Lebih dari 800 tahun sebelum peristiwa itu terjadi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberi kabar gembira tentang penaklukan Konstantinopel — kabar yang kemudian terbukti nyata melalui Sultan Muhammad Al-Fatih pada tahun 1453 M. Berikut haditsnya.
Teks Hadits Utama
لَتُفْتَحَنَّ الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ، فَلَنِعْمَ الْأَمِيرُ أَمِيرُهَا، وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ
Latin: “Latuftahannal Qusthanthiiniyyah, fa lani’mal amiiru amiiruhaa, wa lani’mal jaisyu dzaalikal jaisy.”
Artinya: “Sungguh, Konstantinopel pasti akan ditaklukkan. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin (yang menaklukkannya), dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan (yang menaklukkannya) itu.” (HR. Ahmad no. 18957, dinilai shahih oleh Al-Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi, serta dishahihkan Al-Albani)
Terbukti Lebih dari 800 Tahun Kemudian
Sejak Rasulullah menyampaikan kabar ini, berbagai pasukan Muslim telah mencoba menaklukkan Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium), namun belum berhasil — termasuk upaya pada masa Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan. Barulah pada 29 Mei 1453 M, Sultan Muhammad Al-Fatih dari Kesultanan Utsmaniyah berhasil menaklukkan kota tersebut dalam usianya yang baru 21 tahun, membuktikan kebenaran sabda Rasulullah lebih dari delapan abad sebelumnya.
Keutamaan Jihad Fi Sabilillah
Hadits ini juga menjadi salah satu dalil yang mendorong semangat Sultan Muhammad Al-Fatih dan pasukannya. Diriwayatkan bahwa sejak kecil, sang Sultan sudah bercita-cita menjadi “sebaik-baik pemimpin” yang disebutkan dalam hadits tersebut, dan mempersiapkan pasukannya dengan sangat matang baik secara spiritual (memperbanyak shalat malam dan menjaga diri dari dosa) maupun secara militer (strategi, persenjataan, dan logistik).
Tanya Jawab Seputar Hadits Penaklukan Konstantinopel
Apa pelajaran utama yang bisa diambil dari hadits dan peristiwa ini?
Pelajaran utamanya adalah pentingnya kesabaran dan kesungguhan dalam memperjuangkan kebenaran, karena janji Allah dan Rasul-Nya pasti akan terwujud meski membutuhkan waktu yang sangat panjang. Selain itu, hadits ini juga menunjukkan pentingnya mempersiapkan diri secara spiritual dan profesional sekaligus untuk meraih tujuan besar, sebagaimana diteladankan Sultan Muhammad Al-Fatih.
Apakah ada hadits serupa tentang penaklukan kota Roma?
Ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa setelah Konstantinopel ditaklukkan, akan menyusul penaklukan Roma. Namun riwayat ini memiliki sanad yang lebih lemah dibanding hadits tentang Konstantinopel di atas, sehingga para ulama hadits menyarankan untuk berhati-hati dan tidak menjadikannya sebagai keyakinan pasti, cukup fokus pada hadits Konstantinopel yang telah terbukti shahih dan telah terwujud kebenarannya.
===
Referensi:
– HR. Ahmad no. 18957 (shahih menurut Al-Hakim, Adz-Dzahabi, dan Al-Albani)









