Sepuluh orang sahabat Nabi secara khusus dikabarkan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai penghuni surga, dikenal dengan sebutan Al-‘Asyrah Al-Mubasysyarun bil Jannah. Berikut haditsnya.
Teks Hadits Utama
Dari Abdurrahman bin Auf RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Az-Zubair di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa’ad bin Abi Waqqash di surga, Sa’id bin Zaid di surga, dan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah di surga.” (HR. Tirmidzi no. 3748, dinilai shahih)
Sepuluh Nama Sahabat yang Dijamin Surga
- Abu Bakar Ash-Shiddiq — khalifah pertama, sahabat terdekat Rasulullah.
- Umar bin Al-Khaththab — khalifah kedua, dijuluki Al-Faruq (pembeda haq dan batil).
- Utsman bin Affan — khalifah ketiga, dikenal karena kedermawanannya.
- Ali bin Abi Thalib — khalifah keempat, sepupu sekaligus menantu Rasulullah.
- Thalhah bin Ubaidillah — dijuluki “Thalhah Al-Khair” karena kedermawanannya.
- Az-Zubair bin Al-Awwam — sepupu Rasulullah, dijuluki Hawari (pembela setia) Rasulullah.
- Abdurrahman bin Auf — saudagar kaya yang banyak berinfak di jalan Allah.
- Sa’ad bin Abi Waqqash — panglima perang penakluk Persia.
- Sa’id bin Zaid — termasuk golongan pertama yang masuk Islam (As-Sabiqunal Awwalun).
- Abu Ubaidah bin Al-Jarrah — dijuluki “Amiinul Ummah” (kepercayaan umat).
Tanya Jawab Seputar Hadits 10 Sahabat Dijamin Surga
Apakah ini berarti hanya 10 sahabat ini saja yang pasti masuk surga?
Tidak. Hadits ini hanya menyebutkan 10 sahabat yang dikabarkan secara eksplisit dan langsung oleh Rasulullah semasa hidup mereka. Banyak sahabat dan tokoh lain yang juga dijamin surga melalui hadits-hadits terpisah, seperti Bilal bin Rabah, Hasan dan Husein, serta sejumlah sahabat lainnya — namun ke-10 nama di atas disebutkan bersamaan dalam satu hadits khusus, sehingga menjadi kelompok yang populer dikenal sebagai “10 sahabat dijamin surga”.
Apa pelajaran yang bisa diambil dari kisah ke-10 sahabat ini?
Masing-masing dari mereka memiliki keistimewaan yang berbeda — ada yang unggul dalam kedermawanan, kepemimpinan, keberanian di medan perang, maupun kejujuran — menunjukkan bahwa jalan menuju surga bisa ditempuh lewat berbagai bentuk ketaatan dan kebaikan, sesuai dengan potensi dan peran masing-masing orang.
===
Referensi:
– HR. Tirmidzi no. 3748 (shahih, dari Abdurrahman bin Auf RA)









