Rahmat (kasih sayang) Allah kepada hamba-Nya jauh lebih luas daripada murka-Nya. Berikut hadits-hadits yang menggambarkan betapa besarnya rahmat Allah bagi seluruh makhluk.
Teks Hadits Qudsi Utama: Rahmat-Ku Mendahului Murka-Ku
إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي
Latin: “Inna rahmatii sabaqat ghadhabii.”
Artinya: Allah berfirman (dalam hadits qudsi): “Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku.” (HR. Bukhari no. 7422 dan Muslim no. 2751, dari Abu Hurairah RA)
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menuliskan dalam kitab-Nya yang berada di sisi-Nya di atas Arsy: “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.” (HR. Bukhari no. 7404 dan Muslim no. 2751)
Perumpamaan Kasih Sayang Allah Melebihi Kasih Sayang Seorang Ibu
Dari Umar bin Khattab RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang ibu di antara tawanan perang sedang mencari-cari anaknya untuk disusui dengan penuh kasih. Beliau lalu bertanya kepada para sahabat, “Menurut kalian, apakah wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?” Para sahabat menjawab, “Tidak, demi Allah, selama ia mampu untuk tidak melakukannya.” Rasulullah bersabda: “Sungguh, Allah lebih menyayangi hamba-Nya daripada kasih sayang wanita ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari no. 5999 dan Muslim no. 2754)
Rahmat Allah Meliputi Segala Sesuatu
Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “…dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu…” (QS. Al-A’raf: 156). Ayat ini menjadi dasar bahwa rahmat Allah bersifat universal, mencakup seluruh makhluk-Nya di dunia tanpa terkecuali, sebelum kelak di akhirat rahmat tersebut dikhususkan bagi orang-orang yang bertakwa.
Tanya Jawab Seputar Hadits Rahmat Allah
Jika rahmat Allah begitu luas, mengapa masih ada siksa neraka?
Luasnya rahmat Allah tidak meniadakan keadilan-Nya. Allah tetap memberikan konsekuensi atas pilihan dan perbuatan manusia, namun pintu taubat dan ampunan senantiasa terbuka lebar selama hayat masih dikandung badan, menunjukkan bahwa rahmat-Nya selalu didahulukan sebelum murka-Nya dijatuhkan.
Bagaimana cara meraih rahmat Allah yang luas ini?
Di antaranya dengan bertaubat dan kembali kepada-Nya, menyayangi sesama makhluk (sebagaimana disebutkan “orang yang penyayang akan disayangi Ar-Rahman”), serta tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah sebesar apa pun dosa yang pernah dilakukan (QS. Az-Zumar: 53).
===
Referensi:
– HR. Bukhari no. 7422 & Muslim no. 2751 (dari Abu Hurairah RA)
– HR. Bukhari no. 7404 & Muslim no. 2751
– HR. Bukhari no. 5999 & Muslim no. 2754 (dari Umar bin Khattab RA)
– QS. Al-A’raf: 156; QS. Az-Zumar: 53









