Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Home Lifestyle

Tarawih 8 atau 20 Rakaat? Begini Penjelasan Buya Yahya

by Daily Muslim
18 Februari 2026
buya yahya
Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Setiap kali memasuki bulan suci Ramadhan, diskusi mengenai jumlah rakaat salat Tarawih sering kali mencuat di tengah masyarakat. Ada yang terbiasa dengan 8 rakaat, ada pula yang teguh dengan 20 rakaat. Namun, bagaimana sebenarnya tuntunan Nabi SAW dan para sahabat terkait hal ini? Buya Yahya memberikan penjelasan mendalam agar umat Islam tidak terjebak dalam perdebatan yang memecah belah.

Daftar Isi

Toggle
  • Inti Ibadah: Qiyamur Ramadhan
  • Meluruskan Kesalahpahaman Sejarah
  • Mengapa 20 Rakaat Menjadi Pilihan Empat Mazhab?
  • Kualitas di Atas Kuantitas, Persatuan di Atas Segalanya
  • Penutup: Hindari Debat Kusir
    • Baca Juga
    • Bangkai Ikan Halal atau Haram? Begini Hukumnya
    • MTQ Internasional ke-4: 165 Peserta Datang dari Lima Benua

Inti Ibadah: Qiyamur Ramadhan

Buya Yahya menegaskan bahwa baik mereka yang mengerjakan 8 rakaat maupun 20 rakaat, keduanya sama-sama telah menjalankan sunnah Qiyamur Ramadhan. Keduanya berhak mendapatkan keutamaan sabda Nabi SAW: “Barangsiapa yang menghidupkan malam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Meluruskan Kesalahpahaman Sejarah

Satu poin penting yang ditekankan Buya Yahya adalah mengenai asal-usul bilangan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa:

  • 8 Rakaat: Sering kali dirujuk dari hadis Aisyah RA. Namun, secara ilmiah, hadis tersebut sebenarnya merujuk pada jumlah rakaat Salat Witir Nabi SAW, baik di dalam maupun di luar Ramadhan.
  • Tarawih Nabi SAW: Secara historis, Rasulullah SAW melakukan salat malam di masjid, lalu diikuti oleh para sahabat. Namun, dalam hadis-hadis sahih, Nabi tidak secara spesifik membatasi jumlah bilangan rakaatnya.

Mengapa 20 Rakaat Menjadi Pilihan Empat Mazhab?

Hampir seluruh imam mazhab (Hanafi, Syafi’i, Hambali, dan sebagian Maliki) menyepakati 20 rakaat sebagai standar tarawih. Mengapa demikian?

  1. Sunnah Khulafaur Rasyidin: Bilangan 20 rakaat ditegakkan pada zaman Sayyidina Umar bin Khattab dan disetujui oleh para sahabat lainnya tanpa ada penentangan.
  2. Kombinasi Sunnah: Mereka yang melakukan 20 rakaat mendapatkan pahala sunnah Nabi SAW sekaligus sunnah Khulafaur Rasyidin, sebagaimana perintah Nabi untuk berpegang teguh pada sunnah para khalifahnya.

Bahkan di Madinah, Imam Malik menyebutkan adanya praktik hingga 36 rakaat. Hal ini bermula dari keinginan penduduk Madinah untuk mengimbangi pahala penduduk Makkah yang melakukan tawaf di sela-sela istirahat tarawih mereka.

Kualitas di Atas Kuantitas, Persatuan di Atas Segalanya

Buya Yahya mengingatkan agar kita tidak bersikap congkak atau merendahkan mereka yang berbeda jumlah rakaatnya. Memang secara logika “matematika pahala”, 20 rakaat tentu lebih banyak keutamaannya dibanding 8 rakaat jika kualitasnya sama. Namun, yang terpenting adalah:

  • Kualitas Salat: Jangan membandingkan 8 rakaat yang tenang (tartil) dengan 20 rakaat yang terburu-buru hingga bacaannya tidak jelas.
  • Kebijaksanaan di Masjid: Buya menyarankan agar masjid-masjid idealnya menyediakan 20 rakaat. Bagi jamaah yang ingin mencukupkan 8 rakaat, mereka diperbolehkan pulang lebih awal tanpa harus merasa bersalah atau membatasi jamaah lain yang ingin menyelesaikan hingga 20 rakaat.

Penutup: Hindari Debat Kusir

Perbedaan pendapat di kalangan ulama adalah hal yang ilmiah dan didasari sumber yang jelas. Keributan biasanya muncul karena ketidaktahuan atau sifat congkak yang merasa paling benar hingga membidahkan pihak lain.

“Mari kita ciptakan budaya kebaikan yang indah di masjid. Yang 8 rakaat alhamdulillah masih mau salat, namun alangkah baiknya jika setiap tahun kita berusaha ‘naik pangkat’ meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita,” pesan Buya Yahya.


Simak penjelasan lengkap Buya Yahya dalam video berikut: Klik di sini untuk menonton

Baca Juga

Bangkai Ikan Halal atau Haram? Begini Hukumnya

MTQ Internasional ke-4: 165 Peserta Datang dari Lima Benua

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

minuman herbal teh jahe

Minuman Herbal untuk Mengatasi Asam Lambung Menurut dr. Zaidul Akbar

by Daily Muslim

Asam lambung terjadi ketika cairan asam di perut naik ke kerongkongan dan tenggorokan. Di area...

adab adab di dalam masjid

Adab-adab di dalam Masjid yang Perlu Kamu Tahu

by Daily Muslim

Masjid merupakan tempat yang sakral bagi umat Islam, tempat di mana umat Islam melaksanakan shalat...

air kelapa untuk hipertensi

Herbal untuk Menangani Darah Tinggi/Hipertensi ala dr. Zaidul Akbar

by Daily Muslim

Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, sering disebut sebagai pembunuh senyap karena dapat merusak jantung dan...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Jumat, 30 Oktober 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 03:59
Subuh 04:09
Dzuhur 11:40
Ashar 14:54
Maghrib 17:49
Isya' 19:00
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

Kaligrafi emas bertuliskan Bismillahirrahmanirrahim di atas kertas dengan palet cat emas, ilustrasi artikel kapan membaca basmalah lengkap dan kapan cukup bismillah saja

Kapan Mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” dan Kapan Cukup “Bismillah” Saja?

Jamaah haji berpakaian ihram putih menghadap Ka'bah di siang hari, ilustrasi keutamaan haji mabrur

Keutamaan Haji Mabrur dan Dalilnya

Riak air tenang membentuk lingkaran konsentris, ilustrasi keutamaan menahan amarah dalam Islam

Keutamaan Menahan Amarah dan Dalilnya

Papan penunjuk arah kayu dengan anak panah di tengah alam terbuka, ilustrasi keutamaan amar ma'ruf nahi mungkar

Keutamaan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dan Dalilnya

Seorang guru membimbing murid-muridnya di dalam kelas, ilustrasi adab kepada guru dalam Islam

Adab kepada Guru dalam Islam dan Dalilnya

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami