Seringkali kita mendengar bahwa kesuksesan seorang anak tidak lepas dari tangan dingin dan doa tulus seorang ibu. Namun, kisah Kaizab Qori Kelano (10 tahun) di Hafiz Indonesia 2026 membawa pesan yang lebih dalam: kesuksesan anak terkadang menuntut pengorbanan terbesar dari sang ibu untuk menanggalkan egonya.
Diagnosis ADHD Bukan Akhir Segalanya
Kelano adalah sosok anak yang cerdas, ceria, dan sangat aktif. Namun, di balik energinya yang meluap-luap, Kelano didiagnosis menderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) ringan. Kondisi ini membuatnya sulit untuk tetap fokus dan sangat mudah terdistraksi oleh lingkungan sekitarnya.
Bagi Kelano, untuk memulai satu baris hafalan memerlukan niat dan upaya yang luar biasa lebih besar dibanding anak-anak pada umumnya. Ia juga memiliki sifat impulsif dan hiperaktif yang membuatnya harus melakukan banyak aktivitas fisik di luar ruangan seperti memanah, futsal, dan berenang untuk membantu menyalurkan energinya.
Pengorbanan Sang Ibu: Melepas Karier Engineering

Menghadapi kondisi sang putra, sang ibu—yang akrab disapa Ami—mengambil keputusan yang sangat berani. Sebelumnya, Ami memiliki karier yang prestisius sebagai seorang insinyur (engineer) di lokasi proyek (site). Pekerjaan yang menjadi impian banyak orang tersebut ia tinggalkan demi mendampingi tumbuh kembang Kelano secara penuh.
“Bagi saya ini bukan sekadar berhenti bekerja, ini adalah tanggung jawab yang jauh lebih besar,” ujar Ami dengan mantap.
Ami mengaku sama sekali tidak menyesal dengan keputusannya untuk resign. Justru sebaliknya, ia merasa bangga bisa mendampingi putra tercintanya berjuang menghafal ayat demi ayat suci Al-Qur’an.
Didikan Penuh Perjuangan
Sejak Ami berhenti bekerja, ia memegang sendiri seluruh pendidikan Kelano. Bahkan saat Kelano berkompetisi di panggung Hafiz Indonesia, Ami tetap memastikan pendidikan formalnya tidak tertinggal dengan mendampingi Kelano mengerjakan ujian susulan di sela-sela jadwal syuting.
Dukungan juga datang dari sang ayah (Abi) yang bekerja di Afrika dan sering berpindah tugas ke berbagai negara. Meski sering berjauhan, Kelano tetap menyetorkan hafalannya kepada sang ayah melalui panggilan video atau telepon.
Cita-cita Mulia: Menjadi Ustaz dan Dokter Gratis
Berkat kesabaran Ami dan bimbingan yang tepat, Kelano kini telah menghafal 3 juz Al-Qur’an. Ia pun memiliki cita-cita yang sangat unik sekaligus mulia: ingin menjadi ustaz, astronaut, dan dokter yang menggratiskan biaya bagi pasiennya.
Dengan gaya polosnya, Kelano membagi jadwal hidupnya di masa depan: hari Senin hingga Rabu ia akan menjadi dokter, sementara hari Kamis hingga Minggu ia dedikasikan untuk menjadi ustaz agar bisa mendapatkan pahala yang lebih banyak.
Pesan untuk Orang Tua
Kisah Kelano dan Ami mengajarkan kita bahwa setiap anak memiliki “keunikan” masing-masing. Alih-alih menyangkal (denial), orang tua perlu memahami kondisi anak dan hadir secara utuh dalam perjalanan hidup mereka.
Ami membuktikan bahwa investasi terbaik bukanlah pada jabatan atau karier, melainkan pada waktu dan kasih sayang yang diberikan untuk mencetak generasi penjaga Al-Qur’an.
Tonton kisah inspiratif Kelano dan Ami selengkapnya di channel YouTube Hafiz Indonesia: https://www.youtube.com/watch?v=a-_NC9VIynI









