Puasa Daud — berpuasa selang-seling sehari puasa sehari tidak — disebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai puasa sunnah yang paling dicintai Allah. Berikut penjelasan lengkap keutamaannya.
Teks Hadits Utama
Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud ‘alaihis salam, dan shalat yang paling dicintai Allah adalah shalat Nabi Daud. Beliau tidur setengah malam, bangun (shalat) sepertiga malam, lalu tidur kembali seperenam malam. Beliau juga berpuasa sehari dan berbuka (tidak puasa) sehari.” (HR. Bukhari no. 1131 dan Muslim no. 1159)
Tidak Ada Puasa yang Lebih Utama
Dalam riwayat lain, Abdullah bin Amr RA pernah ingin meningkatkan ibadah puasanya hingga berpuasa setiap hari, namun Rasulullah menasihatinya: “Tidak ada puasa yang lebih utama dari puasa Daud. Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, itulah puasa yang paling pertengahan, dan itu adalah puasa Daud.” (HR. Bukhari no. 1131)
Ketika Abdullah bin Amr meminta ditingkatkan lagi (misalnya puasa dua hari dan berbuka sehari), Rasulullah menjawab: “Tidak ada yang lebih utama dari itu (puasa Daud).” (HR. Bukhari no. 1976 dan Muslim no. 1159)
Setara Puasa Setengah Tahun
Karena dilakukan selang-seling (sehari puasa, sehari tidak), dalam setahun seseorang yang konsisten menjalankan puasa Daud akan berpuasa kurang lebih setengah dari jumlah hari dalam setahun — menjadikannya salah satu bentuk ibadah puasa sunnah dengan intensitas tertinggi yang dicontohkan Rasulullah tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan (karena ada jeda sehari di antaranya).
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Puasa Daud
Mengapa puasa Daud dianggap sebagai “puasa yang paling pertengahan”?
Karena pola selang-seling (sehari puasa, sehari tidak) memberikan keseimbangan sempurna antara semangat beribadah dan menjaga hak tubuh untuk beristirahat serta memenuhi kebutuhan duniawi lainnya — mencerminkan prinsip Islam yang tidak menyukai sikap berlebihan (ghuluw) dalam beribadah.
Apakah boleh menggabungkan puasa Daud dengan puasa sunnah lain seperti Senin Kamis?
Boleh dan bahkan bisa saling melengkapi secara otomatis, karena pola selang-seling puasa Daud akan sering jatuh bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, sehingga pahala keduanya bisa didapatkan sekaligus pada hari yang sama tanpa perlu diniatkan secara terpisah.
===
Referensi:
– HR. Bukhari no. 1131 & Muslim no. 1159 (dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash RA)
– HR. Bukhari no. 1976 & Muslim no. 1159









