Malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban) diyakini sebagian umat Islam sebagai malam penuh ampunan, namun status dalilnya perlu dipahami secara jujur dan berimbang. Berikut penjelasan lengkapnya.
Teks Hadits yang Sering Dikutip
Dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memperhatikan (hamba-hamba-Nya) pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (dengan saudaranya sesama muslim).” (HR. Ibnu Majah no. 1390)
Klarifikasi: Perselisihan Ulama tentang Derajatnya
Perlu kejujuran di sini: para ulama hadits berselisih pendapat mengenai keabsahan riwayat-riwayat tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban. Mayoritas (jumhur) ulama hadits, termasuk penulis Tuhfatul Ahwadzi, menilai riwayat di atas munqathi’ (sanadnya terputus) sehingga tergolong dhaif. Namun, sebagian ulama seperti Ibnu Hibban memasukkannya dalam kitab Shahih-nya, dan Syaikh Al-Albani serta Imam As-Suyuthi turut menilainya hasan hingga shahih berdasarkan kumpulan jalur periwayatan yang saling menguatkan. Dengan adanya perbedaan pendapat ini, sikap paling bijak adalah tidak menjadikannya dasar keyakinan pasti akan adanya ritual khusus wajib, namun juga tidak serta-merta menolaknya secara mutlak.
Tidak Ada Tuntunan Shalat Khusus Berjamaah
Yang perlu ditegaskan, tidak terdapat hadits shahih yang menuntunkan adanya shalat khusus berjamaah dengan bacaan atau jumlah rakaat tertentu pada malam ini (seperti yang dikenal sebagai “shalat Nisfu Sya’ban” di sebagian masyarakat). Amalan seperti itu termasuk yang dinilai tidak memiliki dasar oleh mayoritas ulama hadits.
Tanya Jawab Seputar Malam Nisfu Sya’ban
Jika ingin beribadah lebih di malam ini, apa yang boleh dilakukan?
Tidak mengapa memperbanyak ibadah umum yang memang disyariatkan kapan saja, seperti shalat malam (tahajud) sendirian, dzikir, istighfar, dan doa secara pribadi, tanpa mengkhususkan tata cara, bacaan, atau meyakininya sebagai kewajiban khusus yang bila ditinggalkan berdosa.
Apakah puasa khusus di siang hari Nisfu Sya’ban dianjurkan?
Tidak ada hadits shahih yang mengkhususkan anjuran puasa pada tanggal 15 Sya’ban secara spesifik. Yang memiliki dasar kuat adalah anjuran memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan Sya’ban secara umum, sebagaimana kebiasaan Rasulullah yang paling banyak berpuasa sunnah di bulan ini dibanding bulan-bulan lainnya selain Ramadhan (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156).
===
Referensi:
– HR. Ibnu Majah no. 1390 (diperselisihkan: dhaif menurut jumhur, shahih menurut Ibnu Hibban & Al-Albani, dari Abu Musa Al-Asy’ari RA)
– HR. Bukhari no. 1969 & Muslim no. 1156









