Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bergelar Khalilullah (kekasih Allah) dan dikenal sebagai bapak para nabi karena banyaknya keturunan beliau yang diutus sebagai nabi dan rasul. Berikut dalil-dalil lengkap keutamaannya.
Teks Hadits Utama: Gelar Khalilullah
Dari Abdullah bin Abbas RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya aku berlepas diri dari setiap kekasih (khalil), karena sesungguhnya Allah telah menjadikanku sebagai kekasih-Nya (khalil), sebagaimana Dia telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya.” (HR. Bukhari no. 466 dan Muslim no. 532)
Dalil Al-Qur’an
وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
Artinya: “…Dan Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kesayangan-Nya.” (QS. An-Nisa: 125)
Bapak Para Nabi dan Teladan Umat
Dari garis keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam lahir banyak nabi dan rasul, di antaranya Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Musa, Dawud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, Isa, hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melalui jalur Ismail. Allah juga menjadikan millah (ajaran) Ibrahim sebagai teladan tauhid yang lurus: “Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): Ikutilah agama Ibrahim yang lurus…” (QS. An-Nahl: 123)
Termasuk Rasul Ulul Azmi
Nabi Ibrahim adalah salah satu dari lima rasul bergelar Ulul Azmi (QS. Al-Ahzab: 7), teruji dengan berbagai cobaan berat: dilempar ke kobaran api oleh kaumnya, diperintahkan menyembelih putranya Ismail sebagai ujian ketaatan, hingga akhirnya diganti dengan seekor sembelihan besar (QS. Ash-Shaffat: 102-107) — peristiwa yang menjadi dasar syariat kurban hingga kini.
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Nabi Ibrahim
Mengapa Nabi Ibrahim disebut “Abul Adhyaf” (bapak para tamu)?
Karena beliau dikenal sebagai pelopor tradisi memuliakan dan menjamu tamu dengan sangat baik, sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an ketika beliau menjamu para malaikat yang menyamar sebagai tamu dengan daging anak sapi panggang tanpa diminta (QS. Adz-Dzariyat: 24-27), sebuah teladan kedermawanan dan kemuliaan akhlak yang terus dikenang.
Apa doa Nabi Ibrahim yang masih relevan dibaca umat Islam hingga kini?
Di antaranya doa memohon keturunan yang shalih dan negeri yang aman (QS. Ibrahim: 35-41), serta doa saat membangun Ka’bah bersama putranya Ismail: “Ya Tuhan kami, terimalah amal dari kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127)
===
Referensi:
– HR. Bukhari no. 466 & Muslim no. 532 (dari Abdullah bin Abbas RA)
– QS. An-Nisa: 125; QS. An-Nahl: 123; QS. Al-Ahzab: 7; QS. Ash-Shaffat: 102-107









