Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim) digambarkan Rasulullah layaknya satu tubuh yang utuh. Berikut hadits-hadits tentang persaudaraan dalam Islam beserta penjelasannya.
1. Perumpamaan Satu Tubuh
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Latin: “Matsalul mu’miniina fii tawaaddihim wa taraahumihim wa ta’aathufihim matsalul jasad, idzasy takaa minhu ‘udhwun tadaa’aa lahu saa-irul jasadi bis sahari wal hummaa.”
Artinya: “Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi, laksana satu tubuh. Jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakannya hingga tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586, dari Nu’man bin Basyir RA)
Perumpamaan ini mengajarkan bahwa penderitaan satu muslim seharusnya dirasakan dan direspons oleh muslim lainnya — empati dan kepedulian bukan sekadar basa-basi, melainkan wujud nyata dari keimanan.
2. Larangan Mendzalimi & Menelantarkan Sesama Muslim
Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya; ia tidak boleh mendzaliminya dan tidak boleh menyerahkannya (kepada musuh/bahaya). Barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa melapangkan satu kesulitan seorang muslim, Allah akan melapangkan satu kesulitan dari kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat…” (HR. Bukhari no. 2442 dan Muslim no. 2580)
3. Belum Sempurna Iman Tanpa Mencintai Saudaranya
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)
Ukhuwah Melampaui Perbedaan
Perumpamaan “satu tubuh” dalam hadits di atas tidak membatasi persaudaraan hanya pada kesamaan mazhab, suku, bangsa, atau golongan tertentu — selama sesama muslim dan beriman, ikatan ukhuwah ini tetap berlaku, mengajarkan pentingnya menjaga persatuan meski terdapat perbedaan pandangan dalam perkara-perkara furu’ (cabang/ijtihadiyah).
Tanya Jawab Seputar Hadits Ukhuwah Islamiyah
Apakah ukhuwah Islamiyah hanya terbatas pada komunitas/kelompok tertentu?
Tidak. Ukhuwah Islamiyah bersifat universal, mencakup seluruh sesama muslim di mana pun berada, tanpa memandang negara, mazhab, atau organisasi keagamaan, berdasarkan keumuman lafaz hadits “seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya”.
Bagaimana jika berbeda pendapat dalam masalah agama dengan sesama muslim?
Perbedaan pendapat dalam perkara ijtihadiyah (yang memang memiliki ruang perbedaan) tidak boleh merusak ukhuwah. Ulama-ulama besar sepanjang sejarah Islam tetap saling menghormati meski berbeda pendapat dalam banyak masalah fikih.
===
Referensi:
– HR. Bukhari no. 6011 & Muslim no. 2586 (dari Nu’man bin Basyir RA)
– HR. Bukhari no. 2442 & Muslim no. 2580 (dari Ibnu Umar RA)
– HR. Bukhari no. 13 & Muslim no. 45 (dari Anas bin Malik RA)









