Tauhid — mengesakan Allah dalam ibadah tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun — adalah inti dan fondasi utama ajaran Islam. Berikut hadits-hadits tentang tauhid dan keutamaannya.
Teks Hadits Utama: Hak Allah atas Hamba-Nya
حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
Latin: “Haqqullaahi ‘alal ‘ibaadi an ya’buduuhu wa laa yusyrikuu bihi syai-an.”
Artinya: Rasulullah bertanya kepada Mu’adz bin Jabal, “Wahai Mu’adz, tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-Nya, dan apa hak hamba atas Allah?” Mu’adz menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Hak Allah atas hamba-Nya adalah hendaklah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Sedangkan hak hamba atas Allah adalah Allah tidak akan mengadzab orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.” (HR. Bukhari no. 2856 dan Muslim no. 30)
Dakwah Pertama kepada Setiap Kaum: Tauhid
Dari Ibnu Abbas RA, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman, beliau berpesan: “Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum Ahli Kitab, maka jadikanlah hal pertama yang engkau serukan kepada mereka adalah syahadat laa ilaaha illallah…” (HR. Bukhari no. 1395 dan Muslim no. 19)
Hadits ini menunjukkan bahwa tauhid adalah prioritas utama dakwah, mendahului seruan kepada ibadah-ibadah lainnya seperti shalat dan zakat, karena tauhid adalah fondasi yang menentukan diterima atau tidaknya seluruh amal seseorang.
Syirik sebagai Dosa Terbesar
Dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, “Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?” Beliau menjawab: “Engkau menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.” (HR. Bukhari no. 4761 dan Muslim no. 86)
Tanya Jawab Seputar Hadits Tauhid
Mengapa tauhid disebut sebagai syarat utama amal diterima?
Karena tauhid adalah fondasi seluruh ibadah. Sebaik apa pun amal seseorang, jika dicampuri dengan syirik (menyekutukan Allah dalam ibadah), amal tersebut tidak akan diterima, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Az-Zumar: 65 bahwa jika seseorang berbuat syirik, maka amalnya akan terhapus sia-sia.
Apakah tauhid hanya soal meyakini Allah itu satu?
Tauhid mencakup lebih luas dari sekadar keyakinan teoretis, yaitu mengesakan Allah dalam tiga aspek: dalam penciptaan dan pengaturan alam semesta (rububiyah), dalam peribadahan yang hanya ditujukan kepada-Nya (uluhiyah), serta dalam nama dan sifat-Nya (asma wa shifat) sebagaimana Allah tetapkan sendiri bagi diri-Nya.
===
Referensi:
– HR. Bukhari no. 2856 & Muslim no. 30 (dari Mu’adz bin Jabal RA)
– HR. Bukhari no. 1395 & Muslim no. 19 (dari Ibnu Abbas RA)
– HR. Bukhari no. 4761 & Muslim no. 86 (dari Abdullah bin Mas’ud RA)
– QS. Az-Zumar: 65









