Sholawat Jibril (“Allahumma shalli ‘ala Muhammad”) dikenal luas di tengah masyarakat dan dipercaya dapat melapangkan rezeki. Namun perlu kejujuran dalam memahami asal-usul riwayatnya. Berikut penjelasan lengkapnya.
Bacaan Sholawat Jibril
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad.”
Klarifikasi: Kisah Asal-Usulnya Tidak Memiliki Sanad yang Kuat
Perlu kejujuran di sini: kisah populer yang menyebutkan sholawat pendek ini diajarkan langsung oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah dengan keutamaan khusus (seperti menjamin rezeki lancar) tidak memiliki dasar sanad yang kuat menurut para ulama hadits. Imam Al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menegaskan bahwa meskipun riwayat asal-usulnya lemah, secara redaksi kalimat sholawat ini sendiri tidak bermasalah secara syariat, karena pada dasarnya hanya berisi permohonan shalawat kepada Nabi dengan redaksi yang singkat.
Boleh Diamalkan sebagai Bentuk Shalawat Umum
Karena kandungannya hanya berupa doa shalawat yang sejalan dengan perintah Al-Qur’an (QS. Al-Ahzab: 56), para ulama menjelaskan tidak mengapa mengamalkan bacaan ini, selama tidak meyakini adanya keutamaan khusus (seperti “jaminan rezeki pasti lancar”) yang disandarkan pada riwayat yang lemah tersebut sebagai sebuah kepastian dari Nabi.
Keutamaan Bershalawat yang Memiliki Dasar Shahih
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim no. 408)
Tanya Jawab Seputar Sholawat Jibril
Apakah boleh membaca sholawat ini dengan harapan dimudahkan rezeki?
Boleh berharap kebaikan dari Allah melalui ibadah bershalawat secara umum, karena shalawat memang termasuk amal yang dicintai Allah. Namun sebaiknya tidak mengkhususkan keyakinan bahwa redaksi sholawat tertentu ini secara spesifik “dijamin” melancarkan rezeki berdasarkan riwayat yang lemah, melainkan dipahami sebagai doa dan ibadah umum yang hasil akhirnya tetap bergantung pada kehendak dan takdir Allah.
Apa redaksi shalawat yang paling dianjurkan berdasarkan hadits shahih?
Shalawat Ibrahimiyah, yaitu redaksi yang diajarkan langsung oleh Rasulullah kepada para sahabat ketika ditanya cara bershalawat kepadanya, sebagaimana yang dibaca dalam tasyahud akhir shalat (HR. Bukhari no. 3370).
===
Referensi:
– QS. Al-Ahzab: 56
– HR. Muslim no. 408 (dari Abu Hurairah RA)
– HR. Bukhari no. 3370 (Shalawat Ibrahimiyah)









