Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Home Insight Hadits

Keutamaan Berdzikir Sendirian hingga Meneteskan Air Mata

by Daily Muslim
6 November 2026
Satu nyala lilin menerangi kegelapan ruangan yang sunyi, ilustrasi keutamaan berdzikir sendirian

Nyala Lilin di Ruangan Gelap

Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Dzikir kepada Allah dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, baik secara berjamaah maupun seorang diri. Namun, ada satu bentuk dzikir yang mendapat kedudukan istimewa dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dzikir yang dilakukan dalam kesendirian, jauh dari pandangan manusia, hingga menggetarkan hati dan meneteskan air mata.

Daftar Isi

Toggle
  • Salah Satu dari Tujuh Golongan yang Dinaungi Allah
  • Mengapa Dzikir dalam Kesendirian Begitu Istimewa?
  • Dalil Lain tentang Keutamaan Menangis karena Takut kepada Allah
  • Bukan Berarti Dzikir Berjamaah Tidak Dianjurkan
  • Bagaimana Menumbuhkan Kualitas Dzikir seperti Ini?
  • Tanya Jawab Seputar Dzikir dalam Kesendirian
    • Apakah menangis adalah syarat mutlak agar dzikir termasuk dalam keutamaan ini?
    • Apakah dzikir yang dilakukan sambil beraktivitas (misalnya saat bekerja) juga termasuk dzikir yang dianjurkan?
    • Mengapa menangis karena takut kepada Allah dijanjikan terhindar dari neraka?
  • Kesimpulan
    • Baca Juga
    • Doa Keselamatan Dunia Akhirat (Arab, Latin dan Artinya)
    • Adab Menghadiri Walimah, Bolehkah Datang Tanpa Diundang?

Salah Satu dari Tujuh Golongan yang Dinaungi Allah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tujuh golongan yang akan mendapat naungan khusus dari Allah pada hari kiamat, sebuah hari ketika tidak ada naungan lain selain naungan-Nya. Salah satu dari ketujuh golongan tersebut adalah:

وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“…dan seseorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian (sepi dari pandangan orang lain), lalu kedua matanya mengalirkan air mata.” (HR. Bukhari no. 660, Muslim no. 1031)

Adapun enam golongan lainnya yang disebutkan dalam hadits yang sama adalah: pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ketaatan beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah (bertemu dan berpisah karena-Nya), seorang laki-laki yang digoda oleh wanita cantik dan berkedudukan namun menolak seraya berkata “Aku takut kepada Allah,” serta seseorang yang bersedekah secara diam-diam hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kanannya.

Mengapa Dzikir dalam Kesendirian Begitu Istimewa?

Para ulama menjelaskan beberapa alasan mengapa dzikir yang dilakukan dalam kesendirian, jauh dari pandangan orang lain, memiliki kedudukan yang begitu istimewa:

  • Terbebas dari unsur riya’ (pamer) — ketika seseorang berdzikir dan menangis di hadapan orang lain, selalu ada kemungkinan tercampurnya keinginan untuk dilihat atau dipuji. Namun, ketika dilakukan dalam kesendirian total, tidak ada motif lain selain murni karena Allah semata.
  • Menunjukkan kedalaman hubungan pribadi dengan Allah — dzikir yang hanya disaksikan Allah mencerminkan hubungan batin yang tulus dan mendalam antara seorang hamba dengan Rabb-nya, tanpa perlu validasi atau pengakuan dari manusia.
  • Air mata sebagai tanda kelembutan hati — tetesan air mata yang muncul secara alami ketika mengingat Allah menunjukkan kelembutan dan kepekaan hati terhadap kebesaran dan keagungan-Nya, sebuah kondisi spiritual yang sangat dicintai dalam Islam.

Dalil Lain tentang Keutamaan Menangis karena Takut kepada Allah

Keutamaan menangis karena mengingat dan takut kepada Allah juga disebutkan dalam hadits lain:

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, sampai air susu kembali ke tempatnya (dalam arti sesuatu yang mustahil terjadi, menunjukkan kepastian janji ini).” (HR. Tirmidzi no. 1633, dinilai hasan oleh sebagian ulama hadits)

Bukan Berarti Dzikir Berjamaah Tidak Dianjurkan

Penting dipahami bahwa keutamaan dzikir dalam kesendirian ini tidak berarti menafikan keutamaan dzikir secara berjamaah, yang juga memiliki dalil keutamaannya tersendiri, misalnya hadits tentang majelis dzikir yang dikelilingi para malaikat (HR. Muslim no. 2700). Keduanya memiliki keutamaan masing-masing: dzikir berjamaah menguatkan ukhuwah dan semangat kolektif dalam mengingat Allah, sementara dzikir dalam kesendirian menjadi momen intim dan tulus antara seorang hamba dengan Rabb-nya, bebas dari kemungkinan riya’ yang mungkin muncul dalam keramaian.

Bagaimana Menumbuhkan Kualitas Dzikir seperti Ini?

Beberapa cara yang dapat membantu seorang muslim menumbuhkan kualitas dzikir yang mendalam dan tulus dalam kesendirian:

  • Meluangkan waktu khusus untuk beribadah dan berdzikir sendirian, misalnya pada sepertiga malam terakhir, jauh dari gangguan dan pandangan orang lain.
  • Merenungkan makna dzikir dan doa yang diucapkan, bukan sekadar mengucapkannya secara mekanis tanpa penghayatan.
  • Memperbanyak membaca dan mentadaburi Al-Qur’an, serta merenungkan kebesaran dan nikmat-nikmat Allah yang sering terlewatkan dalam kesibukan sehari-hari.
  • Mengingat dosa-dosa dan kelalaian diri sebagai bahan muhasabah, yang dapat menumbuhkan rasa penyesalan dan kelembutan hati di hadapan Allah.

Tanya Jawab Seputar Dzikir dalam Kesendirian

Apakah menangis adalah syarat mutlak agar dzikir termasuk dalam keutamaan ini?

Air mata dalam hadits ini menggambarkan kondisi puncak kelembutan hati yang dialami sebagian orang ketika mengingat Allah, namun bukan berarti dzikir dalam kesendirian tanpa disertai air mata kehilangan nilai keutamaannya. Setiap muslim memiliki kondisi hati yang berbeda-beda; yang terpenting adalah ketulusan dan kekhusyukan dalam mengingat Allah, dengan harapan Allah akan melembutkan hati seiring konsistensi dzikir yang dilakukan.

Apakah dzikir yang dilakukan sambil beraktivitas (misalnya saat bekerja) juga termasuk dzikir yang dianjurkan?

Ya, dzikir pada dasarnya dianjurkan dilakukan kapan saja dan di mana saja, termasuk sambil beraktivitas, sebagaimana Allah memuji orang-orang yang mengingat-Nya dalam berbagai kondisi: berdiri, duduk, maupun berbaring (QS. Ali ‘Imran: 191). Namun, keutamaan khusus dalam hadits tujuh golongan ini secara spesifik menyoroti momen dzikir yang dilakukan dalam kesendirian penuh, sebagai bentuk kedekatan batin yang mendalam dengan Allah.

Mengapa menangis karena takut kepada Allah dijanjikan terhindar dari neraka?

Para ulama menjelaskan bahwa tangisan karena takut kepada Allah mencerminkan kesadaran mendalam akan keagungan dan kekuasaan-Nya, serta penyesalan tulus atas dosa dan kelalaian diri. Kondisi hati semacam ini umumnya diiringi dengan upaya nyata untuk memperbaiki diri dan menjauhi maksiat, sehingga Allah menjanjikan rahmat khusus bagi orang-orang yang memiliki kelembutan dan ketakwaan hati seperti ini.

Kesimpulan

Dzikir yang dilakukan dalam kesendirian, jauh dari pandangan manusia, memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena terbebas dari kemungkinan riya’ dan mencerminkan ketulusan hubungan batin seorang hamba dengan Allah. Keutamaan ini bahkan menjadikannya salah satu dari tujuh golongan yang akan mendapat naungan khusus Allah pada hari kiamat. Membiasakan diri meluangkan waktu untuk dzikir yang khusyuk dalam kesendirian dapat menjadi salah satu jalan untuk meraih kedekatan dan kelembutan hati di hadapan Allah Ta’ala.

Baca Juga

Doa Keselamatan Dunia Akhirat (Arab, Latin dan Artinya)

Adab Menghadiri Walimah, Bolehkah Datang Tanpa Diundang?

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

Potret hitam putih seorang pria dengan jenggot lebat, ilustrasi dalil memelihara jenggot dalam Islam

Jenggot, Celana di Atas Mata Kaki, dan Larangan Mengolok Sunnah: Dalil dan Penjelasannya

by Daily Muslim

Sebagian praktik sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, seperti memelihara jenggot atau mengenakan celana di...

Dua pemuda berjabat tangan dengan ramah di luar ruangan, ilustrasi hadits tentang ukhuwah Islamiyah

Hadits tentang Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan Sesama Muslim

by Daily Muslim

Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim) digambarkan Rasulullah layaknya satu tubuh yang utuh. Berikut hadits-hadits tentang...

Tangan pasangan suami istri saling meraih mengenakan cincin, ilustrasi keutamaan bulan Syawal dan kisah pernikahan Rasulullah

Keutamaan Bulan Syawal: Bulan Kemenangan Pasca-Ramadhan

by Daily Muslim

Bulan Syawal datang setelah Ramadhan sebagai bulan kemenangan dan kelanjutan semangat ibadah. Berikut penjelasan lengkap...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Jumat, 6 November 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 03:57
Subuh 04:07
Dzuhur 11:40
Ashar 14:57
Maghrib 17:50
Isya' 19:02
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

Tunas-tunas tanaman muda tumbuh dari tanah yang subur, ilustrasi iman yang bertambah dan berkurang

Iman Bertambah dan Berkurang: Dalil dan Penjelasannya dalam Islam

Cahaya matahari menembus sela-sela pepohonan hutan yang tenang, ilustrasi orang mukmin tidak pernah benar-benar stres

Orang Mukmin Tidak Pernah Benar-Benar Stres, Begini Penjelasannya

Sepasang cincin pernikahan diletakkan di telapak tangan, ilustrasi memilih pasangan idaman menurut Islam

Memilih Pasangan Idaman Menurut Islam: Dalil dan Kriterianya

Pena bulu, tinta, dan naskah tulisan tangan di atas meja kayu, ilustrasi biografi Imam Nawawi

Biografi Ringkas Imam Nawawi, Penulis Arbain dan Riyadhus Shalihin

Lorong perpustakaan kuno dipenuhi rak-rak buku tua menjulang tinggi, ilustrasi biografi Imam Bukhari

Biografi Ringkas Imam Bukhari, Penyusun Kitab Hadits Paling Shahih

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami