Di tengah budaya jahiliyah yang dahulu meremehkan anak perempuan, Islam datang membawa kabar gembira tentang keutamaan besar bagi orang tua yang mengasuh anak perempuan dengan baik. Berikut hadits-haditsnya.
Teks Hadits Utama: Penghalang dari Api Neraka
مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ
Latin: “Man ubtuliya min haadzihil banaati bisyai-in fa ahsana ilaihinna kunna lahu sitran minan naar.”
Artinya: “Barangsiapa diuji dengan (memiliki) anak-anak perempuan, lalu ia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (HR. Bukhari no. 1418 dan Muslim no. 2629, dari Aisyah RA)
Dijamin Surga bagi Pengasuh Dua Anak Perempuan
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengasuh dua anak perempuan hingga keduanya baligh, maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku,” — beliau merapatkan jari-jemarinya. (HR. Muslim no. 2631)
Berdekatan dengan Rasulullah di Surga
Dari Abu Said Al-Khudri RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seseorang memiliki tiga anak perempuan, atau tiga saudara perempuan, lalu ia berbuat baik dalam mendampingi mereka dan bertakwa kepada Allah dalam hal itu, kecuali ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1916, dinilai hasan shahih)
Hadits-hadits ini menjadi bantahan tegas terhadap tradisi jahiliyah Arab yang dahulu merasa malu bahkan mengubur hidup-hidup bayi perempuan mereka (QS. An-Nahl: 58-59). Islam justru menjanjikan keutamaan besar bagi siapa saja yang mengasuh dan mendidik anak perempuan dengan baik.
Tanya Jawab Seputar Hadits Keutamaan Anak Perempuan
Apakah ini berarti anak laki-laki tidak memiliki keutamaan serupa?
Anak laki-laki maupun perempuan sama-sama amanah yang harus dididik dengan baik, dan keduanya sama-sama bisa menjadi sebab kebaikan bagi orang tua (termasuk melalui doa anak sholeh setelah orang tua wafat). Hadits-hadits di atas secara khusus menonjolkan anak perempuan karena konteks budaya jahiliyah yang meremehkan mereka, sebagai koreksi tegas dari Islam.
Apa yang dimaksud “berbuat baik” kepada anak perempuan dalam hadits ini?
Mencakup memberi nafkah yang layak, pendidikan agama dan umum yang baik, tidak membeda-bedakan kasih sayang dengan saudara laki-lakinya, serta membimbing akhlak dan menikahkannya dengan pasangan yang baik ketika telah siap.
===
Referensi:
– HR. Bukhari no. 1418 & Muslim no. 2629 (dari Aisyah RA)
– HR. Muslim no. 2631 (dari Anas bin Malik RA)
– HR. Tirmidzi no. 1916 (hasan shahih, dari Abu Said Al-Khudri RA)
– QS. An-Nahl: 58-59









