Al-Ma’tsurat adalah kumpulan dzikir dan doa pagi-petang yang sangat populer di kalangan umat Islam Indonesia. Namun perlu dipahami: Al-Ma’tsurat bukanlah satu hadits tunggal, melainkan sebuah kompilasi. Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Al-Ma’tsurat?
Al-Ma’tsurat (dari kata ma’tsur, artinya “yang diriwayatkan/memiliki dasar”) adalah kumpulan ayat Al-Qur’an, dzikir, dan doa yang disusun oleh Imam Hasan Al-Banna, seorang ulama asal Mesir. Penting dipahami: Al-Ma’tsurat bukan hadits tersendiri, melainkan sebuah “buku panduan dzikir” yang disusun dengan mengambil rujukan dari ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits shahih yang sudah ada sebelumnya — mirip seperti buku kumpulan doa harian lainnya. Keutamaannya karena itu bersumber dari keutamaan masing-masing ayat/dzikir di dalamnya, bukan dari “Al-Ma’tsurat” sebagai satu kesatuan yang diriwayatkan langsung dari Nabi.
Dalil Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang
مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ
Artinya: “Barangsiapa yang mengucapkan di waktu pagi dan petang: ‘Subhanallahi wa bihamdihi’ sebanyak seratus kali, maka tidak ada seorang pun pada hari kiamat yang datang dengan (amalan) yang lebih baik daripada yang dibawanya…” (HR. Muslim no. 2692, dari Abu Hurairah RA)
Salah satu ayat yang termasuk dalam kumpulan Al-Ma’tsurat, yaitu membaca Al-Falaq dan An-Nas tiga kali di pagi dan petang hari, didasarkan pada hadits dari Uqbah bin Amir RA: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bacalah Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), karena tidak ada seorang pun yang berlindung dengan sesuatu yang semisal keduanya.” (HR. Abu Dawud no. 1463 dan An-Nasa’i, dinilai shahih)
Keutamaan Dzikir Pagi-Petang Secara Umum
Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42) — ayat inilah yang menjadi dasar utama anjuran rutin berdzikir di pagi dan petang hari, terlepas dari susunan khusus apa pun yang digunakan.
Tanya Jawab Seputar Al-Ma’tsurat
Apakah wajib membaca Al-Ma’tsurat persis sesuai susunan yang beredar?
Tidak wajib. Karena Al-Ma’tsurat adalah kompilasi (bukan satu paket ibadah yang disyariatkan secara utuh oleh Nabi), seseorang boleh membaca sebagian isinya, menggunakan susunan dzikir pagi-petang versi lain yang juga bersumber dari hadits shahih, atau mengikuti susunan Al-Ma’tsurat secara lengkap — semuanya sah selama kandungan individual ayat/dzikirnya memang berdasar.
Kapan waktu yang tepat membaca dzikir pagi dan petang?
Waktu pagi umumnya dimulai setelah shalat Subuh hingga terbit matahari, sedangkan waktu petang dimulai setelah shalat Ashar hingga terbenam matahari — mengikuti kebiasaan sebagian besar dzikir pagi-petang yang dicontohkan dalam hadits-hadits shahih.
===
Referensi:
– HR. Muslim no. 2692 (dari Abu Hurairah RA)
– HR. Abu Dawud no. 1463 & An-Nasa’i (shahih, dari Uqbah bin Amir RA)
– QS. Al-Ahzab: 41-42









