Setiap anak yang hadir di panggung Hafiz Indonesia membawa keajaibannya masing-masing. Namun, kehadiran Muhammad Nur Ashura, bocah berusia 6 tahun asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memberikan perspektif baru tentang makna syukur dan ketangguhan. Di balik senyum semangatnya, Ashura sedang berjuang melawan keterbatasan fisik yang tidak biasa.
“Semua Ciptaan Allah Adalah yang Terbaik”
Ashura lahir dalam kondisi normal, namun di usia 7 bulan, ia didiagnosis menderita hidrocefalus—sebuah kondisi di mana terjadi penumpukan cairan berlebih di otak. Sejak bayi, Ashura harus menjalani operasi pemasangan selang di kepalanya untuk mengalirkan cairan tersebut ke pembuangan di perutnya. Selang ini, menurut keterangan ibunya, diperkirakan akan terus terpasang hingga usianya mencapai 23 tahun.
Kondisi ini memengaruhi banyak aspek tumbuh kembangnya, terutama penglihatannya yang tidak fokus dan terbatas jarak pandangnya. Namun, dengan keyakinan yang menggetarkan jiwa, Ashura berkata, “Kondisiku tidak menghalangi kegiatanku, karena semua ciptaan Allah itu pasti yang terbaik”.
Menghafal Melalui Pendengaran
Karena keterbatasan penglihatannya, Ashura belum bisa membaca mushaf layaknya anak-anak lain. Namun, hal itu bukan penghalang baginya untuk mencintai Al-Qur’an. Dengan metode mendengarkan secara rutin sejak kecil, Ashura telah berhasil menghafal 5 juz Al-Qur’an.
Semangatnya kian membara karena cita-citanya yang sangat mulia: ingin menjadi seorang Imam Besar. Cita-cita inilah yang membuatnya terus bersemangat mengulang hafalannya setiap hari, membuktikan bahwa Al-Qur’an dapat meresap ke dalam hati melalui jalan apa pun yang Allah ridai.
Ujian yang Bertubi-tubi
Seolah ujian fisik dari penyakitnya belum cukup, Ashura hadir di panggung Hafiz Indonesia dengan duduk di kursi roda. Hal ini dikarenakan ia baru saja mengalami musibah terjatuh saat berlari di rumah, yang mengakibatkan tulang paha kirinya patah. Meskipun harus menahan sakit dan keterbatasan gerak, semangat Ashura untuk menunjukkan cintanya pada Al-Qur’an tidak sedikit pun luntur.
Pesan: Tiada Produk Gagal bagi Sang Pencipta
Kisah Ashura mengingatkan kita pada firman Allah dalam Surah At-Tin ayat 4, bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Seperti yang disampaikan dalam tayangan tersebut, bagi manusia mungkin ada istilah “produk gagal” atau reject, namun di mata Allah SWT, setiap makhluk diciptakan dengan tujuan dan kekreatifan yang sempurna.
Ashura adalah bukti nyata bahwa keterbatasan fisik hanyalah sebuah kondisi, bukan penghalang untuk meraih kemuliaan di sisi Allah. Mari kita doakan agar Ashura segera pulih dari cedera kakinya dan kelak benar-benar menjadi Imam Besar yang menyinari umat dengan cahaya Al-Qur’an.
Saksikan perjuangan inspiratif Ashura di channel YouTube Hafiz Indonesia: https://www.youtube.com/watch?v=ctPmA3VjC-w









