Selain puasa Ramadan yang wajib, Islam mengenal banyak puasa sunnah dengan keutamaan masing-masing. Berikut kalender lengkap puasa sunnah beserta dalil dan waktu pelaksanaannya.
1. Puasa Senin-Kamis
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berbagai amalan dilaporkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang amalanku dilaporkan saat aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i)
Waktu: setiap hari Senin dan Kamis, boleh dikerjakan rutin maupun sesekali.
2. Puasa Ayyamul Bidh
Dari Abu Dzar RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.” (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi)
Waktu: tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriah (disebut “hari putih”/ayyamul bidh karena bertepatan dengan bulan purnama).
3. Puasa Bulan Muharram (Termasuk Asyura)
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.” (HR. Muslim)
Waktu: sepanjang bulan Muharram, dengan keutamaan khusus pada tanggal 9-10 (puasa Tasu’a dan Asyura).
4. Puasa Bulan Rajab
Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram (dimuliakan) bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Dari Mujibah Al-Bahiliyah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan puasa di bulan-bulan haram ini. Tidak ada hadits shahih yang menyebutkan keutamaan khusus puasa Rajab secara spesifik melebihi bulan haram lainnya, namun puasa di bulan ini tetap masuk kategori puasa sunnah di bulan yang dimuliakan.
Waktu: hari mana saja sepanjang bulan Rajab, sesuai kemampuan (tidak harus penuh sebulan).
5. Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah selain hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara khusus tidak pernah meninggalkan puasa pada hari-hari ini.
Waktu: tanggal 1-9 Dzulhijjah (tanggal 9 disebut puasa Arafah, keutamaannya paling besar: menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang — HR. Muslim). Tanggal 10 Dzulhijjah (Idul Adha) justru haram berpuasa.
Ringkasan Kalender Puasa Sunnah
| Jenis Puasa | Waktu |
|---|---|
| Senin-Kamis | Setiap minggu |
| Ayyamul Bidh | Tanggal 13-15 tiap bulan Hijriah |
| Muharram (+ Asyura) | Sepanjang Muharram, puncak 9-10 |
| Rajab | Sepanjang Rajab |
| Dzulhijjah (+ Arafah) | Tanggal 1-9 Dzulhijjah |
Tanya Jawab Seputar Puasa Sunnah
Bolehkah niat puasa sunnah di siang hari (bukan sejak malam)?
Boleh, berbeda dengan puasa wajib (Ramadan/qadha) yang niatnya harus sejak malam. Puasa sunnah boleh diniatkan di siang hari (sebelum waktu zuhur) selama belum makan/minum/membatalkan apa pun sejak terbit fajar.
Apakah boleh menggabungkan niat puasa sunnah, misalnya Senin dengan Ayyamul Bidh?
Boleh, jika tanggalnya kebetulan bertepatan (misalnya hari Senin jatuh pada tanggal 13 Hijriah), seseorang bisa meniatkan kedua puasa sunnah tersebut sekaligus dan tetap mendapatkan pahala keduanya menurut pendapat yang lebih kuat.
===
Referensi:
– HR. Tirmidzi & An-Nasa’i tentang puasa Senin-Kamis
– HR. Tirmidzi & Al-Baihaqi tentang puasa Ayyamul Bidh
– HR. Muslim tentang keutamaan puasa Muharram & Arafah
– HR. Bukhari tentang keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah









