Sah Shalat Tanpa Membacanya
Dari Ubadah bin Shamit RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah.” (HR. Bukhari no. 756 dan Muslim no. 394)
Al-Fatihah sebagai Ruqyah (Penyembuh)
Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, dikisahkan para sahabat meruqyah (membacakan ayat untuk pengobatan) seorang kepala suku yang disengat kalajengking dengan membaca Al-Fatihah, dan ia sembuh. Ketika hal ini disampaikan kepada Rasulullah, beliau bersabda: “Dari mana kamu tahu bahwa itu adalah ruqyah?” lalu bersabda: “Kalian benar, bagikanlah (upah yang diberikan) dan berikan juga untukku satu bagian.” (HR. Bukhari no. 2276 dan Muslim no. 2201)
Hadits ini menjadi dasar bahwa Al-Fatihah boleh dan sah digunakan sebagai ruqyah syar’iyyah (pengobatan dengan bacaan Al-Qur’an) yang diakui langsung oleh Rasulullah.
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Surat Al-Fatihah
Mengapa Al-Fatihah wajib dibaca di setiap rakaat shalat?
Karena kedudukannya sebagai rukun shalat berdasarkan hadits shahih di atas (HR. Bukhari & Muslim) — shalat seseorang dianggap tidak sah jika ia mampu namun sengaja tidak membaca Al-Fatihah, baik sebagai imam, makmum (dalam shalat sirriyah/pelan), maupun shalat sendirian.
Apakah Al-Fatihah bisa menyembuhkan semua jenis penyakit?
Hadits ruqyah di atas menunjukkan keberkahan Al-Fatihah sebagai sarana pengobatan yang diizinkan syariat, namun tetap harus disertai ikhtiar medis yang sesuai untuk penyakit yang memang memerlukan penanganan medis, sebagaimana prinsip umum Islam tentang anjuran berobat (tadawi).
===
Referensi:
– HR. Bukhari no. 4474 (dari Abu Sa’id bin Al-Mu’alla RA)
– HR. Tirmidzi no. 3124 (shahih, dari Abu Hurairah RA)
– HR. Bukhari no. 756 & Muslim no. 394 (dari Ubadah bin Shamit RA)
– HR. Bukhari no. 2276 & Muslim no. 2201 (dari Abu Sa’id Al-Khudri RA)









