Menjenguk orang sakit adalah hak seorang muslim atas muslim lainnya, dengan keutamaan besar berupa doa puluhan ribu malaikat bagi yang melakukannya. Berikut dalil-dalil lengkapnya.
Teks Hadits Utama: Didoakan 70.000 Malaikat
Dari Ali bin Abi Thalib RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim lainnya di waktu pagi, melainkan ia akan didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga sore hari. Dan jika ia menjenguknya di waktu sore, ia akan didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga pagi hari, serta baginya buah kurma yang bisa dipetik di taman surga.” (HR. Tirmidzi no. 969, dinilai hasan, dishahihkan Ibnu Hibban dan Al-Albani)
Hak Seorang Muslim atas Muslim Lainnya
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin (ketika mengucap hamdalah).” (HR. Bukhari no. 1240 dan Muslim no. 2162)
Seolah Menjenguk Allah Langsung
Dalam hadits qudsi, Allah berfirman: “Wahai anak Adam, Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku.” Hamba tersebut bertanya, “Wahai Rabb-ku, bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Rabb semesta alam?” Allah menjawab, “Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku fulan sakit, namun engkau tidak menjenguknya? Tidakkah engkau tahu, sekiranya engkau menjenguknya, niscaya engkau akan mendapati-Ku di sisinya.” (HR. Muslim no. 2569)
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Apa saja adab yang dianjurkan saat menjenguk orang sakit?
Di antaranya: mendoakan kesembuhan bagi yang sakit, tidak berlama-lama jika dikhawatirkan memberatkan, memberi semangat dan harapan baik, serta menanyakan kondisinya dengan penuh perhatian. Rasulullah mengajarkan doa: “Laa ba’sa, thahuurun insyaa Allah” (Tidak mengapa, semoga ini menjadi penggugur dosa, insyaa Allah). (HR. Bukhari no. 3616)
Apakah menjenguk orang sakit yang bukan muslim juga dianjurkan?
Diperbolehkan dan termasuk akhlak baik dalam bertetangga atau menjaga hubungan kekerabatan, sebagaimana Rasulullah sendiri pernah menjenguk tetangganya yang beragama Yahudi dalam riwayat shahih (HR. Bukhari no. 1356), meski keutamaan pahala khusus sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits di atas secara spesifik ditujukan untuk sesama muslim.
===
Referensi:
– HR. Tirmidzi no. 969 (hasan, dishahihkan Ibnu Hibban & Al-Albani, dari Ali bin Abi Thalib RA)
– HR. Bukhari no. 1240 & Muslim no. 2162 (dari Abu Hurairah RA)
– HR. Muslim no. 2569
– HR. Bukhari no. 3616; HR. Bukhari no. 1356









