Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
Home Guideline

Kapan Waktu Shalat Maghrib Dimulai dan Berakhir?

by Daily Muslim
24 Oktober 2024
langit sore hari
Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Mengetahui waktu shalat yang tepat adalah kewajiban bagi setiap Muslim.

Hal ini sangat penting karena shalat merupakan rukun Islam yang kedua setelah syahadat, dan melaksanakannya dengan tepat waktu adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT.

Salah satu waktu shalat yang memiliki keutamaan tersendiri adalah shalat Maghrib, yang dilaksanakan di penghujung siang dan awal malam.

Namun, sering kali ada kebingungan mengenai kapan tepatnya waktu shalat Maghrib dimulai dan berakhir.

Dalam artikel ini, kita akan membahas waktu shalat Maghrib secara lengkap, termasuk dalil-dalil yang mendasarinya.

Daftar Isi

Toggle
  • Waktu Shalat Maghrib & Dalilnya
  • Tanda-Tanda Terbenamnya Matahari (Awal Waktu Maghrib)
    • Baca Juga
    • Keutamaan Shalat Tepat Waktu Berdasarkan Hadits Nabi SAW
    • Batas Waktu Sholat Maghrib: Dalil & Pendapat Ulama
  • Batas Akhir Waktu Shalat Maghrib
  • Adab dan Sunnah Terkait Shalat Maghrib
  • Kesimpulan

Waktu Shalat Maghrib & Dalilnya

Waktu shalat Maghrib dimulai setelah matahari terbenam.

Dalam bahasa Arab, Maghrib berarti “barat,” yang merujuk pada terbenamnya matahari di ufuk barat.

Berdasarkan ajaran Islam, waktu shalat Maghrib adalah saat langit mulai gelap dan hilangnya cahaya merah dari langit setelah matahari terbenam.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا

Artinya: “Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh! Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra: 78)

Dalam hadits yang datang dari Abdullah bin ‘Amru, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menjelaskan waktu pelaksanaan shalat Maghrib:

وَوَقْتُ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ مَا لَمْ يَغِبْ الشَّفَقُ

Artinya: “…dan waktu shalat maghrib selama tebaran syafaq (mega merah) belum menghilang…” (HR. Muslim no. 965)

Ini berarti, shalat Maghrib memiliki rentang waktu yang singkat, dimulai sejak terbenamnya matahari dan berakhir saat mega merah menghilang.

Hadits ini menunjukkan bahwa batas akhir waktu shalat Maghrib adalah ketika langit sudah sepenuhnya gelap dan tidak ada lagi cahaya kemerahan di ufuk barat.

Shopee

Tanda-Tanda Terbenamnya Matahari (Awal Waktu Maghrib)

Secara umum, waktu Maghrib bisa diketahui dengan mudah karena biasanya terdengar adzan dari masjid setempat.

Namun, bagaimana jika kita berada di tempat yang tidak terdengar suara adzan atau tidak memiliki akses jadwal shalat yang pasti?

Tanda paling jelas untuk mengetahui waktu Maghrib adalah ketika matahari benar-benar tenggelam dan tidak terlihat lagi di ufuk barat.

Pada saat itu, langit akan mulai berubah menjadi gelap, dan inilah waktu yang disyariatkan untuk melaksanakan shalat Maghrib.

Di daerah yang tidak ada adzan atau mungkin terpencil, tanda-tanda alam ini menjadi panduan penting bagi umat Islam untuk mengetahui waktu shalat.

Batas Akhir Waktu Shalat Maghrib

Batas akhir waktu shalat Maghrib adalah ketika mega merah di langit hilang.

Ini biasanya berlangsung selama kurang lebih 45-60 menit setelah matahari terbenam, tergantung lokasi geografis.

Dalam situasi di mana seseorang terpaksa menunda shalat, misalnya karena perjalanan, disarankan untuk segera melaksanakan shalat Maghrib begitu tiba waktunya, karena waktu Maghrib relatif singkat dibandingkan waktu shalat lainnya.

Dalam pandangan ulama, menunda-nunda shalat Maghrib tanpa alasan yang syar’i sangat tidak dianjurkan, karena waktu pelaksanaannya yang sempit.

Adab dan Sunnah Terkait Shalat Maghrib

Ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan sebelum dan sesudah melaksanakan shalat Maghrib. Di antaranya adalah:

Baca Juga

Inilah Pakaian yang Dianjurkan Dipakai Saat Melaksanakan Shalat

Hukum Shalat Jumat: Sunnah atau Wajib? Simak Penjelasannya

  • Shalat dua rakaat sunnah sebelum Maghrib: Meski tidak banyak dilakukan, shalat sunnah ini adalah sunnah mu’akkadah, yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW sebelum melaksanakan shalat Maghrib.
  • Shalat dua rakaat sunnah setelah Maghrib: Sunnah yang sangat dianjurkan ini bisa dilakukan setelah menyelesaikan shalat Maghrib.

Keutamaan melaksanakan shalat Maghrib tepat waktu juga tidak boleh diabaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menganjurkan umatnya untuk bersegera dalam melaksanakan shalat begitu waktunya tiba.

Kesimpulan

Waktu shalat Maghrib dimulai setelah matahari terbenam dan berakhir ketika mega merah di ufuk barat menghilang.

Mengetahui waktu ini sangat penting untuk memastikan pelaksanaan ibadah yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dengan melaksanakan shalat Maghrib tepat waktu, kita tidak hanya menunjukkan ketaatan kepada Allah, tetapi juga mendapatkan pahala yang besar.

Jangan lupa, segera laksanakan shalat Maghrib begitu mendengar adzan atau melihat tanda-tanda matahari terbenam, dan jangan menunda-nunda tanpa alasan yang jelas.

Tags: Shalat Wajib

Artikel Terkait

keputihan saat puasa apakah membatalkan puasa atau tidak

Mengalami Keputihan Saat Puasa: Batal atau Tidak? Ini Hukumnya

by Daily Muslim

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina wanita. Cairan ini dapat berwarna putih, bening, atau...

al quran yang sedang terbuka

Makna Ayat “Ya Ayyuhalladzina Amanu Kutiba Alaikumus Siam”

by Daily Muslim

Dalam kehidupan sehari-hari, memahami ayat-ayat Al-Qur’an memiliki peranan penting bagi kita, terutama untuk meningkatkan kualitas...

perempuan sedang melepas cincin pernikahan

Hukum Istri Meminta Cerai dalam Islam: Penjelasan Lengkap Sesuai Syariat

by Daily Muslim

Dalam Islam, suami memang memiliki hak utama untuk menjatuhkan talak, tetapi istri juga punya hak...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

jemaah umrah rawda travel

Rawda Umroh Bandung: Solusi Terpercaya Warga Bandung untuk Ibadah yang Tenang dan Nyaman

foto siluet seekor kambing

Hukum Berkurban dalam Islam: Dalil Al-Quran, Hadits, dan Pendapat Ulama

beras di dalam wadah

Hukum Tidak Membayar Zakat Fitrah: Penjelasan Lengkap Berdasarkan Dalil Qur’an, Hadits, dan Ijtihad Ulama

orang sedang membuka al quran

Hukum Belajar Ilmu Tajwid: Penjelasan Lengkap Berdasarkan Dalil dan Pandangan Ulama

berpegangan tangan

Hukum Pacaran dalam Islam: Penjelasan Komprehensif

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami