Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Home Insight

Fathu Makkah: Pelajaran dari Penaklukan Kota Makkah Tanpa Pertumpahan Darah

by Daily Muslim
7 November 2026
Pemandangan Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah pada malam hari
Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Fathu Makkah, atau penaklukan Kota Makkah, adalah salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-8 Hijriah, ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki kembali kota kelahirannya setelah bertahun-tahun diusir dan dimusuhi oleh penduduknya sendiri. Namun, yang membuat peristiwa ini begitu istimewa bukanlah kemenangan militernya, melainkan sikap pemaafan luar biasa yang ditunjukkan Nabi kepada orang-orang yang dahulu menyiksa dan memusuhinya.

Daftar Isi

Toggle
  • Latar Belakang Peristiwa
  • Pengampunan yang Luar Biasa
  • Penghancuran Berhala di Sekitar Ka’bah
  • Khutbah tentang Persamaan Derajat Manusia
  • Pelajaran Berharga dari Fathu Makkah
  • Dampak Fathu Makkah bagi Penyebaran Islam
  • Tanya Jawab Seputar Fathu Makkah
    • Mengapa Fathu Makkah disebut sebagai “penaklukan tanpa pertumpahan darah”?
    • Apakah semua penduduk Makkah dimaafkan tanpa terkecuali?
    • Baca Juga
    • Bantahan Tuduhan terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab: 7 Poin yang Diperdebatkan
    • Cara Mengganti Utang Puasa untuk Orang yang Sudah Meninggal
    • Apa relevansi Fathu Makkah bagi kehidupan muslim masa kini?
  • Kesimpulan

Latar Belakang Peristiwa

Fathu Makkah terjadi setelah kaum Quraisy melanggar Perjanjian Hudaibiyah yang telah disepakati bersama kaum muslimin. Pelanggaran ini memberikan alasan yang sah bagi Nabi dan kaum muslimin untuk bergerak menuju Makkah. Dengan kekuatan sekitar sepuluh ribu pasukan, Nabi memasuki Makkah pada bulan Ramadhan tahun ke-8 Hijriah, hampir tanpa perlawanan berarti dari penduduk kota tersebut.

Pengampunan yang Luar Biasa

Setelah berhasil menguasai Makkah tanpa pertumpahan darah yang berarti, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan penduduk Quraisy — orang-orang yang dahulu mengusir, memboikot, menyiksa para sahabatnya, bahkan berulang kali berusaha membunuhnya. Alih-alih membalas dendam, Nabi justru bertanya kepada mereka:

“Menurut kalian, apa yang akan aku lakukan terhadap kalian?” Mereka menjawab, “Kebaikan, (karena) engkau saudara yang mulia dan putra dari saudara yang mulia.” Nabi pun bersabda:

اذْهَبُوا فَأَنْتُمُ الطُّلَقَاءُ

“Pergilah, kalian semua bebas (tidak ada tuntutan apa pun atas kalian).” (HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 18055)

Ucapan ini sangat mirip dengan kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam ketika memaafkan saudara-saudaranya yang dahulu mencelakakannya, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an: “Tidak ada cercaan terhadap kalian pada hari ini” (QS. Yusuf: 92). Sebuah kemenangan besar yang justru dijawab dengan pengampunan massal, bukan pembalasan dendam.

Penghancuran Berhala di Sekitar Ka’bah

Setelah memasuki Makkah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam segera menuju Ka’bah dan menghancurkan sekitar 360 berhala yang mengelilinginya, sembari membaca ayat:

جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS. Al-Isra: 81, HR. Bukhari no. 4720, Muslim no. 1781)

Peristiwa ini menjadi penanda penting kembalinya Ka’bah kepada fungsi aslinya sebagai rumah ibadah yang dikhususkan untuk menyembah Allah semata, setelah sekian lama dipenuhi berhala-berhala sesembahan kaum musyrikin.

Khutbah tentang Persamaan Derajat Manusia

Dalam momen kemenangan ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyampaikan pesan universal tentang kesetaraan manusia, menegaskan bahwa kemuliaan sejati bukan ditentukan oleh garis keturunan atau kesukuan, melainkan oleh ketakwaan:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Wahai manusia, sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Pelajaran Berharga dari Fathu Makkah

Peristiwa Fathu Makkah mengandung banyak pelajaran yang relevan hingga saat ini:

  • Pemaafan sebagai puncak kekuatan, bukan kelemahan — Nabi memiliki kekuatan penuh untuk membalas dendam, namun memilih memaafkan sebagai bukti kemuliaan akhlaknya, mengajarkan bahwa pemaafan di saat memiliki kekuasaan penuh adalah bentuk kekuatan karakter yang sesungguhnya.
  • Kemenangan sejati tidak harus disertai kekerasan — Fathu Makkah menjadi bukti bahwa tujuan besar dapat dicapai tanpa mengorbankan banyak nyawa, menunjukkan strategi dan kebijaksanaan yang matang.
  • Islam menegaskan kesetaraan manusia — khutbah tentang ketakwaan sebagai ukuran kemuliaan menghapus sistem kasta dan diskriminasi berdasarkan keturunan atau status sosial yang berlaku pada masa jahiliyah.
  • Kemenangan sejati dirayakan dengan kerendahan hati — alih-alih merayakan kemenangan dengan kesombongan, Nabi justru memasuki Makkah dengan menundukkan kepala, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, bukan kebanggaan diri.

Dampak Fathu Makkah bagi Penyebaran Islam

Sikap pemaafan dan kebijaksanaan Nabi dalam peristiwa ini membawa dampak luar biasa: banyak penduduk Makkah yang dahulu memusuhi Islam justru berbondong-bondong memeluk Islam setelah menyaksikan akhlak mulia yang ditunjukkan, sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an Surat An-Nasr yang turun berkaitan dengan peristiwa ini, menggambarkan manusia yang masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong.

Tanya Jawab Seputar Fathu Makkah

Mengapa Fathu Makkah disebut sebagai “penaklukan tanpa pertumpahan darah”?

Karena meski terdapat sekitar sepuluh ribu pasukan muslim yang memasuki Makkah, hampir tidak terjadi perlawanan berarti dari penduduk kota, sehingga korban jiwa yang jatuh sangat minim dibandingkan skala pasukan yang terlibat, sebuah pencapaian luar biasa dalam konteks penaklukan kota pada masa itu.

Apakah semua penduduk Makkah dimaafkan tanpa terkecuali?

Pengampunan umum berlaku bagi mayoritas penduduk Makkah. Namun, terdapat beberapa individu yang sebelumnya melakukan kejahatan sangat berat (seperti pembunuhan dan fitnah keji terhadap Nabi) yang dikecualikan dari pengampunan umum ini, meski sebagian dari mereka kemudian tetap mendapat ampunan setelah mengajukan permohonan maaf secara langsung.

Baca Juga

Bantahan Tuduhan terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab: 7 Poin yang Diperdebatkan

Cara Mengganti Utang Puasa untuk Orang yang Sudah Meninggal

Apa relevansi Fathu Makkah bagi kehidupan muslim masa kini?

Peristiwa ini mengajarkan nilai-nilai universal yang tetap relevan: pentingnya memaafkan meski memiliki kekuatan untuk membalas, menyelesaikan konflik dengan kebijaksanaan dan meminimalkan kekerasan, serta menjunjung tinggi kesetaraan dan penghormatan terhadap sesama manusia tanpa memandang latar belakang sosial.

Kesimpulan

Fathu Makkah bukan sekadar catatan sejarah tentang kemenangan militer, melainkan sebuah teladan abadi tentang bagaimana kekuasaan semestinya digunakan: dengan kebijaksanaan, pemaafan, dan kerendahan hati. Di tengah kesempatan untuk membalas dendam kepada orang-orang yang pernah menzaliminya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih jalan pengampunan, sebuah pelajaran mendalam tentang akhlak mulia yang tetap relevan bagi umat manusia di segala zaman.

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

Tumpukan batu tersusun seimbang di tepi laut saat senja, ilustrasi hadits tentang moderasi beragama

Hadits tentang Moderasi Beragama (Wasathiyah) dalam Islam

by Daily Muslim

Islam mengajarkan sikap pertengahan (wasathiyah) dalam beragama — tidak berlebihan (ghuluw) dan tidak pula meremehkan....

Tunas-tunas tanaman muda tumbuh dari tanah yang subur, ilustrasi iman yang bertambah dan berkurang

Iman Bertambah dan Berkurang: Dalil dan Penjelasannya dalam Islam

by Daily Muslim

Salah satu prinsip penting dalam akidah Islam adalah pemahaman bahwa iman bukanlah sesuatu yang statis,...

Bunga lili putih yang mekar dengan latar gelap, ilustrasi keutamaan takziah menghibur keluarga yang berduka

Keutamaan Takziah dan Dalilnya

by Daily Muslim

Takziah (melayat dan menghibur keluarga yang berduka) adalah amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai wujud...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Sabtu, 7 November 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 03:57
Subuh 04:07
Dzuhur 11:40
Ashar 14:58
Maghrib 17:50
Isya' 19:02
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

Dua orang berjabat tangan sebagai bentuk sapaan

Keutamaan Berjabat Tangan Ketika Bertemu Sesama Muslim

Close-up tangan seorang pengrajin bekerja dengan tekun

Memahami Pengertian Ibadah yang Sebenarnya dalam Islam

Siluet seseorang menjaga keseimbangan di atas tali tinggi saat senja

Bahaya Sikap Ekstrem dan Mudah Mengkafirkan: Pelajaran dari Khawarij

Pemandangan Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah pada malam hari

Fathu Makkah: Pelajaran dari Penaklukan Kota Makkah Tanpa Pertumpahan Darah

Interior kubah masjid dengan ornamen kaligrafi Islami

Tafsir Ayat Kursi: Makna, Keutamaan, dan Kandungannya

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami