Tiga masjid memiliki kedudukan istimewa dalam Islam sebagai satu-satunya tempat yang dianjurkan untuk dikunjungi secara khusus demi mendapatkan keutamaan ibadah di dalamnya. Berikut dalil-dalil lengkapnya.
Teks Hadits Utama
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh mengadakan perjalanan jauh (dalam rangka ibadah) kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari no. 1189 dan Muslim no. 1397)
Keutamaan Shalat di Masjidil Haram
Dari Abdullah bin Zubair RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali lipat dibanding shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat dibanding shalat di masjid lainnya.” (HR. Ibnu Majah no. 1406, dinilai shahih oleh Al-Albani)
Keutamaan Shalat di Masjid Nabawi
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Satu kali shalat di masjidku ini lebih baik daripada seribu kali shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram.” (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394)
Keutamaan Shalat di Masjidil Aqsha
Dari Abu Dzar RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan bahwa shalat di Masjidil Aqsha diberi pahala 500 kali lipat dibanding shalat di masjid biasa, sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang dinilai hasan oleh sebagian ulama hadits (HR. Ibnu Majah no. 1413)
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Tiga Masjid
Apa makna larangan “tidak boleh melakukan perjalanan jauh” dalam hadits ini?
Para ulama menjelaskan larangan ini khusus berlaku untuk perjalanan yang diniatkan demi mendapatkan keutamaan ibadah di suatu tempat tertentu (seperti meyakini shalat di suatu tempat selain tiga masjid ini memiliki pahala berlipat khusus). Perjalanan untuk tujuan lain seperti berdagang, menuntut ilmu, bekerja, atau berziarah mengunjungi keluarga tetap diperbolehkan tanpa batasan tersebut.
Mengapa ketiga masjid ini memiliki kedudukan istimewa?
Ketiganya adalah masjid-masjid yang didirikan dan terkait langsung dengan para nabi: Masjidil Haram dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim dan Ismail serta menjadi kiblat umat Islam dan tujuan ibadah haji; Masjid Nabawi dibangun oleh Rasulullah sendiri di atas dasar ketakwaan; dan Masjidil Aqsha merupakan kiblat pertama umat Islam serta tempat persinggahan Rasulullah dalam peristiwa Isra Mi’raj.
===
Referensi:
– HR. Bukhari no. 1189 & Muslim no. 1397 (dari Abu Hurairah RA)
– HR. Ibnu Majah no. 1406 (shahih menurut Al-Albani, dari Abdullah bin Zubair RA)
– HR. Bukhari no. 1190 & Muslim no. 1394 (dari Abu Hurairah RA)
– HR. Ibnu Majah no. 1413 (dari Abu Dzar RA)









