Surat Al-‘Ashr sangat ringkas, hanya tiga ayat, namun Imam Asy-Syafi’i memberikan pujian luar biasa terhadapnya. Berikut penjelasan lengkap tentang kandungan dan keutamaannya.
Teks Surat Al-‘Ashr
وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)
Pujian Imam Asy-Syafi’i: Bukan Hadits, Melainkan Perkataan Ulama
Perlu kejelasan di sini: ungkapan terkenal “Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah (dalil) kepada hamba-hamba-Nya kecuali surat ini (Al-‘Ashr), niscaya surat ini telah cukup bagi mereka” bukanlah hadits dari Rasulullah, melainkan perkataan Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i (pendiri mazhab Syafi’i) yang dinukil oleh para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir dan Ath-Thabari. Pujian ini menunjukkan kekaguman seorang ulama besar terhadap kepadatan makna surat ini, bukan klaim bahwa ini sabda Nabi.
Empat Kunci Keselamatan dari Kerugian
Surat ini merangkum empat unsur yang menyelamatkan manusia dari kerugian hakiki: (1) iman — keyakinan yang benar kepada Allah; (2) amal shalih — perbuatan baik sebagai bukti nyata keimanan; (3) saling menasihati dalam kebenaran — peduli terhadap kebaikan orang lain, bukan egois dengan keshalihan sendiri; dan (4) saling menasihati dalam kesabaran — saling menguatkan ketika menghadapi ujian dalam menjalankan kebenaran tersebut.
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Surat Al-‘Ashr
Mengapa Imam Syafi’i menganggap surat ini begitu istimewa?
Karena dalam tiga ayat singkat, surat ini merangkum keseluruhan “resep” keselamatan manusia di dunia dan akhirat secara padat dan lengkap — mencakup aspek akidah (iman), ibadah/akhlak (amal shalih), serta dimensi sosial (saling menasihati) sekaligus, sesuatu yang biasanya memerlukan penjelasan panjang lebar.
Apa makna “demi masa” (wal-‘ashr) di awal surat ini?
Allah bersumpah dengan waktu/masa untuk menegaskan betapa berharganya dan cepat berlalunya waktu dalam kehidupan manusia. Sumpah ini menjadi pengantar yang kuat sebelum pernyataan bahwa manusia pada dasarnya merugi dalam menjalani waktu tersebut, kecuali mereka yang memenuhi empat syarat yang disebutkan setelahnya.
===
Referensi:
– QS. Al-‘Ashr: 1-3
– Perkataan Imam Asy-Syafi’i (dinukil Ibnu Katsir dalam tafsirnya)









