Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
Home Guideline

Sholat Qobliyah Subuh: Setelah Adzan atau Sebelum?

by Daily Muslim
12 Oktober 2025
seseorang sedang melaksanakan shalat di masjid
Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Banyak umat Muslim masih bertanya-tanya: apakah sholat qobliyah Subuh dilakukan setelah adzan atau sebelum adzan?

Pertanyaan ini penting karena berkaitan langsung dengan waktu sah pelaksanaan sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ ini.

Daftar Isi

Toggle
  • Jawaban Singkat
  • Dalil dan Dasar Hukum Pelaksanaan
    • Hadits Utama Tentang Waktu Qobliyah Subuh
    • Hadits Pendukung dari Aisyah RA
  • Mengapa Harus Setelah Adzan?
    • 1. Masuknya Waktu Fajar
    • 2. Kaidah Waktu Sholat Sunnah Rawatib
  • Pendapat Empat Mazhab
  • Kesalahpahaman Umum: Tidak Boleh Sebelum Adzan
  • Tata Cara dan Niat Sholat Qobliyah Subuh
    • Niat
    • Bacaan yang Dianjurkan
  • Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh
    • Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya
    • Baca Juga
    • Shalat Qobliyah Subuh Dilakukan Setelah Adzan atau Sebelum Adzan?
    • Hadits Tentang Shalat Tarawih 11 Rakaat & Cara Mengerjakannya
    • Sholat Sunnah yang Paling Dijaga Rasulullah ﷺ
  • Kondisi Khusus
    • 1. Jika Terlambat Bangun
    • 2. Jika Iqamah Sudah Dikumandangkan

Jawaban Singkat

Sholat qobliyah Subuh dilakukan setelah adzan Subuh berkumandang dan sebelum iqamah atau sholat fardhu Subuh dimulai.

Para ulama dari empat mazhab sepakat bahwa sholat ini tidak boleh dilakukan sebelum adzan, karena waktu Subuh baru masuk ketika adzan dikumandangkan.

Dalil dan Dasar Hukum Pelaksanaan

Hadits Utama Tentang Waktu Qobliyah Subuh

Dari Ummul Mukminin Hafshah RA, Rasulullah ﷺ bersabda:

يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ إِذَا سَمِعَ الأَذَانَ وَيُخَفِّفُهُمَا

“Rasulullah SAW melaksanakan dua rakaat fajar ketika mendengar adzan, dan beliau meringankannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi bukti kuat bahwa Rasulullah ﷺ melaksanakan sholat qobliyah Subuh setelah mendengar adzan, bukan sebelumnya.

Hadits Pendukung dari Aisyah RA

Dalam riwayat lain disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالْإِقَامَةِ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ

“Nabi SAW biasa sholat dua rakaat ringan antara adzan dan iqamah Subuh.” (HR. Bukhari)

Kedua hadits ini menjadi landasan utama dalam penentuan waktu sholat qobliyah Subuh.

Mengapa Harus Setelah Adzan?

1. Masuknya Waktu Fajar

Sholat qobliyah Subuh juga disebut sholat fajar, karena dilakukan setelah terbit fajar shadiq, yakni ketika adzan Subuh dikumandangkan.

Sebelum adzan, waktu Subuh belum masuk, sehingga sholat belum sah dilakukan.

2. Kaidah Waktu Sholat Sunnah Rawatib

Menurut Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni:

Shopee

“Setiap sunnah rawatib qobliyah, waktunya dimulai sejak masuk waktu sholat fardhu hingga sholat itu dilaksanakan.”

Artinya, sholat qobliyah Subuh baru bisa dilakukan setelah adzan Subuh, karena adzan menandai dimulainya waktu Subuh.

Pendapat Empat Mazhab

  1. Mazhab Syafi’i:
    Waktu pelaksanaan qobliyah Subuh adalah sejak terbit fajar shadiq hingga terbit matahari. Disunnahkan dilakukan sebelum sholat Subuh berjamaah.
  2. Mazhab Hanafi:
    Dikerjakan setelah adzan Subuh dan sebelum iqamah.
  3. Mazhab Maliki:
    Dikerjakan mulai terbit fajar hingga matahari terbit.
  4. Mazhab Hanbali:
    Jika terlewat, boleh dikerjakan setelah sholat Subuh, selama masih dalam rentang waktunya.

Kesalahpahaman Umum: Tidak Boleh Sebelum Adzan

Banyak orang keliru dengan mengerjakan qobliyah Subuh sebelum adzan. Padahal, ini tidak sesuai syariat karena:

  • Belum masuk waktu Subuh (belum terbit fajar shadiq).
  • Tidak sesuai sunnah Rasulullah ﷺ, yang selalu sholat setelah adzan.
  • Melanggar prinsip waktu sholat sunnah rawatib yang mengikuti waktu sholat wajibnya.

Tata Cara dan Niat Sholat Qobliyah Subuh

Niat

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Ushalli sunnatash subhi rak‘ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta‘ala.”

Artinya: “Aku niat sholat sunnah qobliyah Subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Bacaan yang Dianjurkan

  • Rakaat pertama: Surah Al-Kafirun setelah Al-Fatihah
  • Rakaat kedua: Surah Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah

Rasulullah ﷺ menunaikannya dengan bacaan ringan dan singkat.

Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh

Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

Rasulullah ﷺ bersabda:

Baca Juga

Inilah Pakaian yang Dianjurkan Dipakai Saat Melaksanakan Shalat

Inilah Surat yang Disunnahkan Dibaca pada Shalat Rawatib Sebelum Subuh

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
(HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah dua rakaat ini di sisi Allah SWT.

Sholat Sunnah yang Paling Dijaga Rasulullah ﷺ

Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah tidak pernah meninggalkan dua rakaat sunnah Subuh, bahkan ketika bepergian. Ini menandakan betapa penting dan dicintainya amalan ini.

Kondisi Khusus

1. Jika Terlambat Bangun

Apabila seseorang bangun menjelang habis waktu Subuh, dianjurkan tetap menunaikan sholat qobliyah Subuh terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan sholat fardhu.

2. Jika Iqamah Sudah Dikumandangkan

Jika iqamah sudah dimulai, ikuti jamaah terlebih dahulu. Setelah selesai sholat Subuh, barulah qadha sholat qobliyah dua rakaat tersebut.


Dari seluruh dalil, hadits, dan pendapat ulama, dapat disimpulkan bahwa:

Sholat qobliyah Subuh dilakukan setelah adzan Subuh dan sebelum iqamah.
Melakukannya sebelum adzan tidak sah karena belum masuk waktunya.

Mari jaga amalan ringan namun agung ini, sebagaimana Rasulullah ﷺ menjaganya setiap hari.

Tags: Shalat Sunnah

Artikel Terkait

panduan lengkap puasa syawal

Panduan Lengkap Puasa Syawal (Hukum, Niat, Tata Caranya)

by Daily Muslim

Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dilakukan sebanyak 6 hari di bulan Syawal, sebagai ibadah...

Tidur Sambil Duduk Apakah Membatalkan Wudhu

Tidur Sambil Duduk Apakah Membatalkan Wudhu?

by Daily Muslim

Kalau kita mau shalat, salah satu syarat supaya shalat kita sah adalah harus punya wudhu,...

beras di dalam wadah

Hukum Tidak Membayar Zakat Fitrah: Penjelasan Lengkap Berdasarkan Dalil Qur’an, Hadits, dan Ijtihad Ulama

by Daily Muslim

Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban penting dalam Islam yang tidak boleh ditinggalkan. Hukum tidak...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

jemaah umrah rawda travel

Rawda Umroh Bandung: Solusi Terpercaya Warga Bandung untuk Ibadah yang Tenang dan Nyaman

foto siluet seekor kambing

Hukum Berkurban dalam Islam: Dalil Al-Quran, Hadits, dan Pendapat Ulama

beras di dalam wadah

Hukum Tidak Membayar Zakat Fitrah: Penjelasan Lengkap Berdasarkan Dalil Qur’an, Hadits, dan Ijtihad Ulama

orang sedang membuka al quran

Hukum Belajar Ilmu Tajwid: Penjelasan Lengkap Berdasarkan Dalil dan Pandangan Ulama

berpegangan tangan

Hukum Pacaran dalam Islam: Penjelasan Komprehensif

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami