Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan sifat-sifat tertentu yang menjadi ciri khas penghuni neraka, sebagai peringatan bagi umatnya agar menjauhinya. Berikut hadits-haditsnya.
Teks Hadits Utama: Sifat Keras, Kasar, dan Sombong
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ؟ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ
Latin: “Alaa ukhbirukum bi ahlin naar? Kullu ‘utullin jawwaazhin mustakbir.”
Artinya: “Maukah kalian aku beritahu tentang penghuni neraka? Yaitu setiap orang yang kasar lagi keras, tamak (rakus terhadap dunia), dan sombong.” (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853, dari Haritsah bin Wahb RA)
Dalam hadits yang sama, Rasulullah juga menyebutkan ciri penghuni surga sebagai pembanding: “Maukah kalian aku beritahu tentang penghuni surga? Yaitu setiap orang yang lemah lagi dianggap lemah (karena rendah hati dan tidak pernah berbuat zalim), namun jika ia bersumpah atas nama Allah, Allah akan mengabulkannya.”
Neraka Diliputi Hal-Hal yang Disukai Hawa Nafsu
Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga itu diliputi oleh perkara-perkara yang dibenci (oleh hawa nafsu), sedangkan neraka itu diliputi oleh perkara-perkara yang disukai syahwat.” (HR. Muslim no. 2822)
Hadits ini mengandung pelajaran penting: jalan menuju surga seringkali terasa berat dan tidak disukai hawa nafsu (seperti bangun shalat subuh, menahan diri dari maksiat, bersabar dalam ketaatan), sementara jalan menuju neraka justru dipenuhi hal-hal yang terasa nikmat secara instan bagi hawa nafsu.
Kezaliman sebagai Kegelapan di Hari Kiamat
Dari Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Takutlah kalian terhadap kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim no. 2578)
Tanya Jawab Seputar Hadits Neraka
Apa maksud “neraka diliputi perkara yang disukai syahwat”?
Maksudnya adalah banyak perbuatan maksiat (seperti kemalasan beribadah, hawa nafsu yang dituruti tanpa batas, kesombongan) terasa menyenangkan dan ringan dilakukan secara instan, namun berujung pada konsekuensi buruk di akhirat — berbeda dengan ketaatan yang terasa berat di awal namun berbuah kebaikan abadi.
Mengapa sifat sombong dan kasar begitu dicela dalam hadits-hadits ini?
Karena sifat tersebut mencerminkan hati yang keras dan merasa lebih tinggi dari orang lain, bertentangan dengan tawadhu (rendah hati) yang menjadi inti akhlak seorang muslim. Sombong juga menjadi sifat pertama yang menyebabkan Iblis dilaknat Allah karena enggan sujud kepada Adam.
===
Referensi:
– HR. Bukhari no. 4918 & Muslim no. 2853 (dari Haritsah bin Wahb RA)
– HR. Muslim no. 2822 (dari Anas bin Malik RA)
– HR. Muslim no. 2578 (dari Jabir bin Abdillah RA)









