Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Home Insight Hadits

Hadits tentang 73 Golongan Umat Islam: Penjelasan Proporsional

by Daily Muslim
12 Oktober 2026
Potongan puzzle warna-warni tersusun membentuk lingkaran, ilustrasi hadits tentang 73 golongan umat Islam

Hadits tentang 73 Golongan Umat Islam

Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Hadits tentang umat Islam yang akan terpecah menjadi 73 golongan sering dikutip — kadang disertai klaim sepihak tentang golongan mana yang “paling selamat”. Berikut penjelasan hadits ini secara proporsional, tanpa mengklaim kelompok tertentu secara sepihak.

Daftar Isi

Toggle
  • Teks Hadits
  • Status Hadits
  • Siapa “Golongan yang Selamat” Itu?
  • Tanya Jawab Seputar Hadits 73 Golongan
    • Apakah boleh menuduh kelompok muslim lain sebagai “golongan yang masuk neraka” berdasarkan hadits ini?
    • Bagaimana sikap yang tepat terhadap hadits ini?
    • Baca Juga
    • Inilah Dewan Juri Hafiz Indonesia 2024, Ada Koh Dennis Lim!
    • Ini Dia Rundown Muslim Life Fair Bandung 2023 (3-5 November)

Teks Hadits

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang-orang Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan, dan orang-orang Nasrani terpecah menjadi demikian pula. Sedangkan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan.” (HR. Abu Dawud no. 4597, Tirmidzi no. 2778, dan Ibnu Majah no. 3992)

Dalam riwayat lain disebutkan tambahan: “Semuanya di neraka, kecuali satu golongan.” Para sahabat bertanya, “Siapakah golongan itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Maa anaa ‘alaihi wa ashhaabii” (yaitu golongan yang berada di atas jalan yang aku dan para sahabatku tempuh).” (HR. Tirmidzi no. 2641)

Status Hadits

Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Imam At-Tirmidzi, dihasankan pula oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, dan dinilai shahih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah karena banyaknya jalur periwayatan (thuruq) yang saling menguatkan. Meski demikian, sebagian ulama seperti Ibnu Hazm mengkritik sisi sanadnya. Mayoritas ulama hadits menerima keabsahan hadits ini secara umum.

Siapa “Golongan yang Selamat” Itu?

Berdasarkan hadits di atas, kriteria golongan yang selamat adalah: mengikuti jalan (ajaran dan praktik) yang ditempuh Rasulullah dan para sahabatnya — bukan nama organisasi, mazhab, atau kelompok tertentu secara spesifik. Penting dicatat bahwa berbagai kelompok dan organisasi Islam di Indonesia maupun dunia — baik yang berafiliasi NU, Muhammadiyah, Salafi, maupun ormas lainnya — masing-masing meyakini diri mereka berupaya mengikuti jalan Rasulullah dan para sahabat sesuai pemahaman mereka. Hadits ini bukan alat untuk mengklaim kelompok sendiri sebagai satu-satunya yang selamat sembari mengkafirkan atau menyesatkan sesama muslim lainnya secara serampangan.

Tanya Jawab Seputar Hadits 73 Golongan

Apakah boleh menuduh kelompok muslim lain sebagai “golongan yang masuk neraka” berdasarkan hadits ini?

Tidak dibenarkan. Banyak ulama menegaskan bahwa perpecahan yang dimaksud dalam hadits ini merujuk pada penyimpangan akidah pokok (ushul), bukan perbedaan pendapat dalam perkara cabang/ijtihadiyah (furu’) seperti perbedaan mazhab fikih. Menuduh sesama muslim sebagai “golongan neraka” hanya karena perbedaan pendapat dalam masalah furu’ adalah sikap berlebihan yang justru bertentangan dengan semangat ukhuwah Islamiyah yang diajarkan Rasulullah.

Bagaimana sikap yang tepat terhadap hadits ini?

Sikap yang tepat adalah menjadikannya sebagai pengingat untuk senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman generasi terbaik (salafush shalih), sembari tetap rendah hati — tidak merasa paling benar sendiri — dan menjaga persatuan umat di tengah keberagaman pendapat dalam perkara-perkara ijtihadiyah.

===

Baca Juga

Inilah Dewan Juri Hafiz Indonesia 2024, Ada Koh Dennis Lim!

Ini Dia Rundown Muslim Life Fair Bandung 2023 (3-5 November)

Referensi:
– HR. Abu Dawud no. 4597, Tirmidzi no. 2778 & Ibnu Majah no. 3992 (dari Abu Hurairah RA)
– HR. Tirmidzi no. 2641 (hasan shahih)
– Penilaian Ibnu Hajar Al-Asqalani & Ibnu Taimiyah

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

Pemandangan Masjid Nabawi di Madinah saat senja dengan menara menyala, ilustrasi hadits tentang 10 sahabat yang dijamin masuk surga

Hadits tentang 10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

by Daily Muslim

Sepuluh orang sahabat Nabi secara khusus dikabarkan langsung oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagai penghuni...

Seseorang menengadah memandang langit malam berbintang, ilustrasi hadits tentang tafakur

Hadits tentang Tafakur: Merenungkan Ciptaan Allah

by Daily Muslim

Tafakur, merenungkan ciptaan Allah, adalah amalan hati yang mengantarkan pada keimanan yang lebih dalam. Berikut...

Tukang kayu bekerja memahat kayu dengan palu dan pahat, ilustrasi hadits tentang etos kerja dalam Islam

Hadits tentang Etos Kerja: Keutamaan Bekerja Keras dalam Islam

by Daily Muslim

Islam sangat menjunjung tinggi etos kerja dan kemandirian dalam mencari nafkah. Berikut hadits-hadits tentang keutamaan...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Selasa, 13 Oktober 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 04:07
Subuh 04:17
Dzuhur 11:42
Ashar 14:46
Maghrib 17:49
Isya' 18:58
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

Bunga mawar merah dengan latar putih polos, ilustrasi hukum merayakan Hari Valentine dalam Islam

Hukum Merayakan Hari Valentine dalam Islam

Sepasang suami istri berkonsultasi dengan dokter di klinik, ilustrasi hukum vasektomi dalam Islam

Hukum Vasektomi dalam Islam: Dalil dan Fatwa MUI

Close-up jarum suntik dengan latar putih, ilustrasi hadits tentang berobat dan kedudukan vaksinasi dalam Islam

Hadits tentang Berobat & Kedudukan Vaksinasi dalam Islam

Tenaga medis menuangkan hand sanitizer ke tangan, ilustrasi hadits tentang wabah penyakit (tha'un) dan prinsip karantina

Hadits tentang Wabah Penyakit (Tha’un) dan Prinsip Karantina

Tangan lansia menengadah berdoa, ilustrasi makna usia 40 dan 60 tahun dalam Al-Qur'an dan hadits

Makna Usia 40 dan 60 Tahun dalam Al-Qur’an dan Hadits

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami