Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
Home Guideline Puasa

Puasa Syawal atau Bayar Utang Puasa Ramadan Dulu?

by Daily Muslim
18 Oktober 2023
puasa syawal atau bayar utang puasa ramadan
Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Puasa 6 hari di bulan Syawal memiliki keutamaan yang begitu besar, maka dari itu kita dianjurkan untuk melaksanakan amalan sunnah tersebut.

Namun, bagaimana kalau kita masih punya utang puasa Ramadan namun ingin mendapatkan pahala puasa Syawal?

Mana yang lebih dulu harus dilakukan? Apakah boleh puasa Syawal dulu baru qadha puasa Ramadan, atau harus qadha dulu?

Pada artikel ini, kami telah mengumpulkan beberapa jawaban yang bisa kamu jadikan referensi.

Daftar Isi

Toggle
  • Bolehkah puasa Syawal tapi belum bayar utang puasa Ramadan?
    • 1. Harus qadha dulu baru puasa Syawal
    • 2. Boleh puasa Syawal dulu baru qadha
    • 3. Niatkan qadha, pahala puasa Syawal mengikuti
    • Baca Juga
    • Puasa Bulan Sya’ban: Dalil dan Penjelasannya
    • Hukum Istri Puasa Sunnah Tanpa Izin Suami, Ini Haditsnya
  • Kesimpulan

Bolehkah puasa Syawal tapi belum bayar utang puasa Ramadan?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita bisa merujuk pada pendapat MUI yang disampaikan melalui websitenya, MUI menjelaskan bahwa ada perbedaan pandangan di kalangan ulama, berikut penjelasannya:

1. Harus qadha dulu baru puasa Syawal

Pendapat pertama mengatakan bahwa mengqadha lebih utama di dahulukan dibanding puasa Syawal.

Alasannya karena amalan wajib lebih utama dibanding amalan sunnah, kecuali pada kondisi-kondisi tertentu.

Imam Suyuthi mengatakan:

الفَرْضُ أَفْضَلُ مِنَ النَّفْلِ

“Amalan wajib lebih utama daripada amalan sunnah.”

2. Boleh puasa Syawal dulu baru qadha

Pendapat kedua diperbolehkannya mendahuluan puasa Syawal daripada bayar utang puasa Ramadan (qadha).

Alasannya karena walaupun mengqadha puasa hukumnya wajib, namun dari segi waktu mengqadha puasa sifatnya fleksibel (muwassa’) sampai Ramadan berikutnya.

Shopee

Sementara puasa Syawal itu sifatnya terbatas (mudhayyaq) hanya di bulan Syawal saja.

Bagi kamu yang khawatir tidak cukup waktu untuk melaksanakan puasa Syawal karena alasan-alasan syar’i seperti sakit, musafir, haid, atau hal lainnya, sementara kamu ingin tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal, maka boleh mandahulukan puasa Syawal daripada qadha puasa Ramadan.

3. Niatkan qadha, pahala puasa Syawal mengikuti

Terakhir, ketika memasuki bulan Syawal dan Anda masih memiliki utang puasa Ramadan, maka lebih utama untuk mendahulukan utang, karena bayar utang itu wajib dan puasa syawal itu sunnah.

Secara hukum, wajib lebih tinggi daripada sunnah, dan pahala amalan wajib lebih besar dari pahala amalan sunnah.

ADVERTISEMENT

Namun, karena Anda menjalankannya di bulan Syawal, Allah SWT Yang Maha Kasih akan memberikan pahala puasa Syawal kepada Anda.

Sehingga, kamu bisa mendapatkan dua keutamaan, keutamaan qadha Ramadan dan keutamaan puasa Syawal dalam satu waktu.

Kesimpulan

Jika kamu bingung mana yang lebih dulu harus dilakukan, antara puasa Syawal dan qadha, para ulama sudah memberikan 3 opsi yang dapat kamu pilih.

Baca Juga

Apakah Menangis Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Apakah Berbohong Membatalkan Puasa? Simak Penjelasannya

  1. Harus qadha dulu baru puasa Syawal
  2. Boleh puasa Syawal dulu baru qadha
  3. Niatkan qadha, pahala puasa syawal akan mengikuti

Kita harus bersyukur dengan adanya perbedaan ini, karena perbedaan adalah rahmat yang harus kita syukuri.

Selanjutnya, kamu bisa pertimbangkan dari ketiga pendapat tersebut.

Wallahualam bish-shawab.

Baca juga: Niat puasa 6 hari di bulan Syawal (bacaan arab plus artinya)

Tags: Bulan SyawalPuasa SunnahPuasa Syawal
ADVERTISEMENT

Artikel Terkait

anak kecil sedang tertawa

Batasan Usia Aqiqah Menurut Syariat Islam

by Daily Muslim

Aqiqah adalah salah satu bentuk ibadah dalam Islam yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada...

kumpulan hadits tentang sahur

Apakah Puasa Tidak Sah Jika Tidak Sahur? Ini Penjelasannya

by Daily Muslim

Sahur merupakan aktivitas penting dalam rangkaian ibadah puasa yang disarankan dalam Islam. Meskipun pada umumnya...

bolehkah saat puasa nonton mukbang

Saat Puasa Nonton Mukbang (Video Makanan), Boleh atau Tidak?

by Daily Muslim

Puasa adalah salah satu ibadah yang dilakukan umat muslim di seluruh dunia. Saat menjalankan ibadah...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

foto siluet seekor kambing

Hukum Berkurban dalam Islam: Dalil Al-Quran, Hadits, dan Pendapat Ulama

beras di dalam wadah

Hukum Tidak Membayar Zakat Fitrah: Penjelasan Lengkap Berdasarkan Dalil Qur’an, Hadits, dan Ijtihad Ulama

orang sedang membuka al quran

Hukum Belajar Ilmu Tajwid: Penjelasan Lengkap Berdasarkan Dalil dan Pandangan Ulama

berpegangan tangan

Hukum Pacaran dalam Islam: Penjelasan Komprehensif

seorang lansia dengan rambut penuh uban

Hukum Mencabut Uban dalam Islam: Larangan, Dalil, dan Hikmah di Baliknya

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami