Surat Al-Waqiah (QS. 56) sangat populer dibaca umat Islam, terutama dikaitkan dengan keutamaan terhindar dari kefakiran. Namun benarkah hadits tentang hal ini shahih? Berikut penjelasan jujur beserta keutamaan yang benar-benar memiliki dasar kuat.
Klarifikasi: Hadits “Pencegah Kefakiran” Berstatus Dhaif
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ كُلَّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَدًا
Latin: “Man qara-a suurotal waaqi’ati kulla lailatin lam tushibhu faaqotun abadan.”
Artinya: “Barangsiapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kefakiran selamanya.” (HR. Baihaqi, dari jalur Ibnu Mas’ud RA)
Perlu kejujuran ilmiah di sini: hadits ini dinilai dhaif (lemah) oleh mayoritas ulama hadits — termasuk Imam Ahmad, Abu Hatim Ar-Razi, Ad-Daruquthni, hingga Syaikh Al-Albani yang menegaskan sanadnya lemah karena terdapat perawi yang tidak terpercaya. Hadits dhaif tidak berarti otomatis palsu, namun tidak boleh dijadikan dasar keyakinan pasti (hukum syar’i), apalagi sampai dianggap “jaminan kaya” jika rutin membacanya.
Kandungan Surat Al-Waqiah yang Memang Istimewa
Terlepas dari status hadits di atas, Surat Al-Waqiah tetap memiliki keistimewaan nyata dari kandungan isinya sendiri sebagai bagian Al-Qur’an: surat ini menggambarkan secara rinci dahsyatnya hari kiamat dan tiga golongan manusia di akhirat (as-saabiquun/golongan terdepan, ash-haabul yamiin/golongan kanan, dan ash-haabusy syimaal/golongan kiri), sehingga membacanya dengan tadabbur (merenungi makna) dapat menumbuhkan kesadaran akan akhirat dan rasa syukur atas nikmat dunia — yang pada gilirannya mendorong seseorang untuk lebih giat berikhtiar dan bersyukur, bukan semata berharap pada “jampi” bacaan.
Keutamaan Umum Membaca Al-Qur’an yang Shahih
Daripada bersandar pada hadits dhaif yang spesifik tentang Al-Waqiah, lebih tepat berpegang pada hadits shahih yang bersifat umum tentang keutamaan membaca Al-Qur’an: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat semisalnya.” (HR. Tirmidzi no. 2910, dinilai shahih)
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Surat Al-Waqiah
Apakah boleh tetap mengamalkan membaca Al-Waqiah setiap malam?
Boleh, karena membaca Al-Qur’an surat apa pun selalu bernilai ibadah dan pahala berdasarkan dalil umum di atas. Yang perlu diluruskan hanyalah keyakinan bahwa hadits “pencegah kefakiran” ini adalah sabda Nabi yang pasti benar dan menjadi jaminan otomatis kekayaan — sebaiknya diniatkan sebagai ibadah membaca Al-Qur’an secara umum, disertai ikhtiar nyata dalam mencari rezeki.
Mengapa hadits dhaif seperti ini begitu populer di masyarakat?
Karena pesannya terasa menarik dan mudah dibagikan (berkaitan dengan rezeki), serta jarang disertai pengecekan sumber sebelum disebarkan di media sosial maupun ceramah. Inilah pentingnya selalu memverifikasi status hadits sebelum menjadikannya dasar amalan atau keyakinan.
===
Referensi:
– HR. Baihaqi (dhaif menurut Ahmad, Abu Hatim Ar-Razi, Ad-Daruquthni, dan Al-Albani)
– HR. Tirmidzi no. 2910 (shahih)
– QS. Al-Waqiah: 1-96









