Taqwa adalah salah satu konsep terpenting dalam Islam yang menjadi tolok ukur kemuliaan seseorang di sisi Allah. Ia bukan sekadar rasa takut kepada Allah, tetapi juga kesadaran spiritual yang mendorong seorang Muslim untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dalam setiap aspek kehidupan.
Artikel ini membahas 10 dalil tentang taqwa, baik dari Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah SAW, lengkap dengan makna dan pesan moralnya agar kita bisa memahami betapa pentingnya taqwa dalam kehidupan seorang Muslim.
Apa Itu Taqwa?
Secara bahasa, taqwa berasal dari kata waqa (وقى) yang berarti “melindungi” atau “menjaga diri”. Dalam konteks agama, taqwa berarti menjaga diri dari dosa dengan melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Imam Al-Ghazali mendefinisikan taqwa sebagai “menjadikan antara diri dan murka Allah penghalang dengan menaati-Nya.” Artinya, orang yang bertakwa senantiasa berusaha agar hidupnya selalu dalam koridor ridha Allah, baik dalam keadaan senang maupun susah.
Dalil Al-Qur’an tentang Taqwa
Berikut delapan ayat Al-Qur’an yang menegaskan pentingnya taqwa sebagai pedoman hidup manusia:
1. QS. Ali Imran: 102
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”
Makna: Perintah agar seorang Muslim selalu menjaga keimanan hingga akhir hayat.
2. QS. Al-Baqarah: 278
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰوٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang mukmin.”
Makna: Taqwa harus dibuktikan dengan menjauhi praktik dosa seperti riba.
3. QS. Al-Ma’idah: 35
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.”
Makna: Orang bertakwa selalu berusaha mendekat kepada Allah melalui amal saleh.
4. QS. Al-Hasyr: 18
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Makna: Taqwa mengajarkan introspeksi dan persiapan menuju akhirat.
5. QS. At-Taubah: 119
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!”
Makna: Lingkungan yang baik menjadi bagian penting dari upaya menjaga taqwa.
6. QS. Luqman: 33
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَّالِدِهٖ شَيْـًٔاۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ
“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah akan hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat membela anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) membela bapaknya sedikit pun! Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kamu diperdaya oleh kehidupan dunia dan jangan sampai karena (kebaikan-kebaikan) Allah kamu diperdaya oleh penipu.”
Makna: Taqwa harus didasari kesadaran akan tanggung jawab akhirat.
7. QS. Al-Hujurat: 13
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”
Makna: Kemuliaan di sisi Allah bukan karena harta atau keturunan, melainkan karena taqwa.
8. QS. Ath-Thalaq: 2–3
فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَقِيْمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِ ۗذٰلِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ەۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ
“Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, rujuklah dengan mereka secara baik atau lepaskanlah mereka secara baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil dari kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Yang demikian itu dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya”
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
“dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.”
Makna: Taqwa mendatangkan solusi hidup dan keberkahan rezeki.
Dalil Hadits tentang Taqwa
Selain dalam Al-Qur’an, Rasulullah SAW juga banyak menekankan pentingnya taqwa dalam berbagai hadits. Berikut dua di antaranya:
9. Hadits dari Abu Dzar (Hadits Darimi Nomor 2671)
Hadits dari Abu Dzarr ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ وَخَالِقْ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertaqwalah engkau kepada Allah di mana saja berada, ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, dan bergaullah terhadap manusia dengan akhlaq yang baik.”
Makna: Taqwa mencakup hubungan vertikal dengan Allah dan horizontal dengan sesama manusia.
10. Hadits dari Abu Tamimah Al Hujaimi (Hadits Ahmad Nomor 19718)
Rasulullah SAW bersabda:
لَا تَسُبَّنَّ أَحَدًا وَلَا تَزْهَدَنَّ فِي الْمَعْرُوفِ وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ وَلَوْ أَنْ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِي إِنَاءِ الْمُسْتَسْقِي وَاتَّزِرْ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّ إِسْبَالَ الْإِزَارِ مِنْ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ
“Janganlah kamu menghina seseorang dan jangan meremehkan kebaikan sedikit pun, walau dengan memberi senyuman kepada saudaramu bila bertemu, atau hanya dengan menuangkan ember airmu ke bejana orang yang membutuhkan air, dan bercelanalah setangah betis, bila kamu merasa enggan, maka (bercelanalah) hingga mata kaki. Janganlah engkau berbuat isbal karena isbal merupakan bagian dari kesombongan dan Allah membenci kesombongan.”
Makna: Setiap amal kecil yang dilakukan dengan niat taqwa bernilai besar di sisi Allah.
Makna dan Keutamaan Taqwa
Dari dalil-dalil di atas, dapat disimpulkan bahwa taqwa adalah fondasi utama kemuliaan, keselamatan, dan keberuntungan dunia akhirat.
Beberapa keutamaannya antara lain:
- Diberi petunjuk dan jalan keluar dalam setiap kesulitan.
- Diberi rezeki yang tidak disangka-sangka.
- Mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah.
- Dihindarkan dari siksa dan keburukan.
- Diberi kebahagiaan dan keberkahan hidup.
Cara Menumbuhkan Taqwa dalam Kehidupan Sehari-hari
- Selalu mengingat Allah (dzikrullah) dalam setiap keadaan.
- Menjalankan ibadah wajib dan sunnah dengan ikhlas.
- Menjauhi dosa kecil maupun besar.
- Berteman dengan orang saleh yang dapat mengingatkan kepada kebaikan.
- Meningkatkan ilmu agama agar lebih memahami perintah dan larangan Allah.
Taqwa bukan sekadar konsep teologis, melainkan gaya hidup Islami yang menyentuh seluruh aspek kehidupan.
Dengan berpegang pada dalil-dalil Al-Qur’an dan hadits tentang taqwa, seorang Muslim akan mendapatkan arah hidup yang jelas, ketenangan batin, serta keberkahan di dunia dan akhirat.









