Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Home Insight Hadits

Tafsir Ayat Kursi: Makna, Keutamaan, dan Kandungannya

by Daily Muslim
7 November 2026
Interior kubah masjid dengan ornamen kaligrafi Islami
Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Ayat Kursi, yang terdapat pada QS. Al-Baqarah ayat 255, dikenal luas sebagai salah satu ayat paling agung dalam Al-Qur’an. Hampir setiap muslim menghafalnya, namun tidak semua memahami kandungan makna yang begitu mendalam di balik setiap penggalan kalimatnya. Artikel ini mengulas tafsir Ayat Kursi secara ringkas beserta keutamaannya berdasarkan dalil shahih.

Daftar Isi

Toggle
  • Teks Ayat Kursi
  • Tafsir Kandungan Ayat Kursi
    • Tauhid Uluhiyah: “Tidak Ada Tuhan Selain Dia”
    • Al-Hayy dan Al-Qayyum
    • Tidak Mengantuk dan Tidak Tidur
    • Kepemilikan Mutlak atas Langit dan Bumi
    • Tidak Ada Syafaat Tanpa Izin-Nya
    • Ilmu Allah yang Meliputi Segala Sesuatu
    • Kursi-Nya Meliputi Langit dan Bumi
    • Tidak Merasa Berat Memelihara Keduanya
  • Keutamaan Ayat Kursi
    • Ayat Paling Agung dalam Al-Qur’an
    • Pelindung dari Gangguan Setan di Malam Hari
    • Sebab Masuk Surga
    • Baca Juga
    • Keutamaan Shalat Dhuha: Pengganti Sedekah Seluruh Persendian
    • Doa Iftitah dalam Shalat: Hukum, Lafaz & Kapan Dibaca
  • Tanya Jawab Seputar Ayat Kursi
    • Apa makna “Kursi” dalam ayat ini, apakah sama dengan ‘Arsy?
    • Kapan saja waktu yang paling dianjurkan membaca Ayat Kursi?
    • Mengapa Ayat Kursi dianggap mengandung tauhid yang sangat lengkap?
  • Kesimpulan

Teks Ayat Kursi

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)

Tafsir Kandungan Ayat Kursi

Tauhid Uluhiyah: “Tidak Ada Tuhan Selain Dia”

Ayat ini dibuka dengan penegasan tauhid yang paling fundamental: hanya Allah satu-satunya yang berhak disembah. Penegasan ini menjadi pondasi dari seluruh kandungan ayat selanjutnya.

Al-Hayy dan Al-Qayyum

Dua nama Allah ini disebutkan para ulama sebagai sebab mengapa Ayat Kursi dipandang sebagai ayat paling agung. Al-Hayy berarti Allah memiliki kehidupan yang sempurna dan kekal, tidak pernah berakhir. Al-Qayyum berarti Allah berdiri sendiri (tidak butuh kepada apa pun) sekaligus menjadi penopang bagi seluruh wujud alam semesta — segala sesuatu bergantung kepada-Nya, sementara Dia tidak bergantung kepada siapa pun.

Tidak Mengantuk dan Tidak Tidur

Penegasan ini menunjukkan kesempurnaan pengawasan Allah terhadap makhluk-Nya, tanpa pernah ada kelengahan sedikit pun, berbeda dengan makhluk yang membutuhkan istirahat dan tidur.

Kepemilikan Mutlak atas Langit dan Bumi

Ayat ini menegaskan bahwa seluruh isi langit dan bumi adalah milik Allah semata, menunjukkan kekuasaan-Nya yang mutlak atas seluruh alam semesta tanpa terkecuali.

Tidak Ada Syafaat Tanpa Izin-Nya

Ayat ini meluruskan keyakinan keliru bahwa seseorang (nabi, wali, atau makhluk lainnya) dapat memberi syafaat (pertolongan di akhirat) secara mandiri tanpa izin Allah. Syafaat hanya dapat terjadi atas izin dan kehendak Allah semata, menegaskan bahwa kekuasaan mutlak tetap berada di tangan-Nya.

Ilmu Allah yang Meliputi Segala Sesuatu

Allah mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi maupun yang akan terjadi, sementara makhluk hanya dapat mengetahui sebagian kecil dari ilmu-Nya, sesuai dengan apa yang Dia kehendaki untuk diberikan.

Kursi-Nya Meliputi Langit dan Bumi

Para ulama tafsir menjelaskan “Kursi” di sini menggambarkan keluasan kekuasaan dan keagungan Allah yang meliputi seluruh langit dan bumi, sebuah gambaran yang menunjukkan betapa kecilnya alam semesta ini dibandingkan keagungan Allah, meski ukuran dan hakikat “Kursi” itu sendiri termasuk perkara gaib yang diserahkan maknanya kepada Allah.

Tidak Merasa Berat Memelihara Keduanya

Ayat ini ditutup dengan penegasan bahwa memelihara langit dan bumi beserta seisinya sama sekali tidak memberatkan Allah, menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya yang jauh melampaui keterbatasan makhluk, serta ditutup dengan penegasan dua nama-Nya: Al-‘Aliyy (Maha Tinggi) dan Al-‘Azhim (Maha Besar).

Keutamaan Ayat Kursi

Ayat Paling Agung dalam Al-Qur’an

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada sahabat Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, “Ayat manakah dalam Kitabullah yang paling agung?” Ubay menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Setelah ditanya berulang kali, Ubay menjawab, “Ayat Kursi.” Nabi pun menepuk dadanya seraya bersabda, “Semoga ilmu itu membawa kebahagiaan bagimu, wahai Abu Mundzir.” (HR. Muslim no. 810)

Pelindung dari Gangguan Setan di Malam Hari

Dalam sebuah kisah yang diceritakan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, seorang jin yang mencuri zakat Ramadhan yang dijaganya mengajarkan sebuah “tips” kepadanya sebelum dilepaskan: “Apabila engkau hendak tidur, bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu, dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi.” Ketika Abu Hurairah menceritakan hal ini kepada Nabi, beliau membenarkannya seraya bersabda, “Dia (jin itu) benar kepadamu, meski sebenarnya dia pendusta.” (HR. Bukhari no. 2311)

Sebab Masuk Surga

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang keutamaan membacanya setelah shalat fardhu:

“Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian (yaitu, ia akan masuk surga begitu ajalnya tiba).” (HR. Nasa’i, dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Syaikh Al-Albani)

Baca Juga

Keutamaan Shalat Dhuha: Pengganti Sedekah Seluruh Persendian

Doa Iftitah dalam Shalat: Hukum, Lafaz & Kapan Dibaca

Tanya Jawab Seputar Ayat Kursi

Apa makna “Kursi” dalam ayat ini, apakah sama dengan ‘Arsy?

Mayoritas ulama tafsir membedakan antara Kursi dan ‘Arsy, dengan ‘Arsy digambarkan jauh lebih besar dan agung dibanding Kursi. Namun, hakikat sebenarnya dari keduanya termasuk perkara gaib yang pengetahuan pastinya diserahkan kepada Allah, sementara umat Islam cukup meyakini maknanya secara global sebagai gambaran keagungan dan keluasan kekuasaan Allah tanpa perlu membayangkan bentuk fisiknya secara spekulatif.

Kapan saja waktu yang paling dianjurkan membaca Ayat Kursi?

Berdasarkan dalil-dalil di atas, dua waktu yang secara khusus dianjurkan adalah setelah menunaikan shalat fardhu dan sebelum tidur di malam hari, meski membacanya di waktu-waktu lain juga tetap bernilai ibadah dan dzikir yang baik.

Mengapa Ayat Kursi dianggap mengandung tauhid yang sangat lengkap?

Karena dalam satu ayat ini terkandung ketiga jenis tauhid sekaligus: tauhid rububiyah (Allah sebagai pengatur dan pemilik alam semesta), tauhid uluhiyah (hanya Allah yang berhak disembah), dan tauhid asma wa sifat (penyebutan nama-nama dan sifat-sifat Allah seperti Al-Hayy, Al-Qayyum, Al-‘Aliyy, dan Al-‘Azhim), menjadikannya ayat yang sangat komprehensif dalam menggambarkan keagungan Allah.

Kesimpulan

Ayat Kursi bukan sekadar ayat yang dihafal secara rutin, melainkan mengandung kedalaman makna tauhid yang sangat komprehensif, dari penegasan keesaan Allah, kesempurnaan ilmu dan kekuasaan-Nya, hingga keagungan-Nya yang meliputi seluruh langit dan bumi. Dengan memahami tafsirnya secara mendalam dan mengamalkan keutamaannya — membacanya setelah shalat fardhu dan sebelum tidur — seorang muslim dapat meraih perlindungan dan keberkahan besar yang dijanjikan melalui ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an ini.

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

Potret hitam putih seorang pria dengan jenggot lebat, ilustrasi dalil memelihara jenggot dalam Islam

Jenggot, Celana di Atas Mata Kaki, dan Larangan Mengolok Sunnah: Dalil dan Penjelasannya

by Daily Muslim

Sebagian praktik sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, seperti memelihara jenggot atau mengenakan celana di...

Deretan jimat kaca mata biru tergantung di seutas tali, ilustrasi hukum memakai jimat dalam Islam

Hukum Memakai Jimat dalam Islam: Dalil dan Penjelasannya

by Daily Muslim

Kepercayaan terhadap jimat, azimat, atau benda-benda yang diyakini membawa keberuntungan dan perlindungan masih cukup umum...

Jamaah haji menaiki tangga batu di Jabal Rahmah, Arafah, ilustrasi keutamaan puasa Arafah

Keutamaan Puasa Arafah: Menghapus Dosa Dua Tahun

by Daily Muslim

Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah adalah salah satu puasa sunnah dengan keutamaan terbesar, khusus bagi...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Sabtu, 7 November 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 03:57
Subuh 04:07
Dzuhur 11:40
Ashar 14:58
Maghrib 17:50
Isya' 19:02
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

Dua orang berjabat tangan sebagai bentuk sapaan

Keutamaan Berjabat Tangan Ketika Bertemu Sesama Muslim

Close-up tangan seorang pengrajin bekerja dengan tekun

Memahami Pengertian Ibadah yang Sebenarnya dalam Islam

Siluet seseorang menjaga keseimbangan di atas tali tinggi saat senja

Bahaya Sikap Ekstrem dan Mudah Mengkafirkan: Pelajaran dari Khawarij

Pemandangan Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah pada malam hari

Fathu Makkah: Pelajaran dari Penaklukan Kota Makkah Tanpa Pertumpahan Darah

Interior kubah masjid dengan ornamen kaligrafi Islami

Tafsir Ayat Kursi: Makna, Keutamaan, dan Kandungannya

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami