Bulan Ramadan adalah momentum emas bagi setiap Muslim untuk meraih derajat tertinggi, yaitu Taqwa. Namun, apakah semua orang yang berpuasa otomatis menjadi ahli taqwa?
Dalam kajiannya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kalimat la’allakum tattaqun (agar kalian bertaqwa) dalam QS. Al-Baqarah: 183 diawali dengan kata la’ala yang berarti harapan besar yang hanya bisa dicapai dengan kesungguhan. Tanpa strategi dan kurikulum ibadah yang tepat, Ramadan berisiko lewat begitu saja.
Berikut adalah 3 amalan utama Ramadan yang menjadi “kurikulum” tetap Rasulullah SAW untuk kita teladani:
1. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Shalat
Amalan pokok pertama adalah meningkatkan shalat. Artinya, kita tidak hanya mencukupkan diri dengan shalat fardhu lima waktu, tetapi mulai menambahnya dengan shalat-shalat sunnah.
Berikut adalah shalat sunnah yang bisa kita laksanakan:
- Shalat Rawatib (12 Rakaat): Rasulullah SAW menjanjikan rumah di surga bagi mereka yang istiqomah menjaga 12 rakaat rawatib sehari semalam. Rinciannya adalah: 2 rakaat sebelum Subuh, 4 rakaat sebelum Dzuhur (bisa 2 rakaat jika waktu terbatas), 2 rakaat setelah Dzuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, dan 2 rakaat setelah Isya.
- Shalat Dhuha: Terbagi dalam tiga waktu dengan keutamaan berbeda:
- Awal Dhuha (Syuruq): Dilakukan sekitar 1,5 jam setelah Subuh. Pahalanya senilai haji dan umrah yang sempurna.
- Pertengahan Dhuha: Sekitar jam 09.00. Berfungsi sebagai pengganti sedekah seluruh sendi tubuh dan dapat menghindarkan dari musibah.
- Akhir Dhuha: Sekitar jam 10.00 hingga menjelang Dzuhur. Bermanfaat untuk mempermudah datangnya rezeki atas izin Allah.
- Shalat Malam: Menguatkan Tarawih dan ditutup dengan Witir.
2. Berinteraksi Intens dengan Al-Qur’an
Ramadan adalah bulannya Al-Qur’an. Ustadz Adi Hidayat menekankan dua cara utama dalam berinteraksi dengan kitab suci ini:
- Qira’ah (Membaca): Targetkan untuk khatam minimal satu kali selama Ramadan. Caranya sangat mudah: baca satu juz per hari. Agar tidak terasa berat, bagi satu juz tersebut ke dalam lima waktu shalat. Misalnya, baca sekitar 14 ayat sebelum shalat dan 14 ayat setelah shalat.
- Tilawah (Mengkaji): Selain membaca, luangkan waktu untuk memahami maknanya melalui kajian tafsir. Tilawah Al-Qur’an membawa empat kemuliaan: mendatangkan rahmat, memudahkan doa dikabulkan, permohonan ampun (istighfar) diterima, dan memberikan ketenangan jiwa (sakinah) ke dalam rumah tangga.
3. Memperbanyak Infaq dan Sedekah
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya meningkat berkali-kali lipat saat memasuki bulan Ramadan. Infaq tidak harus dalam jumlah besar; yang terpenting adalah konsistensi dan kesiapan anggaran sejak sebelum Ramadan dimulai.
Salah satu cara cerdas meraih pahala adalah dengan memfasilitasi hidangan berbuka (ifthar) bagi orang yang berpuasa. Meskipun hanya dengan sebiji kurma atau seteguk air, pemberinya akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala si pelaku sedikitpun.
Doa Menjelang Ramadan
Sebagai persiapan akhir, Ustadz Adi Hidayat menganjurkan untuk menghafal dan mengamalkan doa yang diajarkan Nabi SAW saat menetapkan awal Ramadan:
“Allahumma ahillah Laina bil yumni wal imani was salamati wal islami rabbi wa rabbukallah.”
Doa ini berisi permohonan agar kita diberikan ketenangan, kekuatan iman, keselamatan, dan kesehatan selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
Dengan menerapkan ketiga amalan pokok ini, insyaAllah Ramadan kita tidak akan berlalu sia-sia, dan target menjadi hamba yang bertaqwa dapat kita raih dengan sempurna.









