Angka “124.000 nabi dan 315 rasul” sangat populer dikutip dalam ceramah maupun tulisan keislaman. Namun tahukah Anda bahwa para ulama hadits berbeda pendapat mengenai keabsahan riwayat ini? Berikut penjelasan lengkapnya.
Teks Riwayat
Dari Abu Dzar Al-Ghifari RA, beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang jumlah para nabi. Rasulullah menjawab: “Jumlah nabi ada seratus dua puluh empat ribu (124.000), dan di antara mereka terdapat rasul sebanyak tiga ratus lima belas (315) orang, suatu jumlah yang banyak.” (HR. Ahmad no. 22342)
Perbedaan Pendapat Ulama tentang Status Riwayat
Status riwayat ini diperselisihkan oleh para ulama hadits:
- Syaikh Nashiruddin Al-Albani dalam kitabnya Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah menilai sanad riwayat ini shahih.
- Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah (2/140) justru mendhaifkan riwayat ini.
- Sebagian ulama lain berpendapat bahwa tidak ada satu pun riwayat shahih yang secara pasti menetapkan jumlah nabi dan rasul secara spesifik.
Karena adanya perbedaan pendapat (khilaf) ini, sikap yang paling bijak adalah tidak menjadikan angka 124.000 sebagai keyakinan mutlak yang wajib diimani secara pasti, namun juga tidak serta-merta menolaknya secara keras, mengingat ada ulama besar seperti Al-Albani yang menshahihkannya.
Yang Wajib Diimani: 25 Nabi yang Disebutkan dalam Al-Qur’an
Terlepas dari perbedaan pendapat soal angka total nabi dan rasul, yang menjadi kesepakatan (ijma’) seluruh ulama dan wajib diimani secara rinci adalah 25 nabi dan rasul yang disebutkan namanya secara eksplisit dalam Al-Qur’an, mulai dari Nabi Adam ‘alaihis salam hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai penutup para nabi (QS. Al-Ahzab: 40).
Tanya Jawab Seputar Jumlah Nabi dan Rasul
Apakah berdosa jika meyakini atau tidak meyakini angka 124.000 ini?
Tidak. Karena bersifat khilafiyah (diperselisihkan ulama) dan bukan perkara akidah pokok yang disepakati (seperti kewajiban mengimani adanya nabi dan rasul secara umum), seseorang tidak berdosa baik meyakini angka tersebut berdasarkan pendapat Al-Albani, maupun bersikap tawaqquf (tidak memastikan) mengikuti pandangan Ibnu Katsir.
Apa yang wajib diimani terkait para nabi dan rasul?
Yang wajib diimani adalah: beriman kepada keberadaan seluruh nabi dan rasul secara umum (tanpa membeda-bedakan di antara mereka sebagai bagian dari rukun iman), mengimani secara rinci 25 nama yang disebutkan Al-Qur’an, serta meyakini Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir (khatamun nabiyyin).
===
Referensi:
– HR. Ahmad no. 22342 (dari Abu Dzar Al-Ghifari RA)
– Al-Albani, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (shahihkan)
– Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah 2/140 (dhaifkan)
– QS. Al-Ahzab: 40









