Semangat gotong royong dan tolong-menolong memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Berikut hadits-hadits tentang keutamaan meringankan kesulitan dan saling membantu sesama.
Teks Hadits Utama
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Latin: “Man naffasa ‘an mu’minin kurbatan min kurabid dunyaa naffasallaahu ‘anhu kurbatan min kurabi yawmil qiyaamah.”
Artinya: “Barangsiapa melapangkan satu kesulitan seorang mukmin dari kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan melapangkan untuknya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan hari kiamat…” (HR. Muslim no. 2699, dari Abu Hurairah RA)
Hadits ini merupakan bagian dari hadits yang lebih panjang, berisi beberapa prinsip tolong-menolong yang saling berkaitan, diuraikan di bawah ini.
Rangkaian Lengkap Hadits Ini
- Melapangkan kesulitan dunia seorang mukmin — dibalas Allah dengan dilapangkan satu kesulitan di hari kiamat.
- Memudahkan orang yang kesulitan — dibalas Allah dengan kemudahan di dunia dan akhirat.
- Menutupi aib seorang muslim — dibalas Allah dengan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.
- “Allah akan senantiasa menolong seorang hamba, selama hamba itu menolong saudaranya” — penutup hadits yang menegaskan prinsip timbal balik pertolongan Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menambahkan dalam hadits yang sama: “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga…” — menunjukkan bahwa menolong sesama dan menuntut ilmu sama-sama menjadi jalan menuju kemudahan di akhirat.
Bentuk-Bentuk Gotong Royong dalam Kehidupan
- Membantu tetangga/kerabat yang kesulitan finansial tanpa menunggu diminta.
- Kerja bakti membersihkan lingkungan bersama warga sekitar.
- Membantu pekerjaan tetangga yang sedang memiliki hajat (pernikahan, musibah kematian, dll).
- Berbagi informasi/kesempatan kerja kepada yang membutuhkan.
- Menjaga rahasia dan tidak mempermalukan kesalahan orang lain di depan umum.
Tanya Jawab Seputar Hadits Gotong Royong
Apakah pertolongan ini hanya berlaku untuk sesama muslim?
Hadits ini secara spesifik menyebut “mukmin”, namun prinsip umum tolong-menolong dalam kebaikan (QS. Al-Maidah: 2) berlaku universal untuk siapa saja yang membutuhkan, tanpa memandang agama, sebagai bentuk kemanusiaan yang juga dianjurkan Islam.
Apakah menolong orang lain harus selalu berupa materi?
Tidak. Pertolongan bisa berbentuk tenaga, waktu, ilmu, nasihat, doa, atau sekadar menjadi pendengar yang baik bagi orang yang sedang kesulitan — semua bentuk bantuan yang meringankan beban orang lain termasuk dalam makna “melapangkan kesulitan” dalam hadits ini.
===
Referensi:
– HR. Muslim no. 2699 (dari Abu Hurairah RA)
– QS. Al-Maidah: 2









