Kalimat hauqalah, “Laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), adalah salah satu kalimat thayyibah yang disebut Rasulullah sebagai simpanan surga. Berikut dalil lengkapnya.
Teks Hadits Utama: Simpanan Surga
Dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Wahai Abdullah bin Qais, maukah engkau aku tunjukkan satu kalimat yang termasuk simpanan surga?” Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Ucapkanlah laa hawla wa laa quwwata illa billah.” (HR. Bukhari no. 6384 dan Muslim no. 2704)
Terkait dengan Penghapusan Dosa
Kalimat ini juga disebutkan dalam rangkaian dzikir yang menghapuskan dosa bersama kalimat tahlil dan takbir, sebagaimana dijelaskan para ulama berdasarkan keumuman dalil-dalil tentang keutamaan kalimat-kalimat thayyibah.
Klarifikasi: Riwayat “Penawar 99 Penyakit”
Perlu kejujuran di sini: riwayat yang menyebutkan hauqalah sebagai “penawar dari 99 penyakit, yang paling ringan adalah kerisauan” memang ada dan diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath. Namun, derajat kekuatan sanad riwayat ini tidak sekuat hadits simpanan surga di atas yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Sebaiknya riwayat ini dipahami sebagai anjuran umum untuk berdzikir saat menghadapi kesulitan, bukan sebagai jaminan pasti penyembuhan penyakit tertentu.
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Hauqalah
Mengapa disebut “simpanan surga”?
Para ulama menjelaskan bahwa kalimat ini disebut simpanan surga karena pahalanya tersimpan di sisi Allah dan akan didapati pelakunya kelak di akhirat secara utuh, sekaligus mengandung makna penyerahan diri total bahwa tidak ada daya berpindah dari suatu keadaan atau kekuatan menghadapinya kecuali dengan pertolongan Allah semata.
Kapan sebaiknya kalimat ini diucapkan?
Kalimat ini dianjurkan diucapkan kapan saja, khususnya saat menghadapi kesulitan, kebingungan, atau ketika mendengar adzan (setelah hayya ‘alash shalah dan hayya ‘alal falah) sebagai bentuk pengakuan bahwa seluruh daya dan kekuatan untuk memenuhi panggilan tersebut berasal dari Allah semata.
===
Referensi:
– HR. Bukhari no. 6384 & Muslim no. 2704 (dari Abu Musa Al-Asy’ari RA)
– HR. Thabrani, Al-Mu’jam Al-Awsath (riwayat “penawar 99 penyakit”, perlu kehati-hatian)









