Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Hafiz Indonesia
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Hafiz Indonesia
Home Lifestyle

Mengapa Awal Ramadan Sering Berbeda? Memahami Logika Fikih di Balik Perbedaan NU dan Muhammadiyah

by Daily Muslim
18 Februari 2026
logo nu dan muhammadiyah
Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Perbedaan penetapan awal Ramadan atau Idul Fitri antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sering kali menjadi topik hangat di masyarakat Indonesia. Namun, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menjelaskan bahwa perbedaan ini bukanlah masalah akidah, melainkan persoalan fikih (furu’iyah) yang memiliki landasan logika masing-masing.

Daftar Isi

Toggle
  • Perbedaan Logika: Hisab vs. Rukyat
    • Logika Muhammadiyah (Hisab)
    • Logika NU (Rukyat)
  • Keindahan Perbedaan di Mata Ulama
  • Fikih: Ilmu yang Fleksibel dan Rasional
  • Sikap Tokoh terhadap Masalah Sosial
    • Baca Juga
    • Hukum Berpuasa Saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha
    • Hari yang Dilarang untuk Mengganti Puasa Ramadhan

Perbedaan Logika: Hisab vs. Rukyat

Gus Baha menjelaskan bahwa perbedaan ini berakar pada cara pandang terhadap posisi hilal (bulan sabit):

Logika Muhammadiyah (Hisab)

Menggunakan pendekatan matematis. Ibarat perpindahan abad, meski hanya terpaut satu hari atau satu tahun, ia sudah dianggap masuk ke dimensi waktu yang baru. Begitu juga hilal; jika secara matematis sudah melewati garis ufuk (meskipun hanya setengah derajat), maka secara hakiki sudah dianggap masuk bulan baru.

Logika NU (Rukyat)

Mengacu pada perintah agama yang menggantungkan hukum pada penglihatan nyata (rukyah bil fi’li). Secara hakiki hilal mungkin sudah ada, namun hukum puasa baru berlaku jika hilal tersebut bisa terlihat oleh mata. Gus Baha memberi perumpamaan: jika seorang tamu datang ke rumah namun kita tidak melihatnya, maka secara hukum kita belum terkena kewajiban menghormati tamu tersebut karena ketidaktahuan kita [01:51].

Keindahan Perbedaan di Mata Ulama

Gus Baha menekankan bahwa perbedaan pendapat (ikhtilaf) adalah hal yang biasa dalam sejarah Islam. Beliau mencontohkan interaksi antara Imam Syafi’i dan Imam Abu Hanifah.

Imam Syafi’i yang berpendapat salat Subuh harus menggunakan doa Qunut, pernah tidak ber-Qunut saat mengimami salat di masjid Imam Abu Hanifah sebagai bentuk penghormatan (adab) kepada imam yang telah wafat tersebut.

Perselisihan di masyarakat saat ini sering terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap sejarah dan metodologi ijtihad para ulama terdahulu.

Fikih: Ilmu yang Fleksibel dan Rasional

Dalam penjelasannya, Gus Baha juga mengulas beberapa contoh keunikan logika fikih lainnya:

  • Definisi Pulang: Terdapat perbedaan antara mazhab Syafi’i dan Hanafi mengenai kapan seseorang dianggap “pulang” dalam konteks denda haji. Apakah saat sudah sampai di rumah (Syafi’i) atau saat sudah berbalik arah meninggalkan Makkah (Hanafi).
  • Hukum Penyembelihan: Debat mengenai apakah hewan yang sekarat akibat kecelakaan halal jika disembelih. Mazhab Syafi’i mensyaratkan hewan harus masih memiliki “kehidupan normal”, sementara Mazhab Maliki lebih longgar asalkan penyembelihan menjadi penyebab kematiannya.

Sikap Tokoh terhadap Masalah Sosial

Gus Baha juga menyinggung bagaimana fikih menjawab isu sosial, seperti menyalatkan orang yang meninggal dalam keadaan maksiat (misal: karena minuman oplosan). Beliau merujuk pada sikap Nabi SAW yang memerintahkan sahabat lain untuk menyalatkan, namun beliau sendiri tidak ikut menyalatkan sebagai bentuk sanksi sosial agar perbuatan tersebut tidak dianggap remeh oleh masyarakat.

Baca Juga

Cara Mengganti Utang Puasa yang Sudah Lewat 2 Kali Ramadhan

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026

Perbedaan antara organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah dalam hal ibadah adalah manifestasi dari luasnya khazanah ilmu fikih. Gus Baha mengajak umat untuk tidak bingung atau bertengkar karena hal ini. Fikih hadir untuk memberikan solusi atas berbagai kondisi manusia, dan keberagaman ijtihad adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang dinamis dan cocok untuk seluruh dunia (kaffatan linnas).


Video Sumber: GUS BAHA JELASKAN PENENTUAN AWAL RAMADHAN KENAPA NU & MUHAMMADIYAH SELALU BERBEDA

Tags: Bulan RamadanPuasa RamadhanPuasa Wajib

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

orang sedang shalat di mushalla

Obat Segala Penyakit Menurut dr. Zaidul Akbar: Mengatasi Penyakit Hati

by Daily Muslim

Kesehatan adalah salah satu aspek terpenting dalam hidup kita. Dalam Islam, kesehatan tidak hanya mencakup...

dokter sedang menjelaskan penyakit miom

Inilah Obat Herbal untuk Miom Menurut dr. Zaidul Akbar

by Daily Muslim

Apakah kamu sedang mencari solusi alami untuk mengatasi miom? Jika iya, kamu tidak sendirian. Masalah...

lentera dengan latar belakang bulan sabit

12 Bulan dalam Islam dan Penjelasannya (Bulan Hijriyah)

by Daily Muslim

Apakah kamu familiar dengan kalender Hijriyah? Kalender ini merupakan sistem penanggalan yang digunakan oleh umat...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Kamis, 5 Maret 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Dzuhur 12:08
Ashar 15:08
Maghrib 18:13
Isya' 19:22
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

rahman hafiz indonesia

Kisah Rahman Hafiz Indonesia 2026, Hafiz 4 Juz yang Selamat dari Maut di Perlintasan Kereta

arun hafiz indonesia

Belajar Sedekah dari Penjual Nasi Goreng Tegal: Rahasia Keberkahan Arun di Hafiz Indonesia 2026

kelano hafiz indonesia

Rela Resign dari Karier Engineering demi Kelano, Kisah Ami di Hafiz Indonesia 2026 Ini Bikin Haru

queen hafiz indonesia

Duka Bertubi-tubi Queen Hafiz Indonesia: Kehilangan Ayah, Ibu, dan Adik, Namun Tetap Tegar Menghafal Al-Qur’an

runa hafiz indonesia

Kisah Runa Hafiz Indonesia 2026: Anak Kebumen yang Menghafal Al-Qur’an demi Menyatukan Doa Keluarga

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami