Pernahkah kamu membayangkan mendapatkan “kesempatan kedua” setelah nyaris kehilangan segalanya?
Inilah yang dialami oleh salah satu peserta Hafiz Indonesia 2026, Abdurrahman Addakhil Lubis, atau yang akrab disapa Rahman, beserta keluarganya.
Di balik ketenangan bocah berusia 9 tahun asal Padang ini, tersimpan sebuah rahasia besar tentang keajaiban pertolongan Allah SWT di tengah situasi yang mustahil.
Tragedi Ramadan 2021: Mukjizat di Perlintasan Kereta
Momen yang tak akan pernah dilupakan keluarga Rahman terjadi pada Ramadan 2021. Saat itu, Rahman yang baru berusia 5 tahun sedang dalam perjalanan ke rumah sakit bersama ayah, ibu, dan adiknya yang masih balita. Saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu, sebuah kereta api meluncur deras hanya berjarak 2 meter dari kendaraan mereka.
Beruntung, sang ayah yang berprofesi sebagai Air Traffic Controller (ATC) memiliki prinsip kewaspadaan tinggi. Ia sempat mengerem sesaat sebelum ban depan melintasi rel. Meski kap mobil sempat tersambar dan kendaraan tergeser cukup jauh oleh gerbong kereta, keajaiban terjadi: keempat anggota keluarga tersebut keluar dari mobil tanpa luka sedikit pun, meski kondisi mobil rusak parah.

Menghidupkan Kembali Hafalan yang Sempat Redup
Kejadian tersebut menjadi titik balik luar biasa bagi sang ayah. Sebelumnya, ia telah menghafal hampir 8 juz Al-Qur’an, namun seiring waktu, hafalan tersebut mulai pudar karena kesibukan. Tragedi tersebut ia maknai sebagai teguran sekaligus “kesempatan kedua” dari Allah agar ia kembali kepada Al-Qur’an.
Kini, semangat menghafal Al-Qur’an menular kepada seluruh anggota keluarga. Rahman kini telah berhasil menjaga 4 juz Al-Qur’an di dadanya. Sang bunda pun tak mau kalah, meski harus tertatih-tatih di sela kesibukan mengurus rumah tangga, ia terus berjuang memberikan semangat terbaik bagi suami dan anak-anaknya.
Perjuangan Hidup Sejak Bayi
Ujian keluarga Rahman sebetulnya sudah dimulai sejak Rahman baru berusia 2 minggu. Saat itu, Rahman mengalami sesak napas hebat dan harus dirujuk ke Medan melalui perjalanan darat selama 8 jam. Dalam perjalanan tersebut, Rahman sempat berhenti bernapas dan harus menjalani tindakan CPR darurat untuk mengembalikan denyut jantungnya.
Kemenangan Rahman dalam bertahan hidup sejak bayi hingga selamat dari kecelakaan kereta api adalah bukti bahwa Allah SWT memang menyiapkan Rahman untuk menjadi penjaga kalam-Nya.
Harapan Besar Sang Ayah
Nama “Abdurrahman Addakhil” diberikan bukan tanpa alasan. Sang ayah berharap putranya dapat meneladani sosok Abdurrahman Addakhil, sang penakluk yang membawa peradaban Islam hingga ke tanah Eropa. Dengan Al-Qur’an di hati, sang ayah yakin Rahman akan tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat bagi banyak orang.
Tonton kisah inspiratif keluarga Rahman selengkapnya di channel YouTube Hafiz Indonesia: https://www.youtube.com/watch?v=NfNJQT0rXU0









