Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram (dimuliakan). Berikut penjelasan lengkap keutamaannya.
Dijuluki “Bulan Allah” (Syahrullah)
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim no. 1163)
Muharram adalah satu-satunya bulan yang secara eksplisit disandarkan langsung kepada nama Allah (“syahrullah“) dalam hadits Rasulullah, menunjukkan keistimewaan dan kemuliaannya yang khusus di antara bulan-bulan lainnya.
Termasuk Salah Satu dari 4 Bulan Haram
Dari Abu Bakrah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam khutbah Haji Wada’: “Setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram (dimuliakan); tiga bulan berturut-turut: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta (satu bulan terpisah) Rajab.” (HR. Bukhari no. 4662 dan Muslim no. 1679)
Sebagai bulan haram, amal shalih yang dikerjakan di bulan Muharram memiliki pahala yang lebih besar, sebaliknya dosa yang dilakukan juga tercatat lebih berat, sebagaimana dijelaskan Ibnu Abbas RA mengenai keempat bulan haram ini.
Terdapat Puasa Asyura yang Istimewa
Di dalam bulan Muharram terdapat tanggal 10 (hari Asyura) yang memiliki keutamaan khusus: “(Puasa Asyura) menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Bulan Muharram
Apakah Muharram adalah bulan dimulainya tahun Hijriyah?
Ya, Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Namun perlu dicatat bahwa penetapan Muharram sebagai awal tahun baru Hijriyah ditetapkan belakangan oleh Khalifah Umar bin Khattab RA, bukan ditentukan langsung oleh Rasulullah semasa hidupnya, dan tidak ada perayaan khusus “tahun baru Hijriyah” yang dicontohkan Nabi.
Apa amalan yang dianjurkan khusus di bulan Muharram?
Yang paling ditekankan dalam hadits shahih adalah memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa Asyura (10 Muharram) beserta satu hari sebelum atau sesudahnya (9 atau 11 Muharram) untuk membedakan dari praktik puasa kaum Yahudi yang juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
===
Referensi:
– HR. Muslim no. 1163 (dari Abu Hurairah RA)
– HR. Bukhari no. 4662 & Muslim no. 1679 (dari Abu Bakrah RA)
– HR. Muslim no. 1162









