Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Home Insight Hadits

Hadits tentang Hasad (Dengki): Api yang Memakan Kebaikan

by Daily Muslim
10 Oktober 2026
Api membakar kayu bakar dengan nyala besar, ilustrasi hadits tentang hasad (dengki)

Hadits tentang Hasad

Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Hasad (dengki), menginginkan hilangnya kenikmatan orang lain, digambarkan Rasulullah sebagai api yang membakar habis amal kebaikan. Berikut hadits lengkap dan penjelasannya.

Daftar Isi

Toggle
  • Teks Hadits
  • Mengapa Hasad Begitu Berbahaya?
  • Hasad yang Dikecualikan (Ghibthah)
  • Tanya Jawab Seputar Hadits Hasad
    • Bagaimana cara membedakan hasad dengan ghibthah dalam diri sendiri?
    • Bagaimana cara mengatasi rasa hasad yang muncul tanpa diundang?
    • Baca Juga
    • Hukum Pernikahan dalam Islam (Wajib, Sunah & Haram)
    • Wudhu: Rukun, Pembatal, dan Hukum Terkait yang Perlu Diketahui

Teks Hadits

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

Latin: “Iyyaakum wal hasada, fa innal hasada ya’kulul hasanaati kamaa ta’kulun naarul hathab.”

Artinya: “Jauhilah hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud no. 4903, dari Abu Hurairah RA)

Perumpamaan ini sangat kuat: sebagaimana api yang melahap kayu bakar hingga habis tak bersisa, hasad yang dibiarkan bersarang di hati akan melahap pahala kebaikan yang telah susah payah dikumpulkan seseorang.

Mengapa Hasad Begitu Berbahaya?

  • Menolak takdir/pembagian Allah — hasad pada hakikatnya adalah ketidakridhaan terhadap ketetapan Allah dalam membagi rezeki dan nikmat kepada hamba-Nya.
  • Merusak hubungan sosial — mendorong seseorang bersikap buruk, menjauhi, atau bahkan mencelakai orang yang didengkinya.
  • Menggerogoti ketenangan hati — orang yang hasad akan terus gelisah setiap melihat kebaikan/kenikmatan pada orang lain.
  • Menghapus pahala — sebagaimana ditegaskan dalam hadits di atas.

Hasad yang Dikecualikan (Ghibthah)

Dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh hasad kecuali terhadap dua perkara: (pertama) seseorang yang Allah berikan harta, lalu ia infakkan harta tersebut di jalan kebenaran siang dan malam; (kedua) seseorang yang Allah berikan ilmu (Al-Qur’an), lalu ia amalkan ilmu tersebut dan ia ajarkan kepada orang lain.” (HR. Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816)

“Hasad” dalam hadits ini maksudnya adalah ghibthah — keinginan untuk memiliki kebaikan serupa (termotivasi untuk ikut berbuat baik), bukan mengharapkan hilangnya nikmat yang dimiliki orang lain. Ghibthah bersifat positif dan dibolehkan, berbeda dengan hasad yang destruktif dan diharamkan.

Tanya Jawab Seputar Hadits Hasad

Bagaimana cara membedakan hasad dengan ghibthah dalam diri sendiri?

Perhatikan arah keinginannya: jika ingin nikmat orang lain hilang/berkurang, itu hasad yang diharamkan. Jika ingin memiliki kebaikan serupa tanpa berharap orang lain kehilangan nikmatnya, itu ghibthah yang dibolehkan bahkan dianjurkan untuk hal-hal kebaikan.

Bagaimana cara mengatasi rasa hasad yang muncul tanpa diundang?

Di antaranya: segera mendoakan kebaikan bagi orang yang didengki (melawan bisikan hati dengan tindakan sebaliknya), memperbanyak rasa syukur atas nikmat diri sendiri, dan mengingat bahaya hasad yang disebutkan dalam hadits di atas sebagai pengingat untuk segera menepisnya.

===

Referensi:
– HR. Abu Dawud no. 4903 (dari Abu Hurairah RA)
– HR. Bukhari no. 73 & Muslim no. 816 (dari Abdullah bin Mas’ud RA)

Baca Juga

Hukum Pernikahan dalam Islam (Wajib, Sunah & Haram)

Wudhu: Rukun, Pembatal, dan Hukum Terkait yang Perlu Diketahui

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

kumpulan hadits yang membahas tentang silaturahmi

5 Hadits tentang Silaturahmi, Keutamaan dan Manfaatnya

by Daily Muslim

Silaturahmi atau silaturahim, sebuah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kata ini...

orang sedang belajar dan menulis

10 Hadits Tentang Menuntut Ilmu & Pahalanya

by Daily Muslim

Menuntut ilmu adalah salah satu hal yang sangat ditekankan dalam Islam. Dalam setiap aspek kehidupan,...

Siluet seseorang mengangkat kedua tangan berdoa saat matahari terbit, ilustrasi hadits tentang syafaat di hari kiamat

Hadits tentang Syafaat di Hari Kiamat

by Daily Muslim

Syafaat (pertolongan di hari kiamat) adalah salah satu harapan terbesar umat Islam, khususnya syafaat dari...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Minggu, 11 Oktober 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 04:08
Subuh 04:18
Dzuhur 11:43
Ashar 14:45
Maghrib 17:49
Isya' 18:58
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

Seseorang menandatangani dokumen disaksikan dua orang lainnya, ilustrasi hadits tentang pembagian warisan (faraidh) dalam Islam

Hadits tentang Warisan (Faraidh) dalam Islam

Pemandangan Masjid Nabawi di Madinah saat senja dengan menara menyala, ilustrasi hadits tentang 10 sahabat yang dijamin masuk surga

Hadits tentang 10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

Ketukan pintu berbentuk tangan dari perunggu pada pintu kayu, ilustrasi hadits tentang adab bertamu dalam Islam

Hadits tentang Adab Bertamu dalam Islam

Timbangan kuningan antik di atas rak kayu, ilustrasi hadits tentang akhlak mulia sebagai pemberat timbangan amal

Hadits tentang Akhlak Mulia: Pemberat Timbangan di Hari Kiamat

Dua anak perempuan melakukan pinky promise sambil tersenyum, ilustrasi hadits tentang kejujuran dan menepati janji

Hadits tentang Jujur & Larangan Berbohong dalam Islam

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami