Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Home Guideline

Hari yang Diperbolehkan untuk Mengganti Puasa Ramadhan

by Daily Muslim
28 Oktober 2024
mengganti utang puasa untuk orang yang sudah meninggal
Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh kita sebagai umat Islam.

Namun, terkadang ada beberapa kondisi dimana kita diperbolehkan untuk tidak berpuasa walaupun perintah puasa itu wajib, seperti saat sakit atau sedang dalam perjalanan.

Bagi kamu yang tidak berpuasa karena alasan-alasan ini, kamu wajib mengganti (qadha) puasa di hari lain untuk memenuhi utang puasa tersebut.

Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai kapan dan di hari apa saja kamu diperbolehkan untuk mengganti puasa Ramadhan, agar ibadahnya tetap sesuai syariat dan hari apa saja yang tidak diperbolehkan untuk mengganti puasa Ramadhan.

Daftar Isi

Toggle
  • Hukum Mengganti Puasa Ramadhan
  • Waktu yang Diperbolehkan untuk Mengganti Puasa
    • Baca Juga
    • Doa Malam Lailatul Qadar: Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya
    • Mandi Wajib Setelah Imsak, Apakah Puasanya Sah?
  • Hari-hari yang Dilarang untuk Mengganti Puasa
  • Tips Merencanakan Waktu Penggantian Puasa
  • Kesimpulan dan Rekomendasi

Hukum Mengganti Puasa Ramadhan

Hal pertama yang harus kamu pahami adalah mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan karena alasan syar’i adalah wajib.

Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Ayat ini menegaskan pentingnya mengganti puasa bagi jika kamu berhalangan.

Selain itu, hadits dari Aisyah radhiallahu ‘anha juga menjelaskan bahwa ia selalu mengganti (qadha) puasa Ramadhan, begini haditsnya:

مَا كُنْتُ أَقْضِي مَا يَكُونُ عَلَيَّ مِنْ رَمَضَانَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Saya tidak pernah meng-qadha Ramadlan kecuali pada bulan Sya’ban sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam wafat.” (HR. Tirmidzi no. 714)

Dengan dasar ini, para ulama sepakat bahwa mengganti puasa merupakan kewajiban yang harus ditunaikan.

Waktu yang Diperbolehkan untuk Mengganti Puasa

Secara umum, mengganti puasa Ramadhan bisa dilakukan kapan saja setelah berakhirnya bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Selama tidak berada pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seseorang dapat meng-qadha puasa kapan pun di luar bulan Ramadhan.

Ini memberikan fleksibilitas bagi kita untuk memilih waktu yang paling sesuai dengan kondisi dan aktivitas kita.

Baca Juga

Doa Malam Lailatul Qadar: Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya

Mandi Wajib Setelah Imsak, Apakah Puasanya Sah?

Sebagai contoh, kamu bisa memilih hari Senin atau Kamis, di mana hari-hari ini juga disunnahkan untuk berpuasa. Hal ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk memperoleh pahala tambahan dari puasa sunnah sekaligus menunaikan kewajiban qadha puasa.

Hari-hari yang Dilarang untuk Mengganti Puasa

Islam melarang pelaksanaan puasa pada hari-hari tertentu yang dianggap sebagai hari raya. Di antaranya adalah:

  1. Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal) – Hari ini adalah momen kita merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa, dan haram untuk berpuasa di hari ini.
  2. Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) – Hari raya kedua bagi umat Islam, di mana puasa juga dilarang.

Ini berdasarkan hadits yang datang dari Umar bin Khattab, ia menerangkan:

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صِيَامِ هَذَيْنِ الْيَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ الْأَضْحَى أَمَّا يَوْمُ الْفِطْرِ فَيَوْمُ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ وَيَوْمُ الْأَضْحَى تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ لَحْمِ نُسُكِكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berpuasa pada dua hari ini; Idul Fitri dan Idul Adlha. Idul Fitri adalah hari kalian berbuka dari berpuasa, sedangkan Idul Adlha adalah hari kalian makan daging sembelihan kalian.” (HR. Ibnu Majah mp. 1712)

  1. Hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) – Hari-hari setelah Idul Adha ini juga dilarang untuk berpuasa, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:

لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ

Artinya: “Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari tasyriq kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan kurban (Al Hadyu) ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari no. 1859)

Pengetahuan mengenai hari-hari terlarang ini penting agar kita tidak melaksanakan qadha puasa di waktu yang tidak diperbolehkan.

Tips Merencanakan Waktu Penggantian Puasa

Mengatur waktu untuk qadha puasa membutuhkan perencanaan, terutama jika kamu yang memiliki kesibukan tinggi.

Berikut beberapa tips yang mungkin bisa kamu coba:

  • Pilih Hari yang Konsisten: Menjalankan qadha puasa secara konsisten pada hari tertentu setiap pekan, seperti Senin atau Kamis, dapat memudahkan proses penggantian puasa dan menghindari tumpukan utang puasa.
  • Perhatikan Kondisi Kesehatan: Puasa di luar bulan Ramadhan bisa lebih menantang karena tidak ada kewajiban untuk sahur bersama atau berbuka bersama. Pastikan tubuh cukup hidrasi dan istirahat sebelum berpuasa.
  • Hindari Menunda hingga Ramadhan Berikutnya: Para ulama menganjurkan agar puasa yang ditinggalkan segera diganti, jika memungkinkan sebelum datangnya Ramadhan berikutnya. Menunda qadha tanpa alasan dapat berpotensi menambah beban ibadah.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Mengganti puasa Ramadhan adalah kewajiban yang perlu disegerakan bagi yang berhalangan.

Berdasarkan syariat Islam, penggantian puasa ini dapat dilakukan kapan saja setelah Ramadhan, kecuali pada hari-hari yang dilarang.

Dengan perencanaan yang baik, kamu dapat menjalankan qadha puasa secara konsisten, menjaga kesehatan, dan meraih pahala tambahan di hari-hari tertentu.

Segeralah menunaikan kewajiban ini agar tidak menumpuk hingga tahun berikutnya dan meraih ketenangan dalam beribadah.

Tags: Bulan RamadanPuasa RamadhanPuasa Wajib

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

Piring kosong dengan serbet terlipat dan garpu di atas meja

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Daftar Lengkap dan Dalilnya

by Daily Muslim

Mengetahui apa saja yang membatalkan puasa penting agar ibadah Ramadan kita tetap sah dan bernilai....

Koper berisi tumpukan uang kertas dolar, ilustrasi hukum uang hasil korupsi dan harta haram dalam Islam

Hukum Uang Hasil Korupsi dan Harta Haram dalam Islam

by Daily Muslim

Uang hasil korupsi termasuk salah satu bentuk harta haram yang paling merusak, baik bagi pelakunya...

mandi wajib setelah imsak

Apakah Boleh Mandi Wajib Setelah Sahur? Begini Penjelasannya

by Daily Muslim

Mandi wajib atau mandi junub adalah cara untuk membersihkan diri dari hadats besar, terutama sebelum...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Kamis, 29 Oktober 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 04:00
Subuh 04:10
Dzuhur 11:40
Ashar 14:53
Maghrib 17:49
Isya' 19:00
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

Kaligrafi emas bertuliskan Bismillahirrahmanirrahim di atas kertas dengan palet cat emas, ilustrasi artikel kapan membaca basmalah lengkap dan kapan cukup bismillah saja

Kapan Mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” dan Kapan Cukup “Bismillah” Saja?

Jamaah haji berpakaian ihram putih menghadap Ka'bah di siang hari, ilustrasi keutamaan haji mabrur

Keutamaan Haji Mabrur dan Dalilnya

Riak air tenang membentuk lingkaran konsentris, ilustrasi keutamaan menahan amarah dalam Islam

Keutamaan Menahan Amarah dan Dalilnya

Papan penunjuk arah kayu dengan anak panah di tengah alam terbuka, ilustrasi keutamaan amar ma'ruf nahi mungkar

Keutamaan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dan Dalilnya

Seorang guru membimbing murid-muridnya di dalam kelas, ilustrasi adab kepada guru dalam Islam

Adab kepada Guru dalam Islam dan Dalilnya

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami