Batas waktu sholat Maghrib kerap menjadi pertanyaan: dimulai kapan dan berakhirnya kapan?
Secara umum, para ulama sepakat awal waktu Maghrib dimulai sejak matahari terbenam sepenuhnya.
Adapun batas akhirnya, mayoritas ulama menautkannya dengan hilangnya syafaq (mega merah) di ufuk barat.
Ringkasnya
Waktu Maghrib dimulai saat terbenam matahari dan berakhir ketika syafaq (mega merah) hilang.
Perbedaan pendapat terjadi pada durasi akhir: ada yang memandang sangat singkat, ada yang sampai hilangnya mega merah.
Dalil Syar’i tentang Waktu Maghrib
Hadits tentang Batas Waktu Maghrib
وَوَقْتُ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ مَا لَمْ يَغِبِ الشَّفَقُ
“Waktu shalat Maghrib adalah selama cahaya merah (syafaq) belum hilang.” (HR. Muslim no. 612)
Hadits ini menjadi pijakan utama bahwa hilangnya syafaq menjadi tanda akhir waktu Maghrib.
Ayat Al-Qur’an
QS. Al-Isrā’ 78:
اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا
Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh!436) Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
Ayat ini memberi koridor umum waktu-waktu sholat, yang oleh para ulama dijelaskan lebih rinci melalui sunnah.
Perbedaan Pendapat Ulama tentang Batas Akhir Maghrib
Pendapat Pertama: Waktu Sangat Singkat
Sebagian Syafi’iyah (qaul jadid), Malikiyah, dan Al-Auza’i menilai waktu Maghrib pendek—cukup untuk:
- bersuci dan menutup aurat,
- adzan & iqamah,
- sholat 3 rakaat Maghrib + 2 rakaat ba’diyah.
Implikasinya, tidak ada jeda untuk sholat sunnah sebelum Maghrib.
Pendapat Kedua: Hingga Hilangnya Syafaq Merah
Hanafiyah, Hanabilah, dan sebagian Syafi’iyah (qaul qadim) berpegang bahwa akhir Maghrib adalah sampai syafaq merah hilang.
Secara praktis, di banyak tempat ini berarti sekitar 45–60 menit setelah terbenam matahari (durasi aktual dapat berbeda menurut lokasi & musim).
Memahami Syafaq (Mega Merah)
Definisi & Jenis
Syafaq adalah cahaya sisa di langit selepas matahari terbenam:
- Syafaq ahmar — cahaya merah yang paling jelas;
- Syafaq abyadh — cahaya putih tipis setelah merah memudar.
Catatan tentang Mazhab Hanafi
Sebagian ulama Hanafiyah (merujuk penafsiran Abu Hanifah) memandang syafaq sebagai cahaya putih. Ini berimplikasi akhir Maghrib sedikit lebih panjang dibanding definisi “mega merah”.
Durasi Syafaq di Lapangan (Estimatif)
Penting: Durasi syafaq bervariasi menurut lintang, musim, dan kondisi atmosfer. Gunakan jadwal resmi setempat sebagai acuan utama.
Indonesia
Analisis falak umumnya menunjukkan rentang puluhan menit setelah adzan Maghrib hingga mega merah lenyap. Di beberapa kota besar, durasi ini sering berkisar ±45–60 menit (estimasi; cek jadwal daerah Anda).
Malaysia
Contoh estimatif harian (bisa berubah harian/musiman):
| Kawasan | Adzan Maghrib | Hilang Mega Merah | Tempoh |
|---|---|---|---|
| Kuala Lumpur | 7:20 PM | ± 7:45 PM | ± 25 mnt |
| Kota Bharu | 7:15 PM | ± 7:38 PM | ± 23 mnt |
| Johor Bahru | 7:12 PM | ± 7:36 PM | ± 24 mnt |
Pendapat yang Rajih (Terpilih)
Kecenderungan Imam Nawawi
Dalam Syafi’iyah, Imam Nawawi cenderung kepada qaul qadim: akhir waktu Maghrib adalah hilangnya syafaq merah—pendapat ini dinilai lebih kuat dan jelas.
Ulama Kontemporer
Banyak ulama kontemporer (mis. Sayyid Sabiq) merangkum:
- Awal: terbenam matahari,
- Akhir: hilangnya syafaq (mega merah),
- Durasi praktik: seringnya ±45–60 menit pasca terbenam (tetap rujuk jadwal resmi).
Pembagian Waktu Maghrib (Syafi’iyah)
Secara ringkas (untuk penataan fikih ibadah & kondisi khusus):
- Waktu Fadhilah (utama): awal waktu — terbaik menyegerakan;
- Waktu Jawaz & Makruh;
- Waktu Haram;
- Waktu ‘Uzur (mis. untuk jamak takhir);
- Waktu Dharurah, dll.
(Penamaan rinci mengikuti kitab-kitab tatanan waktu sholat Syafi’iyah).
Anjuran Menyegerakan Sholat Maghrib
Dalil & Hikmah
لا تَزالُ أُمَّتِي بِخَيرٍ ما لَمْ يُؤَخِّرُوا الْمَغْرِبَ حتّى تَشْتَبِكَ النُّجُومُ
“Umatku akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka tidak mengakhirkan Maghrib hingga bintang-bintang bertaburan.” (HR. Abu Dawud)
Hikmah menyegerakan:
- Waktu relatif singkat dibanding sholat lain,
- Dekat dengan Isya (meminimalkan terlewat),
- Meneladani sunnah Nabi ﷺ yang menyegerakan Maghrib.
Sholat Sunnah Sebelum Maghrib: Boleh?
- Pada pendapat yang memanjangkan waktu (hingga syafaq merah hilang), boleh bahkan dianjurkan sholat sunnah 2 rakaat antara adzan–iqamah.
- Pada pendapat “waktu sangat singkat”, praktiknya cenderung langsung iqamah tanpa sholat sunnah sebelumnya.
Dalil umum: “Di antara dua adzan (adzan & iqamah) ada sholat bagi yang mau.” (Muttafaq ‘alaih)
Kesimpulan
- Awal Maghrib: saat terbenam matahari.
- Akhir Maghrib (rajih): saat syafaq (mega merah) hilang.
- Praktik: di banyak wilayah berlangsung ±45–60 menit pasca terbenam, namun acu jadwal resmi daerah Anda.
- Sunnah: segerakan sholat Maghrib di awal waktu.









