Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Home Insight

Hadits Kewajiban Mencintai Nabi Melebihi Cinta Kepada Makhluk

by Daily Muslim
1 April 2024
Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Nabi Muhammad SAW adalah teladan dan panutan bagi umat Islam. Beliau adalah manusia pilihan Allah SWT yang telah membawa umat Islam dari kegelapan menuju cahaya.

Cinta kepada Nabi Muhammad SAW merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Hal ini sejalan dengan beberapa riwayat yang mengatakan bahwa kita sebagai umat Islam diwajibkan mencintai Nabi Muhammad SAW melebihi semua makhluk, termasuk keluarga.

Dalam artikel ini, kita akan membahas hadits tentang kewajiban mencintai Nabi melebihi semua makhluk yang ada di muka bumi ini.

Daftar Isi

Toggle
  • Hadits Mencintai Nabi Melebihi Kecintaan kepada Diri Sendiri
  • Hadits Mencintai Nabi Melebihi Kecintaan kepada Orang Tua dan Anak
  • Hadits Mencintai Nabi Melebihi Kecintaan kepada Keluarga, Harta, dan Seluruh Manusia
  • Apa yang terjadi jika cinta kita kepada makhluk melebihi cinta kita kepada Nabi SAW?
    • Baca Juga
    • Kenapa Kita Harus Cinta Kepada Nabi Muhammad SAW?

Hadits Mencintai Nabi Melebihi Kecintaan kepada Diri Sendiri

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abdullah bin Hisyam, bahwa dia berkata:

“Kami pernah bersama Nabi SAW sementara beliau menggandeng tangan Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu, lalu Umar berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai daripada segala sesuatu kecuali diriku sendiri.’ Maka Nabi SAW bersabda, ‘Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.’ Maka Umar berkata kepada beliau, ‘Sesungguhnya sekarang, demi Allah, sungguh engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.’ Nabi SAW bersabda, ‘Sekarang (imanmu telah benar) wahai Umar’.” (HR. Bukhara No. 6632)

Dari hadits tersebut dapat diambil pelajaran bahwa jika kita ingin memiliki iman yang benar, maka kita harus mencintai Nabi SAW melebihi kecintaan kita kepada diri sendiri.

Hadits Mencintai Nabi Melebihi Kecintaan kepada Orang Tua dan Anak

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Demi dzat yang jiwaku ada di Tangan-Nya, tidaklah beriman seseorang di antara kalian sehingga aku lebih dia cintai daripada orang tua dan anaknya.” (HR. Bukhari No. 1014)

Hadits Mencintai Nabi Melebihi Kecintaan kepada Keluarga, Harta, dan Seluruh Manusia

Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah beriman seorang hamba sehingga aku lebih ia cintai daripada keluarga dan hartanya serta manusia seluruhnya.” (HR. Muslim )

Itulah beberapa hadits yang menjelaskan kewajiban kita sebagai muslim untuk mencintai Nabi SAW melebihi cinta kita kepada diri sendiri, orang tua, anak, harta hingga seluruh manusia yang ada di muka bumi.

Apa yang terjadi jika cinta kita kepada makhluk melebihi cinta kita kepada Nabi SAW?

Tidak tanggung-tanggung Allah SWT mengancam kita jika ternyata rasa cinta kita kepada makhluk melebihi cinta kita kepada Nabi SAW, Allah SWT berfirman di dalam QS. At Taubah: 24

قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

Baca juga: 6 Cara Menghindari Sifat Fasik

Fokus pada kalimat “maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya”, beberapa ahli tafsir seperti Imam Mujahid dan Imam Hasan Basri menjelaskan dalam tafsirnya, bahwa yang dimaksud dengan kalimat tersebut adalah siksaan yang pedih baik di dunia maupun di akhirat.

Baca Juga

Kenapa Kita Harus Cinta Kepada Nabi Muhammad SAW?

Mari cintai Nabi SAW melebihi cinta kita kepada siapapun, semoga dengan itu kita dapat menyempurnakan iman dan tidak mendapat ancaman dari Allah SWT. Aamiin

===

Referensi: Kitab Hubb an-Nabi shallallahu ‘alaihi wasallah wa alamatuhu

Tags: Mencintai Nabi

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

ayat tentang riba

6 Ayat tentang Larangan Riba dalam Al Quran

by Daily Muslim

Dalam Islam, riba secara tegas diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana dinyatakan dalam berbagai ayat...

Bulu putih melayang lembut dengan latar gelap, ilustrasi pembahasan Sholawat Jibril

Sholawat Jibril: Penjelasan Jujur tentang Asal-Usulnya

by Daily Muslim

Sholawat Jibril ("Allahumma shalli 'ala Muhammad") dikenal luas di tengah masyarakat dan dipercaya dapat melapangkan...

Jamaah haji berpakaian ihram putih menghadap Ka'bah di siang hari, ilustrasi keutamaan haji mabrur

Keutamaan Haji Mabrur dan Dalilnya

by Daily Muslim

Haji mabrur (haji yang diterima dan tidak tercampur dosa) adalah salah satu amalan yang keutamaannya...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Sabtu, 31 Oktober 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 03:59
Subuh 04:09
Dzuhur 11:40
Ashar 14:54
Maghrib 17:49
Isya' 19:00
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

Kaligrafi emas bertuliskan Bismillahirrahmanirrahim di atas kertas dengan palet cat emas, ilustrasi artikel kapan membaca basmalah lengkap dan kapan cukup bismillah saja

Kapan Mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” dan Kapan Cukup “Bismillah” Saja?

Jamaah haji berpakaian ihram putih menghadap Ka'bah di siang hari, ilustrasi keutamaan haji mabrur

Keutamaan Haji Mabrur dan Dalilnya

Riak air tenang membentuk lingkaran konsentris, ilustrasi keutamaan menahan amarah dalam Islam

Keutamaan Menahan Amarah dan Dalilnya

Papan penunjuk arah kayu dengan anak panah di tengah alam terbuka, ilustrasi keutamaan amar ma'ruf nahi mungkar

Keutamaan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dan Dalilnya

Seorang guru membimbing murid-muridnya di dalam kelas, ilustrasi adab kepada guru dalam Islam

Adab kepada Guru dalam Islam dan Dalilnya

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami