Empati dan kasih sayang (rahmah) adalah salah satu sifat yang paling ditekankan Rasulullah kepada umatnya. Berikut hadits-hadits tentang keutamaan menyayangi sesama makhluk.
Teks Hadits Utama
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
Latin: “Ar-raahimuuna yarhamuhumur rahmaan, irhamuu man fil ardhi yarhamkum man fis samaa’.”
Artinya: “Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh (Allah) Yang Maha Pengasih. Sayangilah siapa yang ada di bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh (penduduk langit) yang ada di langit.” (HR. Abu Dawud no. 4941 dan Tirmidzi no. 1924, dinilai shahih)
Tidak Disayang Allah Jika Tidak Menyayangi Sesama
Dari Jarir bin Abdillah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi manusia.” (HR. Bukhari no. 7376 dan Muslim no. 2319)
Kasih Sayang kepada Makhluk yang Lebih Kecil & Lebih Lemah
Dari Abdullah bin Amr RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Allah Yang Maha Penyayang.” Beliau juga bersabda: “Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang yang lebih tua.” (HR. Abu Dawud no. 4943 dan Tirmidzi no. 1920, dinilai shahih)
Rasulullah juga mengajarkan kasih sayang kepada hewan. Dikisahkan seorang wanita diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan (HR. Bukhari no. 3321 dan Muslim no. 2244), sementara seorang wanita lain disiksa di neraka karena mengurung seekor kucing hingga mati kelaparan (HR. Bukhari no. 3318 dan Muslim no. 2242).
Tanya Jawab Seputar Hadits Empati & Kasih Sayang
Apakah kasih sayang dalam Islam hanya berlaku untuk sesama muslim?
Tidak. Kisah wanita yang diampuni karena memberi minum anjing menunjukkan bahwa kasih sayang dalam Islam bersifat universal — mencakup sesama manusia tanpa memandang agama, bahkan hewan sekalipun, selama tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Bagaimana menumbuhkan empati dalam kehidupan sehari-hari?
Di antaranya dengan membiasakan diri merasakan posisi orang lain (seperti perumpamaan “satu tubuh” dalam hadits ukhuwah), menyayangi yang lebih muda, menghormati yang lebih tua, serta aktif menolong orang maupun makhluk lain yang kesulitan tanpa menunggu diminta.
===
Referensi:
– HR. Abu Dawud no. 4941 & Tirmidzi no. 1924 (shahih)
– HR. Bukhari no. 7376 & Muslim no. 2319 (dari Jarir bin Abdillah RA)
– HR. Abu Dawud no. 4943 & Tirmidzi no. 1920 (shahih, dari Abdullah bin Amr RA)
– HR. Bukhari no. 3321 & Muslim no. 2244; HR. Bukhari no. 3318 & Muslim no. 2242









