Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) disebut sebagai salah satu hari paling agung dalam setahun menurut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Berikut penjelasan lengkap keutamaannya.
Teks Hadits Utama
Dari Abdullah bin Qurth RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah hari Nahr (10 Dzulhijjah/Idul Adha), kemudian hari Qarr (11 Dzulhijjah, hari pertama Tasyrik).” (HR. Abu Dawud no. 1765)
Status hadits ini dihasankan oleh sejumlah ulama seperti Ibnu Muflih dan Al-Bushiri, dan mayoritas ulama — termasuk Imam An-Nawawi — menjadikannya hujjah (dalil) tentang keagungan hari ini, meski sebagian ulama hadits memberikan catatan terkait kekuatan sanadnya.
Hari Raya bagi Umat Islam
Dari Uqbah bin Amir RA, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hari Arafah, hari Nahr (Idul Adha), dan hari-hari Tasyrik adalah hari raya kita, umat Islam. Hari-hari itu adalah hari makan dan minum.” (HR. Abu Dawud no. 2419 dan Tirmidzi no. 773, dinilai shahih)
Berkumpulnya Keutamaan Kurban dan Puncak Haji
Keistimewaan Idul Adha semakin lengkap karena bertepatan dengan rangkaian puncak ibadah haji (setelah wukuf di Arafah) serta disyariatkannya ibadah kurban bagi umat Islam di seluruh dunia, menjadikannya hari yang menyatukan dua ibadah besar sekaligus: haji bagi yang mampu melaksanakannya, dan kurban bagi umat Islam secara umum.
Tanya Jawab Seputar Keutamaan Idul Adha
Mengapa Idul Adha dianggap lebih agung dibanding Idul Fitri dalam sejumlah riwayat?
Para ulama menjelaskan bahwa Idul Adha berkumpul dengan ibadah haji (rukun Islam kelima) dan kurban, sementara Idul Fitri “hanya” menjadi penutup ibadah puasa Ramadhan. Meski demikian, kedua hari raya ini sama-sama memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, dan perbandingan semacam ini tidak dimaksudkan untuk meremehkan salah satunya.
Apa amalan yang dianjurkan di hari Idul Adha selain shalat Id?
Di antaranya: menyembelih hewan kurban bagi yang mampu, memperbanyak takbir sejak malam hari raya hingga akhir hari Tasyrik, mempererat silaturahmi, serta berbagi daging kurban kepada fakir miskin dan tetangga sebagai wujud kepedulian sosial yang diajarkan Islam.
===
Referensi:
– HR. Abu Dawud no. 1765 (hasan menurut Ibnu Muflih & Al-Bushiri, dari Abdullah bin Qurth RA)
– HR. Abu Dawud no. 2419 & Tirmidzi no. 773 (shahih, dari Uqbah bin Amir RA)









