Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Daily Muslim
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami
No Result
View All Result
Daily Muslim
No Result
View All Result
  • Al-Qur’an Digital
  • Jadwal Shalat & Imsakiyah
  • Kalkulator Zakat
Home Insight Hadits

Keutamaan Ilmu dan Para Ahlinya Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits

by Daily Muslim
6 November 2026
Tangan membuka halaman buku sambil memegang pena untuk mencatat, ilustrasi keutamaan ilmu dan para ahlinya

Tangan Membuka Buku sambil Mencatat

Share ke WAShare ke TelegramShare ke FB

Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kedudukan ilmu dan orang-orang yang berilmu. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun dibuka dengan perintah “Iqra'” (bacalah), menunjukkan betapa fundamentalnya posisi ilmu dalam ajaran Islam sejak awal mula turunnya wahyu.

Daftar Isi

Toggle
  • Allah Meninggikan Derajat Orang Berilmu
  • Menuntut Ilmu: Jalan Menuju Surga
  • Keutamaan Ulama Dibanding Ahli Ibadah
    • Baca Juga
    • Kisah Runa Hafiz Indonesia 2026: Anak Kebumen yang Menghafal Al-Qur’an demi Menyatukan Doa Keluarga
    • Ciri-Ciri Orang Munafik Berdasarkan Hadits Nabi SAW
  • Ulama sebagai Pewaris Para Nabi
  • Mengapa Ilmu Begitu Diutamakan dalam Islam?
  • Tanya Jawab Seputar Keutamaan Ilmu
    • Apakah “ilmu” yang dimaksud dalam dalil-dalil ini terbatas pada ilmu agama saja?
    • Apakah hadits “ulama pewaris nabi” shahih?
    • Bagaimana jika seseorang rajin beribadah namun tidak memiliki banyak ilmu agama?
  • Kesimpulan

Allah Meninggikan Derajat Orang Berilmu

Allah Ta’ala menegaskan secara eksplisit keutamaan derajat orang-orang yang berilmu:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Allah juga mempertanyakan kesetaraan antara orang yang berilmu dan yang tidak:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?'” (QS. Az-Zumar: 9)

Menuntut Ilmu: Jalan Menuju Surga

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan kemudahan jalan menuju surga bagi mereka yang menempuh jalan ilmu:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699)

Keutamaan Ulama Dibanding Ahli Ibadah

Salah satu hadits yang menggambarkan secara dramatis betapa besarnya keutamaan ilmu adalah perbandingan antara seorang ulama (orang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkan ilmunya) dengan seorang ahli ibadah yang rajin beribadah namun minim ilmu:

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ

“Keutamaan seorang alim (berilmu) atas seorang ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian.” (HR. Tirmidzi no. 2685, dinilai hasan shahih)

Dalam hadits yang sama, Nabi melanjutkan dengan menggambarkan betapa luasnya penghormatan terhadap orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia:

“Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi — bahkan semut di dalam lubangnya, bahkan ikan — turut bershalawat (mendoakan kebaikan) bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. Tirmidzi no. 2685)

Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan ini bukan berarti merendahkan ibadah ritual, melainkan menunjukkan bahwa ilmu memberikan manfaat yang jauh lebih luas — seorang alim tidak hanya memperbaiki dirinya sendiri, tetapi juga menerangi dan membimbing banyak orang lain menuju kebaikan, sehingga pahala dan manfaatnya terus mengalir dan menyebar.

Baca Juga

Kisah Runa Hafiz Indonesia 2026: Anak Kebumen yang Menghafal Al-Qur’an demi Menyatukan Doa Keluarga

Ciri-Ciri Orang Munafik Berdasarkan Hadits Nabi SAW

Ulama sebagai Pewaris Para Nabi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menggambarkan kedudukan istimewa para ulama sebagai pewaris risalah kenabian:

“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambilnya, sungguh ia telah mengambil bagian yang sangat besar.” (HR. Abu Dawud no. 3641, Tirmidzi no. 2682, Ibnu Majah no. 223; status sanad diperbincangkan ulama hadits, namun maknanya dikuatkan oleh banyak dalil lain tentang keutamaan ilmu)

Hadits ini menegaskan bahwa warisan sejati para nabi bukanlah kekayaan materi, melainkan ilmu agama yang mereka ajarkan, sehingga siapa pun yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu agama sejatinya sedang meraih bagian dari warisan mulia tersebut.

Mengapa Ilmu Begitu Diutamakan dalam Islam?

Beberapa alasan mengapa ilmu menempati posisi yang sangat istimewa dalam ajaran Islam:

  • Ilmu adalah dasar dari amal yang benar — tanpa ilmu, seseorang berisiko beribadah dan beramal tanpa arah yang jelas, bahkan berpotensi melakukan kesalahan fatal dalam beragama.
  • Ilmu memberikan manfaat yang terus mengalir — berbeda dengan amal ibadah pribadi yang manfaatnya terbatas pada pelakunya, ilmu yang diajarkan dapat terus memberi manfaat kepada banyak orang, bahkan setelah pemiliknya wafat (sebagai bagian dari amal jariyah).
  • Ilmu menjadi penjaga kemurnian agama — melalui ilmu yang benar, umat Islam dapat membedakan ajaran yang sahih dari penyimpangan, serta mewariskan pemahaman yang benar kepada generasi berikutnya.

Tanya Jawab Seputar Keutamaan Ilmu

Apakah “ilmu” yang dimaksud dalam dalil-dalil ini terbatas pada ilmu agama saja?

Dalam konteks dalil-dalil di atas, mayoritas ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud secara utama adalah ilmu agama (ilmu syar’i), karena konteks pembahasannya berkaitan dengan bimbingan menuju jalan yang benar dan keselamatan akhirat. Namun, ilmu pengetahuan umum yang bermanfaat bagi kehidupan dan tidak bertentangan dengan syariat juga dipandang memiliki keutamaan tersendiri, selama diniatkan untuk kebaikan dan tidak disalahgunakan.

Apakah hadits “ulama pewaris nabi” shahih?

Status sanad hadits ini diperbincangkan oleh para ulama hadits; sebagian menilainya memiliki kelemahan pada sanadnya. Namun, kandungan maknanya tetap dikuatkan oleh banyak dalil lain yang shahih tentang keutamaan ilmu dan ulama, sehingga maknanya tetap dapat diterima meski status riwayat spesifik ini diperbincangkan.

Bagaimana jika seseorang rajin beribadah namun tidak memiliki banyak ilmu agama?

Ibadah tetap bernilai pahala selama dilakukan dengan ilmu dasar yang cukup untuk memastikan keabsahannya. Hadits tentang keutamaan ulama di atas bukan dimaksudkan untuk merendahkan ibadah, melainkan mendorong setiap muslim untuk terus menyeimbangkan antara ibadah dan upaya menuntut ilmu, karena keduanya saling melengkapi dalam membangun keberagamaan yang utuh dan benar.

Kesimpulan

Islam menempatkan ilmu dan para penuntutnya pada kedudukan yang sangat mulia, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an dan berbagai hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Derajat orang berilmu ditinggikan oleh Allah, jalan menuju ilmu dimudahkan menuju surga, dan kedudukan ulama bahkan disetarakan sebagai pewaris para nabi. Memahami keutamaan ini seharusnya menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu agama sepanjang hidupnya, sembari mengamalkan dan menyebarkannya kepada orang lain sebagai bentuk kontribusi yang pahalanya terus mengalir.

Saatnya Ngaji Tanpa Distraksi!

Akses Al-Qur'an Digital gratis! Gak perlu install, gak perlu daftar, 100% bebas iklan. Tersedia juga audio murottal dari Qori favoritmu.

Akses Sekarang

Artikel Terkait

Sekelompok orang beragam saling menggenggam tangan membentuk lingkaran, ilustrasi hadits tentang toleransi

Hadits tentang Toleransi & Keberagaman dalam Islam

by Daily Muslim

Keberagaman — baik perbedaan pendapat sesama muslim maupun perbedaan suku, bangsa, dan agama — adalah...

keutamaan malam lailatul qadar

Keutamaan Malam Lailatul Qadar, Nyesel Kalau Gak Dapat!

by Daily Muslim

Salah satu alasan yang membuat Bulan Ramadhan spesial adalah adanya malam lailatul qadar di dalamnya,...

Siluet seseorang menengadahkan tangan dan wajah ketika berdoa

Waktu-Waktu Mustajab: Saat-Saat Terkabulnya Doa

by Daily Muslim

Doa adalah ibadah yang sangat agung dan merupakan inti dari penghambaan seorang muslim kepada Allah...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadwal Shalat & Imsakiyah Minggu, 8 November 2026
Kota Jakarta
--:--:--
Menuju waktu...
Imsak 03:57
Subuh 04:07
Dzuhur 11:40
Ashar 14:58
Maghrib 17:51
Isya' 19:03
Sumber: Bimas Islam Kemenag RI

Artikel Terbaru

Pasangan suami istri melakukan panggilan video saat berjauhan

Hukum VCS dan Hubungan Intim Jarak Jauh Suami Istri dalam Islam

Segelas susu di atas permukaan putih

Hukum Suami Minum ASI Istri: Apakah Menjadi Mahram?

Tangan menampung air yang mengalir melambangkan bersuci

Hukum Suami Istri Bersentuhan Setelah Wudhu: Menurut NU, Muhammadiyah, dan 4 Mazhab

Kaki mungil bayi yang baru lahir terbungkus selimut lembut

Hukum Berhubungan Suami Istri Sebelum 40 Hari Setelah Melahirkan

Kembang api menyala di langit malam saat perayaan

Hukum Berhubungan Suami Istri di Malam Takbiran, Idul Adha, dan 1 Suro

Seedbacklink
  • Tentang
  • Hubungi
  • Periklanan
  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
Popup image
  • News
  • Guideline
    • Bersuci
    • Shalat
    • Puasa
    • Haji dan Umrah
    • Hukum Islam
    • Pernikahan
    • Jual Beli
    • Kurban
    • Wakaf
  • Lifestyle
  • Insight
  • Muslimah
  • Parenting
  • Doa Islami